Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahsan Faradisi
TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO – Tabir gelap kasus pembunuhan Siti Munawaroh (24), wanita yang jasadnya ditemukan membusuk tanpa busana di dalam sumur di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kian terang.
Polisi mengungkap fakta baru yang sangat mengejutkan sekaligus memilukan terkait kekejaman para pelaku.
Kurang dari 24 jam setelah jasad korban dievakuasi, Satreskrim Polres Probolinggo bersama Polsek Kraksaan berhasil membekuk dua tersangka, yakni Rofiq (26) dan Humaidi (19). Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa aksi kedua pemuda ini tidak hanya terencana, tetapi juga sangat keji.
Baca juga: Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana di Sumur Probolinggo, Kenal dari Aplikasi Kencan Lalu Dibunuh
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, membeberkan bahwa setelah menjerat leher korban dan menyembunyikannya di semak-semak kebun pisang, kedua pelaku sempat pulang membawa sepeda motor korban. Namun, mereka kemudian kembali lagi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Sekitar pukul 23.00 WIB pada malam kejadian, kedua pelaku ini balik lagi ke lokasi. Mereka membawa jenazah korban ke sebuah sumur mati di tengah kebun sengon," ungkap AKBP Latif, Sabtu (4/7/2026).
Sebelum melempar jasad Siti Munawaroh ke dalam sumur, kedua pelaku melakukan tindakan yang sangat bejat. Mereka melucuti seluruh pakaian korban lalu menyetubuhi jenazah wanita malang tersebut secara bergantian.
Berdasarkan hasil penyidikan, modus operandi yang digunakan pelaku untuk memancing korban tergolong licik. Korban bersedia diajak pergi karena diiming-imingi uang sebesar Rp500 ribu oleh pelaku Rofiq. Tugas korban terbilang sederhana, yakni hanya berpura-pura menjadi kekasih pelaku untuk dikenalkan kepada orang tuanya.
Namun, itu semua hanyalah siasat. Motif asli kedua pelaku adalah ingin menguasai harta benda milik korban.
Demi mengaburkan penyelidikan polisi, kedua pelaku membuang seluruh barang bukti secara terpisah di beberapa lokasi berbeda:
Meskipun para pelaku telah merancang skenario sedemikian rupa untuk menghilangkan jejak, kejelian pihak kepolisian berhasil mematahkan alibi mereka.
"Pelaku berhasil kami amankan setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif yang mengarah kuat kepada pelaku Rofiq. Saat diamankan, Rofiq akhirnya mengakui semua perbuatannya dan mengaku mengeksekusi korban bersama temannya (Humaidi)," pungkas AKBP Latif.
Kini, kedua pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolres Probolinggo dan bersiap menghadapi jeratan hukum berlapis atas aksi perampokan, pembunuhan berencana, hingga pelecehan seksual terhadap jenazah.