BMKG Ungkap Wilayah yang Bakal Dilanda Kemarau Parah Bulan Juli-Agustus 2026
Faiz Iqbal Maulid July 05, 2026 04:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami kemarau parah pada Juli 2026. 

Berdasarkan analisis iklim terbaru, hampir separuh wilayah Tanah Air telah memasuki musim kemarau, dengan sebagian daerah diperkirakan menghadapi puncak kekeringan meteorologis.

Kondisi ini ditandai oleh berkurangnya curah hujan, meningkatnya hari tanpa hujan, serta kelembapan udara yang rendah.

BMKG mencatat, sekitar 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen wilayah Indonesia akan berada pada fase puncak kemarau bulan ini.

Dampak yang paling nyata adalah keterbatasan pasokan air bersih, gangguan pada sektor pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Sejumlah provinsi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua disebut masuk dalam kategori rawan.

• Cuaca Besok 6 Juli 2026 di 38 Provinsi Indonesia! Sebagian Daerah Masuk Puncak Musim Kemarau

Wilayah yang Diprediksi Dilanda Kemarau Parah Juli 2026

Menurut BMKG, daerah yang memasuki puncak musim kemarau bulan ini meliputi:

-Sebagian wilayah Sumatra

-Sebagian kecil Kalimantan

-Sebagian kecil Pulau Jawa

-Nusa Tenggara Timur bagian selatan

-Sulawesi Barat bagian utara

-Sulawesi Tengah bagian barat

-Sebagian kecil Maluku

-Papua Barat Daya bagian selatan

-Papua Barat bagian tengah

-Papua bagian timur

• Cara Daftar Bansos PKH dan BPNT 2026 Lewat Portal Perlinsos Digital, Cek Daerah Uji Coba

Karakteristik Puncak Kemarau

-Curah hujan terendah dalam satu musim kemarau.

-Hari tanpa hujan lebih panjang, udara lebih kering.

-Risiko meningkat: kekeringan meteorologis, keterbatasan air bersih, kebakaran hutan/lahan (karhutla).

Tips Menghadapi Musim Kekeringan

1. Hemat penggunaan air  

Gunakan air secukupnya untuk kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan mandi. Hindari pemborosan saat mencuci atau menyiram tanaman.

2. Panen air hujan  

Tampung air hujan di tandon, drum, atau embung saat masih ada curah hujan. Ini bisa menjadi cadangan di puncak kemarau.

3. Membuat sumur resapan  

Sumur resapan membantu menjaga ketersediaan air tanah dan mengurangi risiko kekeringan berkepanjangan.

4. Jaga sumber air  

Lindungi danau, sungai, mata air, serta perbaiki pipa bocor agar pasokan air tetap terjaga.

5. Stop pembakaran lahan/sampah  

Sekecil apapun api bisa memicu kebakaran besar di musim kering. Hindari membuka lahan dengan cara membakar.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.