TRIBUNNEWSMAKER.COM – Perkembangan terbaru dalam kasus hilangnya seorang mahasiswi Telkom University berinisial N masih menjadi perhatian publik.
Hingga kini, korban belum berhasil ditemukan meski upaya pencarian terus dilakukan oleh pihak keluarga, kepolisian, serta berbagai pihak terkait.
Di tengah proses pencarian, sempat beredar informasi yang menyebut mahasiswi tersebut diduga berada di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.
Kabar itu sempat memunculkan harapan baru bagi keluarga dan masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.
Namun, setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi, informasi mengenai keberadaan mahasiswi di Majalaya dipastikan tidak benar.
Pihak yang terlibat dalam pencarian menegaskan bahwa kabar tersebut tidak dapat dibuktikan sehingga tidak mengarah pada keberadaan korban.
Dengan demikian, pencarian terhadap mahasiswi Telkom University itu masih terus berlanjut.
Aparat bersama keluarga tetap mengumpulkan berbagai informasi dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk, sembari mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut.
Baca juga: Sosok Ririn Septiani, Diduga Jadi Selingkuhan Diska Suami Selebgram Sarah Gibson, Kader Perindo
Mahasiswi Telkom University, berinisial N yang dilaporkan hilang oleh keluarganya, hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Budi Purwana, perwakilan keluarga N, mengatakan, sempat ada informasi yang menyebut N berada di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Namun, setelah dicek, kabar tersebut tidak benar.
"Belum, masih pencarian," ujar Budi Purwana, saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).
Dikatakan Budi, kabar yang menyebut N berada di Majalaya bermula dari informasi seorang pendengar radio yang mengaku melihat N. Informasi itu, kemudian berkembang dan disalahartikan seolah-olah N telah ditemukan.
Budi mengatakan, keluarga sempat berupaya menelusuri identitas pengirim informasi tersebut. Setelah ditelusuri, yang bersangkutan mengaku informasi itu bukan berdasarkan pertemuan langsung, melainkan hasil penerawangan.
"Saya bilang ke polisi ada info ini tapi belum konfirmasi. Kita mengejar siapa pendengarnya, di mana, ngomongnya lewat chat kemudian dibacakan penyiar sehingga persepsinya berbeda. Setelah ditemukan pendengarnya, ternyata maksudnya bukan melihat langsung, tapi menurut penerawangan, semacam paranormal," ucapnya.
Meski begitu, keluarga tetap mendatangi wilayah Majalaya untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Namun, hasil pencarian tidak menemukan keberadaan N.
"Saya sudah menelusuri sampai ke Majalaya, enggak ada apa-apa di sana," katanya.
Saat ini, keluarga masih terus melakukan berbagai upaya pencarian. Budi mengatakan, titik terakhir yang diketahui adalah saat N menggunakan ojek online menuju kampus Telkom University.
Keluarga kini berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar kampus, untuk mengetahui arah pergerakan N setelah tiba di lokasi.
"Kemarin ke Tel-U ya, karena titik terakhir ada kontak itu di sekitar Tel-U. Lalu kita coba sisir CCTV, pergi ke mana, sama siapa, mudah-mudahan ada tanda dari CCTV itu," katanya.
Selain itu, keluarga juga berencana meminta bantuan penyedia layanan telekomunikasi untuk menelusuri riwayat komunikasi N sebelum dinyatakan hilang.
"Kita juga mau ke provider untuk meminta bantuan melacak percakapan dia dengan siapa," katanya.
Budi mengatakan, laporan orang hilang telah disampaikan keluarga ke Polrestabes Bandung pada 1 Juli 2026. Hingga kini, pencarian masih dilakukan bersama aparat kepolisian dan berbagai pihak.
"Kami sangat menghargai setiap bantuan yang diberikan berbagai pihak, termasuk dalam hal penyebaran informasi yang akurat," ujarnya.
Diketahui, N meninggalkan rumah pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dengan tujuan kampus Telkom University. Saat itu, N mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, kerudung krem, serta membawa tas ransel warna krem berisi laptop, tablet, dan telepon seluler.
N memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter, berat badan sekitar 55 kilogram, berkulit sawo matang cenderung putih, dan berambut lurus. N merupakan mahasiswa Telkom University Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) angkatan 2025.
"Kami mohon bantuan dan doa dari semua pihak agar Nadira dapat ditemukan dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga. Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terus membantu upaya pencarian Nadira," katanya.
(TribunNewsmaker.com/TribunJabar.id)