Musim Kemarau Tiba, Pemda Diminta Deteksi Dini Karhutla dan Kekeringan
Choirul Arifin July 05, 2026 02:35 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musim kemarau selain menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah, juga menyebabkan kebakaran. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran lahan dan hutan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, diantaranya di Provinsi Kalimantan Barat. 

Di wilayah tersebut luas lahan terbakar terbesar dengan total mencapai 28.216,31 hektare sejak Januari hingga akhir Juni 2026.

“Berdasarkan pemantauan terbaru, masih terdeteksi 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah,” ujar Kapusdatin Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Sabtu, (4/7/2026).

Sementara itu di Provinsi Riau, total luas lahan terbakar sejak Januari hingga 2 Juli 2026 tercatat mencapai 15.231,44 hektare. Pemerintah Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat hingga 30 November 2026.

“Pada laporan terbaru, tidak terdapat penambahan luas lahan terbakar,” katanya.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Selatan, total luas lahan terbakar sejak Januari hingga akhir Juni 2026 mencapai 305,39 hektare.

BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan penanganan, termasuk pelaksanaan operasi water bombing yang pada Kamis (03/07) berhasil menjangkau area terbakar seluas sekitar sembilan hektare.

Baca juga: Walhi Sebut Deforestasi di Kalimantan Barat Meningkatkan Potensi Karhutla hingga Krisis Iklim

Selain penanganan kejadian yang sedang berlangsung, BNPB terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau tahun 2026 yang diprakirakan dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia.

Berbagai upaya mitigasi telah dilakukan BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, antara lain melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, pemasangan jaringan pipanisasi, dan pendistribusian bantuan air bersih.

Baca juga: Ancaman Karhutla saat El Nino, Menko Polkam Wanti-wanti Aparat Pertaruhkan Jabatan bila Gagal Cegah

Selain itu juga penguatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki periode musim kemarau dengan potensi penurunan curah hujan dan peningkatan suhu udara.

BNPB mengimbau pemerintah daerah  untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sistem peringatan dini, melakukan pemantauan ketersediaan sumber air, serta mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, serta segera melaporkan potensi kebakaran maupun kondisi kedaruratan kepada petugas terkait.

“Kesiapsiagaan, mitigasi, dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana selama periode musim kemarau dan potensi El Nino tahun 2026,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.