Lothar Matthaus menyatakan bahwa Jurgen Klopp adalah kandidat ideal untuk memimpin era baru tim nasional Jerman setelah kepergian Julian Nagelsmann. Mantan kapten legendaris tersebut meyakini bahwa Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) harus melakukan perubahan besar untuk menghindari pengulangan kesalahan yang menyebabkan kegagalan mereka dalam turnamen-turnamen terakhir.
Matthaus menyerukan reformasi total di tubuh DFB menyusul kampanye Piala Dunia yang mengecewakan. Setelah tersingkir mengejutkan di babak 16 besar, Matthaus menegaskan bahwa masalah di federasi tersebut jauh lebih dalam daripada sekadar pelatih kepala.
"Setiap aspek harus ditinjau ulang dan semua orang di DFB harus mengoreksi diri," ujar Matthaus kepada Sky Sport. "Bukan hanya pelatih nasional, tetapi semua pejabat DFB harus bertanggung jawab atas kenyataan bahwa Jerman kembali gagal secara memalukan di Piala Dunia. Kesalahan besar pertama adalah keputusan memperpanjang kontrak Nagelsmann hampir setahun yang lalu."
Tekanan besar akhirnya membuat Nagelsmann mundur. Pelatih berusia 38 tahun itu secara resmi meninggalkan posisinya beberapa hari setelah kekalahan adu penalti 4-3 yang menghentikan langkah mereka dari Paraguay. Meskipun awalnya ia menyatakan keinginan untuk bertahan, tekanan besar dari pimpinan federasi dan publik membuatnya akhirnya menyerah.
Matthaus mengkritik cara DFB menangani situasi tersebut, menilai bahwa mereka tidak memiliki keberanian untuk mengambil keputusan tegas. "Di DFB, harus ada keputusan yang sulit, yang terkadang menyakitkan. Namun selalu ada upaya untuk menutupi semuanya dengan manis," katanya.
"Nagelsmann kini mengundurkan diri setelah sebelumnya tidak berniat melakukannya tiga hari lalu. Saya berasumsi tekanan muncul — bukan hanya dari pihak DFB, tetapi juga dari publik. Namun Anda juga bisa mengatakan bahwa beberapa hal memang tidak berjalan sebagaimana mestinya, meskipun jelas Nagelsmann bukan satu-satunya yang patut disalahkan," tambah Matthaus.
Perhatian kini tertuju pada mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, yang disebut-sebut sebagai penyelamat potensial. Matthaus yakin pria berusia 57 tahun itu adalah satu-satunya orang yang mampu mengembalikan kejayaan Jerman di kancah internasional sebelum siklus turnamen besar berikutnya dimulai.
"Jika Klopp menjadi pelatih nasional — seperti yang banyak orang harapkan — saya percaya dia adalah solusi terbaik yang bisa diharapkan DFB," jelas Matthaus. "Dengan dia, Jerman akan memiliki sosok yang dibutuhkan untuk kembali sukses di turnamen mendatang."
DFB telah mengonfirmasi bahwa Klopp menunjukkan kesediaannya untuk menggantikan Nagelsmann, dan pelatih legendaris itu pun menyatakan dirinya "siap" kembali ke pinggir lapangan.
"Sekitar dua tahun lalu saya meninggalkan Liverpool karena merasa kehilangan energi untuk melanjutkan pekerjaan atau satu tahun lagi di sana," ujar Klopp. "Sejak saat itu, saya telah sepenuhnya memulihkan diri, saya siap."
Meski antusiasme terhadap kemungkinan bergabungnya Klopp sangat besar, Matthaus memperingatkan bahwa kehadiran pelatih baru saja tidak akan cukup untuk memperbaiki masalah mendasar. Sang pemenang Piala Dunia itu menilai DFB harus berhenti melindungi pejabat-pejabatnya dan mulai fokus pada peningkatan kinerja sepak bola secara menyeluruh.
Nagelsmann menutup masa jabatannya dengan pernyataan: "Keputusan ini sama sekali tidak mudah bagi saya. Prioritas utama saya selalu kesuksesan tim. Setelah kekecewaan pahit seperti ini, mereka pantas mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali." Apakah awal baru tersebut akan melibatkan Klopp bersama direktur olahraga saat ini, Rudi Voller, masih harus dilihat. Namun Matthaus menegaskan bahwa mempertahankan Voller tetap terlibat adalah "keuntungan besar" bagi Jerman.