Membahas Taktik: Siapa Pengganti Folarin Balogun Saat Melawan Belgia – Ricardo Pepi, Haji Wright, atau Pilihan Lain? Analisis Opsi Terbaik Mauricio Pochettino untuk Laga Krusial Piala Dunia
Rina Kusumawati July 05, 2026 06:01 AM

MENIKMATI SETIAP MOMEN DI PIALA DUNIA

Membahas Taktik: Siapa yang akan menggantikan Folarin Balogun di posisi penyerang melawan Belgia — Ricardo Pepi, Haji Wright, atau pemain lain? Inilah opsi yang dimiliki Mauricio Pochettino untuk tim nasional Amerika Serikat.

Menggantikan Folarin Balogun bukan sekadar soal mencari pencetak gol. Ini soal menemukan pemain yang cocok secara taktik untuk sistem serangan Amerika Serikat yang dibangun dari pergerakan cepat, tekanan tinggi, dan gaya bermain yang penuh kekacauan.

Tim Nasional Putra Amerika Serikat akan menghadapi laga terbesar mereka di Piala Dunia tanpa bintang yang menjadi kejutan turnamen ini. Kejam? Ya. Kontroversial? Sudah pasti. Namun ini adalah kenyataan yang harus dihadapi Mauricio Pochettino sebelum hari Senin, tak peduli seberapa keras ia mencoba untuk tidak memikirkannya.

Kenyataannya, Folarin Balogun tidak akan tampil dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia. Lebih tepatnya, aturan FIFA yang menentukannya. Kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat saat melawan Bosnia dan Herzegovina membuatnya harus menjalani sanksi larangan bermain di laga berikutnya. Ini merupakan pukulan telak bagi tim, dan itu pun mungkin masih terasa terlalu ringan untuk menggambarkannya.

Balogun merupakan pemain paling berbahaya bagi Amerika Serikat sepanjang musim panas ini, dan mungkin juga yang terbaik. Ia telah mencetak tiga gol, menjadi pencetak gol terbanyak tim, serta menghidupkan serangan dengan pergerakannya yang cerdas. Tekanan tinggi yang ia lakukan juga tak kenal lelah. Lebih dari apa pun, upayanya telah mengubah arah permainan tim ini. Sebenarnya, tak ada pengganti yang benar-benar bisa menutupi semua itu.

Namun Pochettino tetap harus mencoba, dan kabar baiknya, ia memiliki beberapa opsi. Hari-hari menjelang laga akan digunakan untuk menimbang kelebihan dan kekurangan masing-masing pemain sebelum membuat keputusan akhir — keputusan yang bisa menentukan nasib Amerika Serikat di Piala Dunia.

Jadi, siapa yang bisa menjadi pilihan Pochettino menggantikan Balogun? Apa yang bisa ditawarkan masing-masing pemain, dan apa yang harus dikorbankan tim agar itu bisa berjalan? Berikut analisisnya...

Ricardo Pepi

Jika fokus utama adalah mencari gol, maka Pepi adalah pilihan paling logis. Ia telah berulang kali membuktikan kemampuannya sebagai pencetak gol murni.

Pepi pada dasarnya adalah seorang finisher. Ia menunjukkan hal tersebut baik di PSV maupun bersama tim nasional Amerika Serikat. Bukan tanpa alasan klub-klub Liga Premier telah memantaunya selama lebih dari setahun — Pepi adalah tipe penyerang yang hanya membutuhkan satu peluang untuk menunjukkan betapa tajamnya ia di depan gawang.

Namun reputasinya sebagai penyelesai peluang bukan satu-satunya aspek dalam permainannya. Dalam laga uji coba melawan Senegal sebelum Piala Dunia, bintang PSV ini memperlihatkan kemampuannya dalam menciptakan peluang dengan memberikan satu assist dan terlibat langsung dalam terciptanya gol lain. Saat bermain bersama Balogun melawan Australia, Pepi juga banyak melakukan pekerjaan kotor dengan menahan bek tengah lawan, membuka ruang bagi rekan setimnya untuk menyerang.

Meski demikian, Pepi memiliki karakter berbeda dari Balogun. Ia tidak secepat Balogun dan cenderung kurang bermain secara fisik. Karena kekurangan kecepatan itu, ia tidak bisa membuat pergerakan tajam seperti yang sering dilakukan Balogun untuk memicu serangan tim. Ia juga bukan pengejar bola yang sekuat Balogun karena membutuhkan sedikit waktu lebih lama untuk menutup ruang lawan.

Namun justru perbedaan itu bisa menjadi senjata tersendiri. Kehadirannya dapat membuka peluang bagi pemain lain, dan jika tidak, Pepi biasanya hanya butuh satu kesempatan nyata untuk menciptakan dampak besar.

Haji Wright

Sulit mengatakan bahwa Wright kurang mendapat kesempatan, karena kenyataannya, ia hampir tidak dimainkan sama sekali. Penyerang Coventry City tersebut baru tampil selama satu menit musim panas ini bersama tim nasional Amerika Serikat. Hingga kini, Pepi lebih sering menjadi pilihan utama dari bangku cadangan.

