2 Versi Laka Bus Sugeng Rahayu Nganjuk, Kondektur Sebut Truk Makan Jalan, Penumpang Kuak Aksi Sopir
Sudarma Adi July 05, 2026 05:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu bernopol W 7571 UP dan sebuah truk bernopol S 9687 UR di Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, menyisakan cerita kontroversial.

Pasalnya, kronologi detik-detik sebelum bus bertrayek Surabaya-Yogyakarta itu tercebur ke sungai memicu perbedaan versi yang kontras antara kondektur bus dan para penumpang.

Akibat insiden ini, sebanyak 27 dari sekitar 40 penumpang bus dilaporkan mengalami luka-luka.

Sebanyak 14 korban langsung dilarikan ke RSUD Nganjuk, sementara 13 korban lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk. Beruntung, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Breaking News: Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu dengan Truk di Nganjuk, Warga Bantu Evakuasi Penumpang

Versi Kondektur: Truk Makan Jalan

Kondektur bus Sugeng Rahayu, Herman, mengklaim bahwa armada yang dikawalinya melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan yang wajar.

"Bus berjalan dengan kecepatan sedang," ujar Herman saat menceritakan kronologi kejadian.

Menurut Herman, setibanya di lokasi kejadian, mendadak muncul sebuah truk dari arah berlawanan (barat ke timur) yang melaju terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan bus.

"Truk makan marka jalan. Sopir bus sudah berusaha mengerem dan banting setir ke kiri, tapi tetap tertabrak. Setelah itu bus tercebur ke sungai," dalihnya.

Versi Penumpang: Sopir Angkuh dan Gemar 'Ngeblong'

Keterangan Herman berbanding terbalik dengan kesaksian para penumpang yang berada di dalam bus. Nurul (32), seorang penumpang asal Surabaya yang duduk tepat di belakang sopir sambil memangku anak perempuannya, Queen (5), membeberkan fakta mengejutkan mengenai gaya mengemudi sang sopir.

"Sopir bus angkuh saat berkendara. Bus sudah ngebut atau ngeblong sejak dari Surabaya. Seperti tidak mau mengalah, tidak mau kalau ada kendaraan lain yang mendahului. Saya sendiri sampai waswas di dalam," ungkap Nurul saat ditemui di IGD RSUD Nganjuk, Sabtu (4/7/2026).

Nurul melanjutkan, setibanya di Jalan Raya Bagor yang kondisi jalannya agak menikung dan tengah ramai kendaraan, sopir bus kembali nekat melakukan aksi menyalip dari sisi kanan.

"Bus berupaya menerobos dari arah kanan padahal jalanan padat. Dari arah berlawanan ada truk. Karena posisinya sudah tidak nutut (tidak sampai), bus banting setir ke kiri, menabrak pembatas jalan, lalu nyebur ke sungai. Penumpang langsung histeris berteriak," tambahnya.

Kesaksian serupa juga diperkuat oleh Totok (53), penumpang lainnya. Ia membenarkan bahwa arus lalu lintas di Jalan Raya Bagor saat itu dalam kondisi padat merayap.

Namun, sopir Bus Sugeng Rahayu tetap memaksakan diri mengambil jalur kanan untuk menyalip hingga akhirnya berhadapan langsung dengan truk dan memicu kecelakaan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan mendalam dan melakukan olah TKP guna memastikan penyebab utama kecelakaan serta menentukan siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden yang melukai puluhan penumpang tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.