TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - UIN Salatiga resmi membuka babak baru dalam ekspansi akademiknya melalui peresmian Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek).
Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof Kamaruddin Amin pada Sabtu (4/7/2026) di Ruang Rapat Gedung KH Hasyim Asy’ari UIN Salatiga.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Sekjen Kemenag, disaksikan Rektor UIN Salatiga, Prof Zakiyuddin Baidhawy beserta jajaran pimpinan dan Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Dr Saiful Mujab.
Sekjen Kemenag, Prof Kamaruddin Amin menekankan bahwa kampus merupakan key changer fundamental dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Dia meminta seluruh ASN UIN Salatiga untuk bergerak aktif dan memastikan kehadiran kampus membawa solusi konkret bagi dinamika sosial.
Baca juga: IJIMS UIN Salatiga Raih Apresiasi Diktis Award 2026, Cetak Rekor 8 Tahun Scopus Q1
• Gerbang Akselerasi SDM Pesantren: Memaknai Program Beasiswa Kemitraan Pemprov Jateng
“Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus mampu meningkatkan otoritasnya sebagai penghasil cendekiawan yang kapabel."
"Prestasi luar biasa yang telah diraih UIN Salatiga harus dipertahankan, berbarengan dengan memperluas dampak nyata di tengah masyarakat."
"Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dan tidak bisa diakses oleh masyarakat,” tegas Prof Kamaruddin.
Sejalan arahan Sekjen Kemenag, Rektor UIN Salatiga, Prof Zakiyuddin Baidhawy menjelaskan bahwa peresmian Fakultas Saintek ini sejalan komitmen UIN Salatiga dalam mengembangkan konsep Green Wasathiyah Campus.
“Kami memadukan nilai-nilai Islam wasathiyyah dengan komitmen terhadap kelestarian lingkungan."
"UIN Salatiga dengan tambahan Fakultas Saintek ini diharapkan dapat menjadi laboratorium hidup bagi tumbuhnya generasi yang unggul secara akademik, namun tetap memiliki kepedulian terhadap bumi sebagai amanah Allah SWT,” ujar Prof Zakiyuddin.
Lebih lanjut, Prof Zakiyuddin menegaskan bahwa keunggulan akademik UIN Salatiga harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang bersih agar dapat menyediakan layanan prima kepada masyarakat.
“Jurnal IJIMS telah berhasil mempertahankan peringkat Q1 Scimago Journal Rank (SJR) selama delapan tahun berturut-turut, sedangkan jurnal IJTIHAD berhasil menjadi jurnal terbaik dunia kategori religious studies."
"Keberhasilan akademik ini tentu harus dibarengi dengan komitmen tata kelola yang baik, tercermin dari predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) yang diperoleh UIN Salatiga sejak 2020.”
“Sinergi antara kementerian dan UIN Salatiga ini diharapkan dapat memperkokoh langkah universitas dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, bereputasi internasional, adaptif, serta tetap berpijak pada nilai keislaman dan kebangsaan,” katanya. (*)