Namun Wright bisa menjadi pengganti yang paling mirip dengan Balogun dari segi gaya bermain. Postur tubuhnya menjadi keuntungan besar, dan ia juga mampu berperan sebagai penyerang yang bisa berlari ke belakang garis pertahanan. Ia tampil fantastis di Championship bersama Coventry dan sempat menunjukkan ketajamannya di tim nasional dengan mencetak dua gol ke gawang Australia pada musim gugur lalu.

Fakta bahwa ia jarang dimainkan memang mengindikasikan sesuatu. Namun tetap saja, sebagai pengganti, Wright menawarkan sejumlah kualitas yang serupa dengan Balogun — dan ia sudah pernah mencetak gol di Piala Dunia. Itu jelas menjadi nilai tambah.

Christian Pulisic

Secara teori, menempatkan pencetak gol terbanyak lebih dekat ke gawang adalah ide bagus. Tak ada pemain Amerika Serikat saat ini yang lebih banyak mencetak gol daripada Pulisic — jadi apakah ia bisa berperan di posisi itu?

Secara logika, hal ini masuk akal. Pulisic sering bergerak ke tengah, memaksa bek lawan mundur dan membuka ruang. Sementara itu, pemain seperti Antonee Robinson dan Sergino Dest biasanya menjaga lebar permainan, memberi ruang bagi Pulisic untuk berduel satu lawan satu dan menciptakan kekacauan. Secara teori, ia bisa melakukan hal itu dari posisi penyerang tengah, sementara posisi sayap kirinya bisa diisi pemain lain yang dapat melebar atau menusuk ke dalam seperti dirinya, menciptakan sistem serangan yang lebih cair.

Namun kita sudah pernah melihat eksperimen ini sebelumnya. Pulisic terlihat kurang efektif saat ditempatkan di tengah melawan Portugal pada musim semi lalu, dan bahkan ketika bermain bersama Rafael Leao dalam sistem dua penyerang di AC Milan, hasilnya tidak cukup signifikan untuk menyelamatkan musim klub tersebut. Jadi, meskipun menempatkan pencetak gol utama dekat dengan gawang terdengar logis, sebaiknya pemain terbaik tetap dimainkan di posisi terbaiknya. Bagi Pulisic, itu bukan sebagai penyerang nomor 9.

Tim Weah

Jika disederhanakan, Balogun memberikan tiga kontribusi utama bagi tim: mencetak gol, berlari di belakang pertahanan, dan memimpin pressing. Weah jelas mampu melakukan dua hal terakhir, dan seperti yang diingat banyak orang, ia melakukannya dengan baik dalam laga pembuka Piala Dunia 2022 melawan Wales.

Tentu ada kompromi di sini. Weah bukan penyerang murni dan sudah lama tidak bermain di posisi tersebut. Beberapa tahun terakhir, pemain Marseille ini lebih sering berperan sebagai bek sayap, dengan tugas utama mencegah kebobolan ketimbang mencetak gol. Posisi penyerang tengah menuntut kemampuan mencetak gol tinggi, dan di tim ini, masih ada pemain lain yang lebih unggul dalam hal itu.

Namun jika peran penyerang difokuskan untuk membuat tim secara keseluruhan tampil lebih baik, maka Weah bisa jadi pilihan menarik. Kecepatannya bisa membuka ruang bagi rekan setim, sekaligus memberi peluang menciptakan tekanan yang dapat mengubah jalannya pertandingan.

Apakah ada opsi yang lebih baik? Mungkin ada, tapi Weah memiliki atribut tertentu yang bisa membuatnya cocok untuk peran ini.

Pilihan lainnya

Selain keempat pemain di atas, Pochettino masih memiliki beberapa alternatif lain — meski semuanya memiliki risiko besar.

Gio Reyna, misalnya, sudah mencetak gol di Piala Dunia kali ini dan punya kreativitas tinggi, tetapi kekurangan kekuatan fisik dan kecepatan membuatnya sulit dimainkan sebagai penyerang. Brenden Aaronson memiliki kecepatan dan energi, namun belum menunjukkan kemampuan penyelesaian yang konsisten. Alex Zendejas juga produktif bersama Club America, tetapi belum cukup sering bermain untuk tim nasional.

Pochettino juga bisa mempertimbangkan Malik Tillman, yang secara alami adalah pemain nomor 10, namun memiliki ukuran tubuh dan kemampuan olah bola untuk bermain di depan. Namun pilihan itu berisiko karena bisa mengganggu keseimbangan lini tengah Amerika Serikat yang tampil luar biasa sejauh ini. Hal yang sama berlaku untuk Weston McKennie, yang memang pernah dimainkan sebagai penyerang di Juventus, tetapi jelas lebih efektif di lini tengah.

Apakah Pochettino akan membuat kejutan? Mungkin saja. Namun apa pun pilihannya, keputusan itu harus tepat — karena harapan Amerika Serikat di Piala Dunia bergantung padanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.