Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - PT Wahana Lestari Investama (WLI) yang berlokasi di seram Utara, Maluku Tengah mengambil langkah konkrit dalam menjaga keberlanjutan ekosistem tambak udang melalui kolaborasi strategis dengan PT Esa Maha Karya Tunggal.
Kerja sama ini difokuskan pada implementasi teknologi treatment Mikrobiologi Ecotru™️ untuk pengelolaan limbah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan operasional tambak yang menghasilkan limbah organik, PT WLI berkomitmen untuk menekan beban pencemaran, mengeliminasi bau, serta menjaga kualitas air di sekitar lokasi tambak.
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Maluku Minggu 5 Juli 2026: Hampir Semua Wilayah Cerah dan Berawan
Baca juga: Hari Hoki 5 Juli 2026, 4 Zodiak Ini Berpeluang Raih Rezeki dan Kesuksesan
Solusi Berbasis Alam Teknologi Ecotru™️ memanfaatkan keunggulan mikroorganisme aktif dan enzim alami untuk mengurai berbagai senyawa organik dalam limbah, seperti lemak, protein, karbohidrat, dan selulosa.
Berbeda dengan metode konvensional, pendekatan ini tidak melibatkan bahan kimia berbahaya, menjadikannya solusi yang aman dan berkelanjutan.
Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal, Eka Lestari Sinaga, mengungkapkan bahwa penggunaan mikrobiologi adalah langkah krusial untuk mempercepat degradasi limbah.
"Pemaksaan sanksi pemerintah kepada perusahaan itu begini. misalnya dia rusak lingkungan, kita paksa harus buat perbaikan contoh itu pemulihan baku mutu air dengan penyaringan limbah, jadi kalau mereka tidak lakukan itu sanksinya akan ditingkatkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Sinaga, Sabtu (4/7/2026).
Dijelaskan, Mikrobiologi Ecotru merupakan Enzyme yang memiliki Super Katalase dimana mikrobiologi ini tahan hidup di kondisi extreme seperti rentang suhu 20-40°C, salinitas tinggi hingga 27.000 ppm, COD dan BOD tanpa batas serta kandungan klorin hingga 3ppm. Bakteri Ecotru dikenal sebagai pemakan sedimen dan dapat mengendalikan pencemaran air limbah hitam.
Merespon itu, Manajer PT Wahana Lestari Investama, Mr. Ong, mengaku puas dengan perubahan kualitas air yang terjadi.
"Kami melihat langsung adanya perubahan yang signifikan setelah treatment dilakukan. Limbah yang sebelumnya pekat dan berbau, kini menjadi lebih jernih. Ini menandakan bahwa proses penguraian bahan organik berjalan dengan sangat baik," jelas Mr. Ong.
Treatment Mikrobiologi Ecotru baru tiga hari ini sudah memberikan hasil signifikan, meskip pada masa simulasi. Olehnya itu, PT WLI mengakui professional tim PT Esa Maha Karya Tunggal (Ecotru) yang turun langsung ke Seram Utara.
Di sisi lain, otoritas lingkungan hidup, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi-Maluku, Dr. Azri Rasul, menilai, penanganan limbah tambak memang memerlukan pendekatan teknologi yang terarah agar dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalisir.
Terpisah, Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah merespon baik langkah PT WLI.
Menurut Kepala Dinas, Hengky Tomasoa, kolaborasi antara pelaku usaha dan penyedia teknologi adalah bentuk komitmen nyata dalam menjaga ekosistem.
"Upaya ini perlu diapresiasi karena menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga lingkungan. Pengelolaan limbah yang baik bukan hanya melindungi ekosistem, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha," ungkap Hengky Tomasoa.
Kolaborasi antara PT WLI dan PT Esa Maha Karya Tunggal ini diharapkan menjadi pionir dalam tata kelola lingkungan yang lebih baik di sektor perikanan, sekaligus menjadi model ercontohan bagi pelaku usaha lain dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan ke dalam operasional bisnis mereka.(*)