Perumda Tirta Khatulistiwa Ungkap Alasan Distribusi Air Bersih di Pontianak Terganggu
Faiz Iqbal Maulid July 05, 2026 05:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Operasional Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengalami gangguan sejak 2 Juli 2026.

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengungkap alasan terganggunya distribusi air bersih.

Gangguan tersebut terjadi karena beberapa instalasi pengolahan air (IPA) mengalami kendala produksi akibat terhentinya pasokan listrik sejak Sabtu, 4 Juli 2026.

Office Administrator Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Firman mengatakan terhentinya pasokan listrik membuat proses produksi air di sejumlah instalasi tidak dapat berjalan normal.

Akibatnya, tekanan air dapat menurun bahkan aliran air ke pelanggan bisa terhenti sementara di wilayah yang dilayani instalasi tersebut.

"Operasional instalasi pengolahan air sangat bergantung pada pasokan listrik. Ketika terjadi pemadaman, proses produksi ikut terhenti sehingga distribusi kepada pelanggan juga terdampak," kata Firman, kepada TribunPontianak.co.id, pada Sabtu 4 Juli 2026.

• Di Balik Ramainya Pengunjung Saat Listrik Padam, Cafe 3 Senyawa Rogoh Kocek Lebih

Firman menyebutkan, instalasi yang terdampak meliputi IPA I, II, III, IV, dan V Imam Bonjol, IPA Selat Panjang, IPA Parit Mayor, serta IPA Nipah Kuning.

Akibatnya, tekanan air menurun bahkan aliran air ke pelanggan bisa terhenti sementara di wilayah yang dilayani instalasi tersebut.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Jalan H. Rais A. Rahman, Jalan Hasanuddin, Jalan Komyos Soedarso, Jalan Tabrani Ahmad, Jalan Pramuka, Jalan Catur Warga, Jalan Cendana, Jalan Husein Hamzah, dan sekitarnya.

Firman mengimbau masyarakat yang masih menerima aliran air agar menampung air secukupnya sebagai persediaan selama proses pemadaman berlangsung.

Ia juga meminta pelanggan menggunakan air secara hemat agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi hingga distribusi kembali normal.

"Kami berharap pelanggan dapat menggunakan air secara bijak selama proses pemulihan. Setelah pasokan listrik kembali normal, produksi air akan segera kami optimalkan agar distribusi kepada pelanggan dapat kembali berlangsung," ujarnya.

Firman menambahkan, pihaknya akan terus memantau kondisi instalasi dan melakukan normalisasi distribusi secepat mungkin setelah pasokan listrik kembali tersedia.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Kami akan mengupayakan pelayanan kembali normal sesegera mungkin," tutupnya.

Sampai Kapan Pemadaman Listrik Bergilir?

PT PLN (Persero) memastikan proses perbaikan sistem kelistrikan masih terus dilakukan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu sebelum pasokan listrik kembali normal.

"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan," kata Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih kepada TribunPontianak.co.id, melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu 4 Juli 2026.

• Pemadaman Listrik Ganggu Produksi Air Bersih di Pontianak

Penyebab Pemadaman

Mukhlis menjelaskan gangguan tersebut disebabkan oleh kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

Akibat gangguan tersebut, kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.

Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan operasional.

"Langkah ini perlu dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pada salah satu pembangkit, sehingga pasokan daya ke sistem saat ini belum dapat beroperasi secara optimal," ujar Mukhlis dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Pontianak, Jumat 3 Juli 2026. 

Mukhlis menegaskan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara.

Menurutnya, stok energi primer saat ini dalam kondisi aman.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.