TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi salah satu program prioritas nasional, meski belakangan menuai beragam kritik dari masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta.
Menurut Hashim, keberlanjutan Program MBG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam merealisasikan janji politik Presiden Prabowo Subianto yang telah diperjuangkan sejak lama.
Program tersebut, kata dia, dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak serta ibu hamil agar memperoleh asupan makanan yang lebih layak.
Karena itu, pemerintah memastikan pelaksanaan MBG tidak akan dihentikan hanya karena muncul berbagai kritik di ruang publik.
Dalam kesempatan yang sama, Hashim juga mengajak Srikandi Jaga Desa untuk mengambil peran aktif dalam mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah hingga ke tingkat desa.
Ia menilai pengawasan dari masyarakat menjadi bagian penting agar setiap program berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.
Baca juga: Polisi hingga TNI Terlibat Kasus Korupsi MBG, Istana Minta Hormati Proses Hukum: Tanpa Pandang Bulu
Hashim yang juga menjabat sebagai Ketua Pakar ABPEDNAS kembali menegaskan komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, pelaksanaan MBG akan terus berlanjut demi memastikan seluruh anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan memperoleh asupan gizi yang memadai.
Pemerintah, lanjutnya, ingin memastikan manfaat program tersebut dapat dirasakan secara luas oleh kelompok masyarakat yang menjadi sasaran utama.
Dengan komitmen tersebut, MBG tetap diposisikan sebagai salah satu agenda strategis pemerintah di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program ini juga diharapkan mampu membantu menekan persoalan gizi di berbagai daerah.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong partisipasi berbagai elemen masyarakat untuk ikut mengawasi implementasinya.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan transparan, efektif, dan tepat sasaran.
Meski terus menjadi sorotan publik, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil kita berikan makanan yang bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi," kata Hashim.
"Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto tidak akan berhenti. Akan dilanjutkan," kata Hashim dalam Pelantikan Srikandi Jaga Desa di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Hashim mengatakan MBG merupakan program utama pemerintahan Prabowo-Gibran yang difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Hal ini khususnya melalui upaya memperbaiki kualitas kesehatan generasi muda.
"Program-program Prabowo-Gibran banyak terletak di desa, dan tujuannya adalah untuk memperbaiki nasib rakyat kita di pedesaan. Contoh adalah program Makan Bergizi Gratis," kata Hashim.
Gagasan MBG telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya sejak 2006. Hashim bilang, Prabowo prihatin dengan tingginya angka stunting pada anak balita di Indonesia yang mencapai sekitar 30 persen.
Bahkan, stunting sempat meningkat menjadi 38 persen berdasarkan data beberapa tahun berikutnya.
Menurut Hashim, penyediaan makanan bergizi gratis merupakan janji politik Prabowo yang terus dibawa sejak Pilpres 2009, 2014, 2019, hingga 2024 sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia.
"Dalam perjalanan programnya terdapat penyelewengan, penyimpangan, bahkan ada yang merusak citra dari program yang mulia ini," ujarnya.
Hashim juga meminta Srikandi Jaga Desa berperan aktif mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat desa.
Menurutnya, organisasi tersebut memiliki tugas memberikan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan agar program-program pemerintah berjalan sesuai tujuan.
Hashim Djojohadikusumo lahir di Jakarta, 1 Januari 1953 dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Siregar.
Usianya saat ini 73 tahun.
Ayahnya merupakan mantan Menteri Negara Riset Indonesia ke-3 dan Menteri Keuangan Indonesia ke-8.
Dirinya memiliki dua kakak perempuan dan satu kakak laki-laki.
Mereka adalah Biantiningsih Miderawati Djiwandono, Marjani Djojohadikusumo, dan Prabowo Subianto.
Dalam kehidupan pribadinya, Hashim menikah dengan Anie Harjati dan dikaruniai tiga orang anak.
Ketiga anak Hashim yakni Aryo Puspito Setyaki Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo, dan Siti Indrawati Djojohadikusumo.
Melansir arsari.co.id, Hashim menempuh pendidikan di Eropa dan Amerika Serikat.
Ia meraih gelar Sarjana Politik dan Ekonomi dari Pomona College di Claremont, California.
Hashim memulai kariernya di dunia perbankan dan investasi bernama Lazard Freres Et Cie.
Baca juga: Sama-sama Jenderal Polri, Sony Sonjaya & Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG, Rekam Jejaknya
Selanjutnya, Hashim memutuskan untuk merintis usaha sendiri dan membangun portofolio bisnis yang luas di bidang industri semen, petrokimia, perkebunan, pertambangan, perbankan, serta perdagangan komoditas internasional di bawah bendera Tirtamas Group.
Tirtamas Group ini menjadi perusahaan induk dari PT Era Persada Trade (trading), PT Tirtamas Majutama (perusahaan investasi induk), PT Indo Consult (konsultasi bisnis), dan PT Proma Comexindo (trading).
Ia juga mendirikan 38 anak usaha lain yang bergerak di bidang semen, petrokimia, energi, dan pertanian.
Sampai pada 1993, mereka mengakuisisi PT Semen Nusantara Cilacap dan PT Semen Dwima Agung.
Saat Indonesia dihantam krisis ekonomi pada 1997-1998, perusahaan milik Hashim yakni Tirtamas Group terpaksa menjual saham-sahamnya dan unit usaha untuk melunasi utang.
Kemudian, pada 2000 dan 2006, Hashim menjabat sebagai Chairman dan Presiden Direktur Nations Energy. Sebuah perusahaan energi Internasional yang beroperasi di Kazakhstan.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan signifikan, sebelum akhirnya Hashim melepas kepemilikannya.
Setelahnya, Hashim tetap melanjutkan kiprahnya di sektor energi dengan mendirikan Nations Petroleum, yang mengelola beberapa ladang minyak.
Hashim kemudian menjual aset-aset tersebut dan menginvestasikan hasilnya ke dalam sektor energi terbarukan di Indonesia.
Pada 2006, Hashim mendirikan Arsari Group dengan visi berinvestasi di proyek-proyek yang mendorong kemajuan dan kesejahteraan bagi semua.
Pada 2018, Hashim berada di rangking 35 sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai 850 juta dolar AS menurut majalah Forbes.
Selain itu, Hashim dan istrinya telah mendidikasikan empat dekade terakhir mereka terhadap berbagai isu sosial penting di Indonesia.
Hashim dikenal atas kontribusinya dalam pelestarian dan promosi warisan budaya Indonesia, perlindungan lingkungan hidup, serta satwa liar yang terancam punah.
2011 - Pahlawan Filantropi, diberikan oleh Forbes Magazine;
2014 - Penghargaan Kalpataru untuk Pelestarian Lingkungan, diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia;
2017 - Satyalancana Wira Karya: Inovator di Bidang Lingkungan, Kehutanan, dan Perubahan Iklim, diberikan oleh Presiden Republik Indonesia;
2019 - Pahlawan Konservasi Satwa Liar, diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia;
2024 - Penghargaan Tutupan Hutan Alam, diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
(TribunTrends/Tribunnews)