SURYA.co.id, SURABAYA – Prakiraan cuaca Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 5 Juli 2026, diperkirakan didominasi kondisi cerah sejak dini hari hingga malam hari.
Informasi tersebut berdasarkan data prakiraan cuaca yang dirilis BMKG Juanda.
Cuaca yang stabil diprediksi mendukung berbagai aktivitas masyarakat, baik di dalam maupun luar ruangan.
Meski demikian, suhu udara pada siang hari diperkirakan cukup tinggi sehingga warga tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.
Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 24 hingga 32 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara berkisar antara 57 hingga 81 persen.
Angin diperkirakan bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 11,7 kilometer per jam.
Kondisi cuaca yang cenderung cerah ini juga berpotensi mendukung kelancaran aktivitas transportasi dan perjalanan masyarakat selama akhir pekan.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, cuaca di Kota Surabaya diperkirakan cerah mulai pukul 00.00 WIB hingga 10.00 WIB.
Suhu udara pada pagi hari relatif sejuk dengan kisaran sekitar 24 derajat Celsius sebelum perlahan meningkat seiring terbitnya matahari.
Kondisi tersebut diperkirakan cukup nyaman bagi masyarakat yang hendak berolahraga, berwisata, maupun melakukan aktivitas di luar rumah.
Memasuki siang hingga sore hari, tepatnya sekitar pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB, cuaca masih diprakirakan cerah.
Pada periode ini, suhu udara diperkirakan mencapai puncaknya, yakni sekitar 32 derajat Celsius.
Meski tidak ada indikasi hujan, paparan sinar matahari diperkirakan cukup kuat sehingga masyarakat disarankan menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
Memasuki malam hari, kondisi cuaca di Surabaya diprakirakan tetap cerah hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
Suhu udara mulai menurun dan kelembapan meningkat hingga kisaran 81 persen.
Angin dari arah timur dengan kecepatan sekitar 11,7 km/jam diperkirakan tetap bertiup sehingga udara malam terasa lebih nyaman.
Agar aktivitas tetap nyaman selama cuaca cerah, masyarakat dapat memperhatikan beberapa hal berikut:
Prakiraan cuaca cerah sepanjang hari menunjukkan bahwa Surabaya berpotensi mengalami kondisi atmosfer yang relatif stabil pada Minggu, 5 Juli 2026.
Kondisi ini menguntungkan bagi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan olahraga, wisata, hingga acara luar ruangan.
Namun, suhu maksimum yang diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius tetap perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat paparan panas, terutama bagi pekerja lapangan, pengendara, serta kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Oleh karena itu, meskipun peluang hujan sangat kecil, kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas tetap diperlukan agar aktivitas sepanjang hari dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Warga Surabaya dan wilayah sekitarnya belakangan ini merasakan udara malam hingga pagi yang terasa lebih menusuk dibanding biasanya.
Suhu udara tercatat mengalami penurunan hingga menyentuh kisaran 18 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari fenomena bediding, yakni periode udara dingin yang umum terjadi menjelang puncak musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda, Trya Chandra, menyebutkan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh masuknya angin muson timur dari Australia yang membawa massa udara lebih kering dan dingin.
Selain itu, kondisi langit yang cerah tanpa banyak awan turut mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer pada malam hari.
"Juga akibat pelepasan radiasi matahari ke atmosfer secara maksimal karena tidak adanya tutupan awan saat musim kemarau," kata Trya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).
Ia menambahkan, tingkat penurunan suhu pada periode bediding tidak seragam di setiap wilayah. Faktor seperti kondisi cuaca lokal, kecepatan angin, hingga karakteristik geografis ikut memengaruhi besarnya penurunan suhu.
Di wilayah dataran rendah, suhu udara pada malam hingga dini hari umumnya berada di kisaran 18 hingga 22 derajat Celsius. Sementara di daerah dataran tinggi, suhu dapat turun lebih rendah lagi, yakni sekitar 15 hingga 18 derajat Celsius, bahkan berpotensi lebih dingin dalam kondisi tertentu.
BMKG memperkirakan fenomena udara dingin ini masih akan berlangsung hingga mencapai puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Meski terasa lebih dingin dari biasanya, kondisi ini disebut masih tergolong normal dalam pola iklim tahunan Indonesia.
Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan suhu harian, terutama saat beraktivitas pada malam dan pagi hari.
Penggunaan pakaian hangat dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
Masyarakat juga disarankan menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta rutin berolahraga.
BMKG turut mengingatkan potensi gangguan kesehatan seperti ISPA, flu, dan batuk yang dapat meningkat saat suhu udara menurun.
Selain itu, petani di wilayah dataran tinggi diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya embun beku yang dapat berdampak pada tanaman.
BMKG juga menekankan pentingnya masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer secara tiba-tiba.