JPO Stasiun Bekasi Belum Selesai, Pemkot Ungkap Kenaikan Dolar Hambat Proyek
Feryanto Hadi July 05, 2026 08:33 AM

 

Laporan Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR – Proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Stasiun Bekasi, Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, belum rampung meski sebelumnya ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.

Pantauan di lokasi, sejumlah pekerjaan konstruksi masih berlangsung. Struktur utama jembatan memang sudah berdiri, namun sejumlah bagian seperti lantai jembatan, tangga, hingga pekerjaan finishing masih dikerjakan oleh pihak kontraktor.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengakui penyelesaian proyek tersebut mengalami keterlambatan dari target awal.

Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi progres pekerjaan, salah satunya terkait kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak pada pengadaan material proyek.

"Awalnya memang target optimistis selesai akhir Juni. Tapi seiring berjalan waktu ada beberapa persoalan, salah satunya kenaikan dolar yang berpengaruh terhadap proyek," kata Idi Sutanto, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: Dinkes Bekasi Tarik Nakes Usai Dugaan Salah Prosedur Vaksin Bayi

Meski demikian, Idi menegaskan pembangunan JPO tersebut tetap berjalan dan tidak mengalami penghentian pekerjaan.

Ia memastikan proyek masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan dapat segera digunakan masyarakat setelah seluruh pekerjaan rampung.

"Strukturnya sudah berdiri. Tinggal pekerjaan lantai, tangga, dan penyelesaian akhir," ujarnya.

JPO tersebut dibangun sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki yang hendak menyeberang di kawasan Stasiun Bekasi yang dikenal memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat setiap harinya.

Keberadaan jembatan penyeberangan itu juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan, khususnya penumpang kereta api yang keluar masuk stasiun.

Selain memperhatikan aspek keselamatan, Pemerintah Kota Bekasi juga berupaya menghadirkan fasilitas yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Idi mengatakan pihaknya sempat mengusulkan penambahan fasilitas lift agar JPO dapat diakses dengan lebih mudah oleh penyandang disabilitas, lansia, maupun ibu yang membawa anak.

"Kami juga sempat mengusulkan penambahan lift agar ramah bagi penyandang disabilitas, tetapi masih menunggu apakah bisa direalisasikan," paparnya.

Menurut dia, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menyesuaikan dengan kebutuhan teknis maupun ketersediaan anggaran.

Sementara itu, molornya penyelesaian proyek mendapat perhatian dari warga yang setiap hari melintasi kawasan Stasiun Bekasi.

Sofia (23), warga Bekasi Timur, mengaku berharap pembangunan JPO bisa segera diselesaikan karena keberadaannya dinilai penting untuk menunjang keselamatan pejalan kaki.

"Kalau sudah jadi pasti lebih aman karena di depan stasiun kendaraan ramai sekali. Jadi semoga cepat selesai dan bisa segera digunakan masyarakat," kata Sofia.

Ia menilai keterlambatan proyek memang dapat dimaklumi apabila disebabkan kendala teknis maupun faktor ekonomi, namun pemerintah perlu memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai jadwal terbaru.

"Yang penting jangan sampai mangkrak. Warga tentu ingin ada kepastian kapan selesainya supaya fasilitas itu bisa segera dimanfaatkan," ujarnya.

Sofia juga berharap fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar memperhatikan kebutuhan seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.

Menurut dia, keberadaan lift akan sangat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas saat menyeberang di area stasiun.

Dengan progres konstruksi yang terus berjalan, Pemerintah Kota Bekasi optimistis JPO Stasiun Bekasi dapat segera dirampungkan dan menjadi fasilitas pendukung transportasi yang lebih aman, nyaman, serta ramah bagi seluruh pengguna. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.