Tak Cuma Obat, Diskes Gandeng Sektor Perikanan Tebar Ikan Nila, Berantas Sarang Nyamuk
Noval Andriansyah July 05, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung bersama jajaran dinas kesehatan di tingkat kabupaten/kota memperketat intervensi pemutusan rantai penularan guna menekan beban penyakit malaria yang masih fluktuatif.

Baca juga: Total Tahun 2026 Ada 1.178 Kasus Positif Malaria di Lampung, 91 Persen Berasal dari Pesawaran

Langkah masif ini difokuskan untuk mengakselerasi status eliminasi total di seluruh wilayah Bumi Ruwa Jurai, khususnya di Kabupaten Pesawaran yang saat ini masih menjadi episentrum penyebaran dengan menyumbang sekitar 91 persen dari total kasus di Lampung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Lampung, Irman Thamrin, menegaskan bahwa penanggulangan malaria tidak bisa lagi bertumpu pada sektor hilir berupa pengobatan medis semata.

Diskes Lampung kini memimpin gerakan komprehensif yang memadukan intervensi medis, pembagian logistik pelindung massal, hingga modifikasi lingkungan secara terpadu.

"Meskipun grafik kasus pada periode 2025–2026 sedang bergerak turun, beban penularan di lapangan masih relatif tinggi. Oleh karena itu, langkah dinas saat ini difokuskan pada penguatan penemuan kasus secara aktif (active case finding) melalui pembentukan posko pengobatan langsung di desa-desa penularan serta pelaksanaan survei kontak ke rumah penderita," ujar Irman, Jumat (3/7/2026).

Di lini perlindungan masyarakat, Diskes Lampung mengoptimalkan distribusi kelambu berinsektisida (Long Lasting Insecticidal Nets) bantuan Global Fund yang berfungsi menghalau sekaligus membunuh nyamuk yang kontak fisik.

Setelah menyalurkan 20.550 unit kelambu pada tahap awal, pihak dinas menjadwalkan peremajaan dan pembagian kelambu massal gelombang terbaru dari Kementerian Kesehatan pada Desember 2026 mendatang untuk mengganti kelambu fungsional warga yang telah kedaluwarsa.

Guna memastikan kesiapan operasional di faskes primer, Diskes Lampung juga telah menyiagakan infrastruktur medis yang sangat memadai di seluruh puskesmas wilayah endemis.

Pihak dinas memastikan pasokan logistik penunjang telah terdistribusi aman dengan rincian kesiapan sebagai berikut:

  • Alat Deteksi Cepat: Tersedia 62.000 unit Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk skrining dini.

  • Fasilitas Pengujian: Disiagakan 406 unit mikroskop laboratorium (minimal satu unit di tiap puskesmas).

  • Stok Obat Antimalaria: Tersedia 56.726 tablet Dihydroartemisinin-Piperaquine (DHP) dan 83.904 tablet Primaquine yang dipastikan aman hingga tahun 2027.

Kolaborasi Lintas Sektor: Metode Predator Alami di Tambak Mangkrak

Menyadari bahwa 232 hektare tambak telantar di pesisir menjadi inkubator raksasa bagi nyamuk Anopheles, Dinas Kesehatan mulai menggerakkan strategi kolaborasi bersama dinas teknis lainnya.

Satu di antara terobosan nyata dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran untuk menerapkan metode pengendalian vektor biologis di area tambak terbengkalai.

Kepala Dinas Perikanan Pesawaran, Zainal Arifin, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan tim untuk mendorong para pemilik lahan mempraktikkan metode polikultur atau penebaran benih ikan pemakan jentik, seperti ikan nila.

Siasat menggunakan predator alami ini terbukti ampuh memotong siklus hidup jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa, seperti yang berhasil diterapkan di kawasan tambak Desa Sidodadi seluas 40 hektare.

Desakan Infrastruktur dan Penguatan Juru Malaria Desa

Di sisi lain, upaya preventif ini ditopang dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat tapak. Dinas Kesehatan terus melatih warga lokal untuk bergabung sebagai kader kesehatan dan Juru Malaria Desa (Jumaldes).

Para kader ini dibekali keahlian melakukan uji cepat menggunakan RDT serta melakukan penyemprotan dinding rumah atau Indoor Residual Spraying (IRS) di pemukiman rawan. Langkah taktis dinas ini mendapat dukungan penuh dari legislatif dan jajaran pemerintah provinsi.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor Akselerasi Eliminasi Malaria menyatakan, komitmen bersama ini ditargetkan mampu menyelesaikan pekerjaan rumah di Kabupaten Pesawaran lebih cepat tanpa harus menunggu target eliminasi nasional.

Melalui perbaikan infrastruktur jalan dan drainase oleh Dinas PUPR serta penataan izin tambak, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis rantai penularan malaria dapat diputus secara permanen dan berkelanjutan.

(tribunlampung.co.id/Riyo Pratama/Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.