Marcus Rashford menegaskan bahwa masa depannya di Manchester United bukanlah prioritas utamanya saat ini, karena ia sepenuhnya fokus mempersiapkan diri menghadapi laga besar babak 16 besar Piala Dunia antara Inggris dan Meksiko. Penyerang tersebut menekankan bahwa fokus utamanya adalah membawa negaranya meraih kesuksesan, meskipun masih ada ketidakpastian mengenai karier klubnya.
Sikap Rashford terhadap isu transfer
Rashford menyatakan bahwa ia tidak akan membiarkan spekulasi mengenai masa depannya di Manchester United mengganggu konsentrasinya bersama tim nasional Inggris. Musim lalu, ia menjalani masa peminjaman di Barcelona dan kembali menemukan performa terbaiknya di La Liga. Namun, klub asal Katalunya tersebut akhirnya memilih untuk tidak mengaktifkan klausul pembelian permanen senilai £26 juta yang tercantum dalam kesepakatan tersebut.
Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Daily Mail, Rashford menegaskan prioritasnya ketika berbicara kepada media menjelang pertandingan penting babak 16 besar melawan Meksiko. “Sebagai pribadi, saya hidup di saat ini,” ujarnya. “Saya sudah sangat jelas kepada semua pihak yang terlibat sebelum Piala Dunia. Saya ingin semuanya diselesaikan sebelumnya, dan jika tidak, maka saya tidak akan membahasnya sampai turnamen berakhir, karena saya ingin benar-benar hadir untuk momen ini.”
Ketidakpastian di Old Trafford
Sementara sang pemain tetap fokus mengejar kejayaan bersama Inggris, situasi di Manchester masih belum menemukan kepastian. United dikabarkan bersedia mendengarkan tawaran untuk pemain bergaji tertinggi mereka pada musim panas ini, namun klub tidak berencana untuk menyetujui peminjaman kembali ke Barcelona. Kontrak Rashford di Old Trafford masih berlaku hingga tahun 2028, memberikan posisi tawar yang cukup kuat bagi klub dalam negosiasi mendatang.
Meski berbagai rumor mengenai kemungkinan hengkang terus beredar, Rashford menegaskan bahwa seluruh fokus mentalnya hanya untuk turnamen ini. Sang penyerang menambahkan: “Pada saat yang sama kami sedang berjuang untuk sesuatu. Saya tidak punya energi untuk memikirkan hal lain.” Kecuali ada kesepakatan yang tercapai saat ia masih bersama tim nasional, Rashford dijadwalkan kembali ke Carrington untuk menjalani latihan pramusim tiga minggu setelah Inggris menyelesaikan turnamennya.
Menghadapi tantangan Meksiko
Rintangan terdekat bagi Rashford dan tim asuhan Thomas Tuchel adalah laga berat di Stadion Azteca yang bersejarah. Bermain melawan tuan rumah di Kota Meksiko menghadirkan tantangan tersendiri, termasuk atmosfer yang intens dan kondisi lingkungan yang berbeda. Namun, Rashford terlihat tidak gentar menghadapi laga di ketinggian sekitar 7.200 kaki di atas permukaan laut.
“Itu stadion yang luar biasa,” ujar lulusan akademi United itu sebelum keberangkatan tim dari Kansas City. “Stadion itu memang telah memberi mereka keuntungan di masa lalu, meskipun hal itu tidak relevan bagi kami. Kami tahu apa yang akan kami hadapi, dan kami harus mencoba mengendalikan permainan serta memainkan gaya kami sendiri. Sesederhana apapun situasinya, apapun yang terjadi, kami akan berusaha menanganinya dan terus melangkah maju.”
Menghadapi faktor ketinggian
Dari sisi taktik, tim Inggris telah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi bagaimana pengaruh ketinggian terhadap jalannya permainan, terutama terhadap arah bola. Rashford percaya bahwa para pemain Inggris memiliki kualitas teknis yang cukup untuk memanfaatkan kondisi tersebut, terutama dalam hal tembakan jarak jauh. Ia yakin skuad berpengalaman ini mampu beradaptasi dengan berbagai variabel yang muncul dalam laga sistem gugur di iklim yang unik ini.
“Jika kami mendapat kesempatan, kami tahu harus menguji kiper lawan,” jelas Rashford. “Ketinggian jelas memiliki pengaruh, tetapi itu bukan sesuatu yang kami khawatirkan. Kami semua adalah pemain berpengalaman. Kami hanya perlu mengatur permainan dengan baik. Intinya adalah melakukan apa pun yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan dan melangkah ke depan. Ada banyak faktor yang harus diperhitungkan, tetapi tidak ada yang terlalu berarti bagi kami.”