Prancis Selamat dari Paraguay, Ulangan Semifinal Piala Dunia Qatar kontra Maroko Menanti Les Bleus
Muhammad Nursina Rasyidin July 05, 2026 08:26 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Prancis sukses mengatasi masalah cuaca panas yang mencapai 38 derajat Celcius di Stadion Philadelphia dan 'taktik licik' Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Minggu (4/7/2026).

Gol penalti Kylian Mbappe pada menit ke-62 menjadi pembeda di laga tersebut, Prancis menang tipis 1-0 atas Paraguay.

Hasil tersebut membawa Prancis ke babak perempat final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Maroko yang mengalahkan Kanada dengan skor mencolok 3-0.

Laga Prancis vs Maroko adalah pengulangan semifinal Piala Dunia 2022 Qatar yang mana ketika itu Les Bleus berhasil menang 2-0 berkat gol The Hernandez dan Kolo Muani.

Laju Prancis sejauh ini sudah diprediksi oleh para pengamat lokal sejak awal turnamen. Berbekal skuad mewah yang dimiliki Deschamps, Prancis setidaknya bisa melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026.

"Pasti favorit juara. Prancis itu minimal semifinal di Piala Dunia 2026," kata Gigih dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang direkam di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar.

Hal senada disampaikan analis dari Spieltag Indonesia, Adrian, yang menilai kualitas Prancis masih berada di level tertinggi dunia.

"Prancis kita tahu di dua edisi Piala Dunia sebelum ini selalu bisa sampai ke final, satunya juara dan satunya lagi runner-up. Selisih mereka dengan juara bertahan Argentina sebenarnya sangat tipis," tambah Adrian.

Kemenangan Sulit Prancis

Harus diakui, Prancis untuk melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak mudah saat mengatasi perlawanan Paraguay dalam 2x45 menit ditambah 10 menit waktu injury time babak kedua.

Selama 45 menit pertama, Prancis begitu mendominasi penguasaan bola, tempo permainan, tetapi kesulitan menghadapi lima pertahanan ditambah dengan empat pemain yang beroperasi sentral di lini tengah.

Tim asuhan Deschamps bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan sasaran ke gawang Paraguay dalam kurun waktu tersebut.

Solid, rapat, disiplin, dan kukuhnya lini pertahanan Paraguay membuat para Prancis frustasi ditambah dengan cuaca yang begitu panas di venue pertandingan.

Tapi, Prancis tak kehilangan arah, begitu juga dengan Deschamps.

Dia melakukan rotasi di awal babak kedua dengan memainkan Desire Doue menggantikan Barcola.

Satu perubahan yang membuat Prancis memenangkan pertandingan ini.

Penalti yang didapat Prancis berasal dari tusukan dan aksi individu Doue yang kemudian dijegal oleh pemain Paraguay, Diego Gomez.

Ekseskusi dingin Mbappe menyempurnakan peluang Prancis menjadi gol hingga menuntun mereka untuk meraih kemenangan.

Hasil itu juga membawa Didier Deschamps mencapai rekor baru sebagai pelatih pertama yang memenangkan 10 pertandingan fase gugur Piala Dunia.

Taktik Licik

Paraguay juga mencapai rekor di laga ini, sebagai tim yang tidak mendapatkan satu pun kartu kuning dalam pertandingan Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1998 melawan Nigeria.

Padahal di dalam pertandingan ada beberapa insiden yang bisa mendatangkan kartu kuning untuk para pemain Paraguay, namun itu tidak dikeluarkan oleh wasit.

Seperti menendang titik penalti sebelum eksekusi Mbappe, Upamecano yang terkena siku pemain Paraguay, hingga tekel buruk yang dilakukan Andres Cubas kepada Rabiot.

Semuanya lolos dari kartu kuning wasit.

Kejadian itu membuat drama pertandingan lebih panas di penghujung waktu hingga peluit panjang dibunyikan wasit di mana para pemain Paraguay melakukan tindakan-tindakan untuk memancing pemain Prancis ke dalam konflik.

Pakar sepak bola Amerika Serikat, Tim Vickery menilai Paraguay diuntungkan dengan seni gelap era VAR, di mana pelanggaran-pelanggaran keras tidak berujung dengan kartu wasit.

"Ini adalah ilmu hitam yang diadaptasi untuk era VAR," katanya di BBC Radio 5 Live.

"Siku harus sedikit lebih rendah, Itu adalah perpaduan antara pertahanan yang jujur dan heroik dari Paraguay serta sebuah pertunjukan kehebatan dalam seni gelap VAR," sambungnya.

Mantan kiper Man City dan timnas Inggris, Joe Hart juga menyoroti hal yang sama, terutama dalam kepemimpinan wasit yang tidak tegas.

"Saya tidak akan pernah ingin menang dengan cara seperti itu dan saya tidak akan pernah ingin bermain sepak bola dengan cara wasit seperti itu," kata Hart di BBC One.

"Wasit sama sekali tidak membantu. Fakta bahwa tidak satu pun pemain Paraguay mendapat kartu kuning selama 90 menit waktu pertandingan sungguh mengejutkan," tutupnya.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.