Maroko Dihantam Cedera Parah Saat Rekrutan Baru Bayern Munich, Ismael Saibari, Harus Keluar Lapangan Lebih Awal Melawan Kanada
Hendra Wijaya July 05, 2026 07:38 AM

Kemenangan tim nasional Maroko atas Kanada di Piala Dunia ternoda oleh cedera serius yang diderita gelandang bintang mereka, Ismael Saibari, yang harus ditarik keluar lebih awal pada babak pertama. Pemain berusia 25 tahun itu, yang baru saja menyelesaikan kepindahan besar ke raksasa Jerman Bayern Munich, tampak sangat terpukul saat meninggalkan lapangan.

Mimpi Saibari di Piala Dunia kini berada dalam bahaya. Ada kekhawatiran besar terhadap kondisi pemain yang baru direkrut Bayern Munich tersebut setelah laga babak 16 besar melawan Kanada harus berakhir lebih cepat baginya. Saibari terpaksa meninggalkan pertandingan setelah baru bermain selama 20 menit, dengan raut wajah penuh kesakitan dan kesedihan yang jelas terlihat.

Pemain internasional Maroko itu berkali-kali terlihat memegangi paha kanannya sebelum akhirnya menyerah dan menyadari bahwa ia tidak dapat melanjutkan pertandingan. Dengan ekspresi menahan sakit, Saibari langsung menuju ruang ganti, memaksa pelatih Mohamed Ouahbi melakukan pergantian dengan memasukkan Soufiane Rahimi, yang kemudian mencetak gol penutup dalam kemenangan 3-0 tersebut.

Bayern Munich kini cemas menantikan kabar kondisi sang pemain. Cedera ini datang di waktu yang sangat tidak tepat bagi Saibari maupun klub barunya. Juara bertahan Bundesliga itu baru saja mengumumkan secara resmi transfer Saibari dari PSV beberapa hari lalu, di mana sang gelandang menandatangani kontrak jangka panjang di Sabener Strasse hingga tahun 2031. Menurut laporan, nilai transfer tersebut mencapai sekitar €50 juta.

Saibari merupakan salah satu pemain paling menonjol bagi skuad Atlas Lions sepanjang turnamen ini, dengan torehan tiga gol sebelum memasuki fase gugur. Kehilangannya akan menjadi pukulan besar bagi peluang Maroko meraih gelar juara, sekaligus membuat pihak Bayern khawatir mengenai awal kariernya di Bundesliga.

Saat ini, tingkat keparahan cedera tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan medis yang dijadwalkan dalam beberapa jam mendatang akan menentukan apakah gelandang tersebut masih bisa tampil lebih jauh di Piala Dunia 2026. Jika cedera yang dialaminya hanya berupa ketegangan otot ringan, ada harapan Saibari bisa kembali pada tahap akhir turnamen. Namun, jika terbukti lebih serius, kemungkinan besar ia harus mengakhiri turnamennya lebih awal dan absen dalam persiapan pramusim di Munich.

Performa impresif Brahim Diaz, yang mencatat dua assist meskipun Saibari harus keluar lebih awal, dapat memberi fleksibilitas taktik bagi tim nasional Maroko ke depan.

Meski kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Maroko tetap melaju ke perempat final dengan penampilan yang dominan. Mereka kini akan menghadapi pemenang antara Prancis dan Paraguay. Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Maroko sebagai kekuatan besar di sepak bola dunia, membuktikan bahwa keberhasilan mereka di Qatar 2022 bukan sekadar keberuntungan.

Skuad asuhan Ouahbi terus menunjukkan kematangan taktik dan ketangguhan mental, namun kehilangan pemain sekelas Saibari akan benar-benar menguji kedalaman skuad. Para penggemar serta pihak klub kini menanti dengan cemas hasil pemeriksaan medis resmi, sementara raksasa Afrika itu bersiap menghadapi tantangan besar berikutnya di panggung dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.