Zlatan Ibrahimovic mempertanyakan peran Cristiano Ronaldo di tim nasional Portugal, dengan menyebut bahwa penyerang veteran tersebut dipilih lebih karena nostalgia daripada karena penampilan yang layak. Mantan penyerang tim nasional Swedia itu menilai bahwa Goncalo Ramos telah membuktikan Portugal seharusnya mulai melangkah tanpa Ronaldo setelah mencetak gol kemenangan melawan Kroasia.
Ibrahimovic mempertanyakan posisi Ronaldo
Ibrahimovic memberikan penilaian tajam terhadap peran Ronaldo di tim nasional Portugal setelah tim asuhan Roberto Martinez menang 2-1 atas Kroasia. Berbicara sebagai analis di Fox Sports, mantan pemain AC Milan dan Manchester United itu berpendapat bahwa Portugal tidak bisa berharap untuk bersaing memperebutkan gelar besar jika masih mengandalkan Ronaldo yang sudah berusia 41 tahun di lini depan. Ia menilai bahwa bintang Al-Nassr tersebut lebih sering dipilih karena status dan reputasinya, bukan karena performa terkini.
Ibrahimovic memberikan penilaian keras
Ibrahimovic menggunakan kemenangan Portugal atas Kroasia sebagai contoh untuk mempertanyakan kepercayaan Martinez yang terus diberikan kepada Ronaldo. Ia berpendapat bahwa kontribusi krusial dari Goncalo Ramos menegaskan perlunya perubahan di lini serang dan menuduh Portugal menahan potensi mereka sendiri dengan terus bergantung pada sang kapten.
“Para penggemar Portugal mungkin sudah bisa memprediksi apa yang terjadi,” ujar Ibrahimovic. “Kamu tidak bisa berharap memenangkan apapun pada 2026 dengan Cristiano Ronaldo berusia 41 tahun memimpin lini depan. Terlebih lagi, Ramos hanya duduk di bangku cadangan, lalu masuk dan mencetak gol.”
“Ini bukan ‘kepemimpinan legendaris’. Ini adalah ego yang menyandera tim. Ronaldo telah kehilangan sentuhan dan mobilitasnya. Sekarang dia hanya berada di kotak penalti... Pada tahap ini, auranya lebih menopang dirinya daripada kemampuan fisiknya. Terus memainkannya sejak awal hanyalah kegilaan yang digerakkan oleh nostalgia.”
Lolos dari ancaman Kroasia
Sementara perdebatan internal mengenai peran Ronaldo terus berlanjut, Portugal bisa dibilang beruntung bisa lolos dari babak 32 besar. Pertandingan yang berlangsung di Toronto itu penuh kontroversi, terutama setelah gol telat Josko Gvardiol dianulir karena offside setelah peninjauan panjang melalui VAR. Keputusan tersebut membuat pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, sangat marah karena timnya kehilangan peluang menyamakan kedudukan pada menit ke-113.
Ronaldo sempat mencuri perhatian dengan mencetak gol penalti untuk menyamakan kedudukan setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul lebih dulu. Selecao akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Ramos di detik-detik akhir pertandingan.
Spanyol jadi ujian berat berikutnya
Portugal kini bersiap menghadapi laga babak 16 besar melawan Spanyol, pertandingan yang akan menambah tekanan terhadap keputusan seleksi pemain Martinez. Masih harus dilihat apakah pelatih asal Portugal itu akan berani mengambil keputusan besar untuk mencadangkan Ronaldo atau tetap mempercayakan posisi ujung tombak kepadanya.