TRIBUNMANADO.CO.ID, Bolaang Uki – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Iskandar Kamaru secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) kelima Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bolsel yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Sabtu 4 Juli 2026.
Musda tersebut menjadi momentum penting bagi Pemuda Muhammadiyah Bolsel untuk melakukan evaluasi kepengurusan sekaligus memilih nakhoda baru yang akan memimpin organisasi dalam periode berikutnya.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bolsel, Delfian Giputra Thanta menyampaikan bahwa kepengurusan saat ini merupakan periode keduanya.
Ia mengaku masa pengabdiannya akan segera berakhir karena terbentur batas usia dan ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART Pemuda Muhammadiyah.
"Setelah Musda ini akan lahir kepengurusan baru. Kami berharap estafet perjuangan terus berlanjut," katanya.
"Apa yang telah baik selama kepengurusan ini hendaknya dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan berbagai kekurangan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang kembali," ujarnya.
Delfian juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta Musda agar memilih pemimpin yang memiliki integritas, kuat dalam ibadah, serta memiliki akhlak yang baik.
"Calon ketua haruslah seorang yang ahli ibadah, memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Muhammadiyah, serta tidak terlibat dalam praktik pinjaman online (pinjol) maupun judi online (judol)," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara (Sulut) Syamparudin, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada kepengurusan PDPM Bolsel atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama masa bakti.
Ia mengajak seluruh kader untuk terus menjadikan semangat fastabiqul khairat sebagai landasan dalam berorganisasi, memperkuat dakwah, melahirkan kader-kader terbaik, serta terus memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan daerah.
Sebelum secara resmi membuka Musda, Bupati Iskandar Kamaru menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Muhammadiyah yang hingga saat ini tetap konsisten menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bolsel dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kontribusi yang diberikan organisasi kepemudaan merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas, baik melalui kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, maupun pemberdayaan generasi muda.
"Organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah bagaikan dua sisi mata uang logam. Keduanya memiliki peran yang berbeda, namun tidak dapat dipisahkan," katanya.
"Pemerintah membutuhkan masukan, kritik yang membangun, serta kolaborasi dari organisasi kepemudaan, sementara organisasi kepemudaan memerlukan dukungan pemerintah untuk mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Iskandar.
Ia berharap Musda kelima pemuda Muhammadiyah Bolsel mampu melahirkan kepemimpinan baru yang amanah, berintegritas, dan mampu menjaga semangat persatuan serta menjadi motor penggerak pembangunan, khususnya dalam membina generasi muda di Kabupaten Bolsel.
Pembukaan Musyda turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Bolsel, Tayeb Mokobombang, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bolsel, Pimpinan Daerah Aisyiyah Bolsel, para pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi kemasyarakatan pemuda Islam (OKPI), Danramil Bolaang Uki, serta warga Persyarikatan Muhammadiyah.
(TribunManado.co.id/Nie)