JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
Gary Neville memberikan pandangan jujur mengenai permasalahan bek kanan tim nasional Inggris di Piala Dunia serta keputusan memainkan Declan Rice di posisi yang tidak biasa.
Neville menilai bahwa masalah di posisi bek kanan bisa mengganggu perjalanan Inggris di turnamen ini setelah Declan Rice terpaksa mengisi posisi tersebut saat menghadapi Republik Demokratik Kongo. Mantan bek tersebut memperingatkan bahwa lini pertahanan asuhan Thomas Tuchel yang belum stabil kini menjadi kekhawatiran besar menjelang laga babak 16 besar.
Cedera pemain membuat Tuchel kekurangan opsi di lini belakang
Inggris memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia setelah menang 2-1 atas Republik Demokratik Kongo, namun cedera para pemain membuat Tuchel menghadapi masalah besar dalam menentukan pemain di posisi bek kanan. Reece James absen karena cedera hamstring dan masih diragukan tampil pada laga hari Senin melawan Meksiko setelah gagal menyelesaikan sesi latihan penuh pada hari Jumat. Jarell Quansah juga mengalami masalah pada pergelangan kaki, membuat Tuchel kekurangan opsi alami di sisi kanan pertahanan.
Neville mempertanyakan perencanaan Inggris di posisi bek kanan
Masalah tersebut membuat Rice harus bergeser dari lini tengah ke posisi bek kanan di menit-menit akhir laga melawan Republik Demokratik Kongo. Meskipun Inggris berhasil mempertahankan kemenangan, Neville menilai kurangnya kestabilan di lini pertahanan bisa menjadi masalah serius seiring berjalannya turnamen.
“Dia [Rice] pernah dimainkan sebagai bek kanan untuk Arsenal dalam laga melawan West Ham yang saya tonton beberapa bulan lalu, dan saat itu saya pikir keputusan Mikel Arteta salah. Namun kali ini saya justru berharap itu dilakukan di babak kedua,” ujar Neville kepada ITV.
“Ini bukan pertama kalinya. Saya bisa mengingat tiga atau empat turnamen sebelumnya di mana posisi bek sering tidak mendapat perhatian yang semestinya. Orang mungkin berpikir, ‘bisakah kita membawa lima penyerang dan meninggalkan satu bek kiri?’ Tapi hal itu kini benar-benar merugikan Inggris dalam pertandingan. Ini menjadi masalah, baik dalam bertahan maupun saat menyerang.”
Lini pertahanan kurang solid
Neville menilai bahwa tidak adanya empat bek yang benar-benar padu bisa menjadi bom waktu bagi tim asuhan Tuchel. Kerentanan di sisi sayap menjadi sorotan utama, dengan mantan bek Manchester United itu menegaskan bahwa kemampuan individu saja tidak cukup untuk menutupi kurangnya koordinasi di area pertahanan.
“Saya sudah mengatakan sebelum turnamen bahwa kami memang punya empat bek, tapi mereka harus menjadi satu kesatuan sebagai lini belakang,” kata Neville. “Secara individu mereka cukup bagus dalam duel satu lawan satu, tapi saya rasa mereka belum menjadi satu unit. Kerentanan yang kita miliki sekarang sangat mengkhawatirkan.”
“Kita sudah tahu sejak awal bahwa dua bek kanan kita rentan cedera. [Tino] Livramento cedera, lalu [Trevoh] Chalobah dipanggil… seharusnya panggil saja bek kanan lain. Kita sudah memainkan empat pertandingan dan sejauh ini sudah menggunakan lima pemain berbeda di posisi bek kanan. Itu menunjukkan bahwa [Tuchel] masih belum menemukan solusi di posisi tersebut. Cepat atau lambat hal ini akan merugikan kita.”
Tuchel dihadapkan pada keputusan penting dalam menentukan pemain
Inggris kini mengalihkan fokus ke laga babak 16 besar melawan Meksiko, namun pilihan pemain bertahan bagi Tuchel tetap terbatas, dengan James dan Quansah masih diragukan tampil untuk pertandingan tersebut.