Bruno Guimaraes Tegaskan Brasil Harus Bungkam 'Liciknya' Erling Haaland dan Siap Hadapi Duel Gelandang dengan Martin Odegaard dalam Laga Kontra Norwegia
Budi Santoso July 05, 2026 08:17 AM

Bruno Guimaraes menegaskan bahwa Brasil harus mampu meredam kelicikan Erling Haaland, sambil menantikan duel pribadi di lini tengah melawan Martin Odegaard pada laga melawan Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia hari Minggu nanti.

Guimaraes membantah anggapan bahwa Brasil adalah favorit mutlak menghadapi Norwegia. Ia menuduh Haaland sengaja memainkan permainan psikologis dengan mengalihkan tekanan ke tim juara dunia lima kali tersebut, sekaligus menyatakan antusiasmenya untuk berhadapan langsung dengan Odegaard di lini tengah.

Permainan psikologis Haaland dianggap tak berpengaruh

Kendati Norwegia punya rekor historis lebih baik dari Brasil — dua kemenangan dan dua hasil imbang dalam pertemuan sebelumnya — Haaland secara terbuka menyebut Brasil sebagai favorit jelas untuk laga sistem gugur ini. Namun, Guimaraes melihat hal itu sebagai strategi untuk mengalihkan tanggung jawab dari timnya sendiri.

Dalam wawancara dengan Caze TV, Guimaraes mengatakan: "Dia sangat licik dengan perkataannya. Dia mencoba melepaskan semua tanggung jawab dari timnya dan menaruhnya pada kami. Sejujurnya, saya tidak terlalu peduli dengan apa yang orang lain lakukan. Sepak bola ditentukan di lapangan. Sebelas lawan sebelas. Ini akan menjadi pertandingan hebat dan penuh pertarungan. Mereka juga punya keunggulan, pemain-pemain tinggi yang akan mencoba melakukan umpan silang. Kami harus cerdas. Dia licik; dia berusaha mengalihkan tekanan dari mereka. Kami harus siap."

Strategi untuk menghentikan Haaland

Guimaraes menekankan bahwa Brasil telah bekerja keras di sesi latihan untuk menetralisir ancaman spesifik Norwegia, terutama kekuatan fisik dan kemampuan mereka dalam duel udara. Ia menyebut bahwa menjaga Haaland — yang sudah mencetak lima gol di Piala Dunia — agar terisolasi dari rekan setimnya menjadi prioritas utama bagi tim asuhan Carlo Ancelotti.

"Saya pernah bermain melawannya (Haaland); bagi saya, dia adalah salah satu penyerang terbaik di dunia bersama Kane," kata Guimaraes. "Kami harus berusaha mencegah bola sampai ke dirinya. Kami menyebutnya bertahan sambil menyerang, selalu ada seseorang yang menempel padanya agar tidak memberinya ruang karena kami tahu satu bola saja bisa menentukan pertandingan; kami tidak boleh memberinya bola itu besok."

Dominasi lini tengah dan duel dengan Odegaard

Selain ancaman Haaland, laga ini juga menyajikan duel menarik di lini tengah antara Guimaraes dan kapten Arsenal, Martin Odegaard. Gelandang Brasil berusia 28 tahun itu, yang sejauh ini telah menempuh jarak total 44,4 km dalam empat pertandingan, mengaku tak sabar menguji kemampuannya melawan bintang The Gunners tersebut.

"Saya berharap bisa unggul," ujar Guimaraes ketika ditanya tentang duel dengan Odegaard. "Pertandingan ini bersifat kolektif, tapi duel individu juga penting. Kami harus tampil dalam performa terbaik. Semuanya bisa ditentukan dalam beberapa momen. Mereka adalah tim yang bisa memanfaatkan bola mati atau pelanggaran untuk mencetak gol. Saya ingin terus membuat sejarah di sini. Saya pikir ini akan jadi pertandingan menarik, semoga tim terbaik menang — dan semoga itu kami."

Penebusan dan motivasi sejarah

Bagi Guimaraes, Piala Dunia kali ini menjadi kesempatan untuk menebus pengalaman buruk di Qatar empat tahun lalu. Kini tampil di Piala Dunia keduanya pada usia 28 tahun, ia memberikan penilaian jujur atas performanya di turnamen sebelumnya. "Pada 2022, saya tidak tampil seperti yang diharapkan," aku Guimaraes, yang kala itu hanya tampil dua kali dari lima pertandingan Brasil dan mencatat total 67 menit bermain sebagai pemain pengganti.

Gelandang Newcastle United itu juga menambahkan bahwa fakta Brasil belum pernah mengalahkan Norwegia menjadi dorongan tambahan bagi skuatnya, meskipun jumlah pertemuan kedua tim tidak banyak. "Itu menjadi motivasi tambahan bagi kami, bukan? Untuk mematahkan catatan buruk itu... Kami tahu sudah lama kedua tim tidak bertemu; banyak hal telah berubah. Ini menjadi motivasi. Kami ingin menciptakan sejarah kami sendiri dan menuliskan nama kami dalam sejarah sepak bola Brasil. Kami punya kesempatan untuk melakukannya besok," ujarnya menutup pembicaraan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.