Tanggal 5 Juli 2026 Memperingati Hari Apa? Ini 3 Momen Penting dan Sejarahnya
Tiara Shelavie July 05, 2026 09:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 5 Juli 2026 menjadi salah satu hari yang penuh dengan nilai sejarah, baik dalam perjalanan bangsa Indonesia maupun perkembangan olahraga dunia. 

Setiap peringatan yang jatuh pada tanggal ini memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama memiliki momen penting yang membawa perubahan besar di bidangnya masing-masing. 

Mulai dari lahirnya lembaga perbankan nasional yang menjadi fondasi sistem keuangan Indonesia, keputusan politik yang mengubah arah ketatanegaraan, hingga terbentuknya organisasi internasional yang menaungi olahraga bulu tangkis di tingkat dunia.

Di Indonesia, 5 Juli diperingati sebagai Hari Bank Indonesia, yang berakar dari berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946. 

Kehadiran bank nasional tersebut menjadi simbol kemandirian ekonomi Indonesia setelah meraih kemerdekaan. 

Pada masa awal berdirinya, BNI tidak hanya menjalankan fungsi perbankan, tetapi juga berperan sebagai bank sentral yang menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI), mata uang resmi pertama Republik Indonesia. 

Momentum ini menjadi tonggak penting dalam membangun sistem keuangan nasional yang terlepas dari pengaruh lembaga keuangan kolonial.

Tanggal yang sama juga dikenang sebagai peringatan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, salah satu keputusan paling bersejarah dalam perjalanan konstitusi Indonesia. 

Dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno tersebut mengakhiri berlakunya Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950 dan mengembalikan Indonesia kepada Undang-Undang Dasar 1945. 

Keputusan itu lahir di tengah situasi politik yang tidak stabil akibat kegagalan Konstituante menyusun konstitusi baru. 

Dampaknya tidak hanya mengubah sistem pemerintahan, tetapi juga menjadi awal dari babak baru kehidupan politik nasional yang dikenal sebagai era Demokrasi Terpimpin.

Baca juga: Tanggal 4 Juli 2026 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Kemerdekaan Amerika Serikat

Sementara itu, di tingkat internasional, World Badminton Day atau Hari Bulutangkis Sedunia turut diperingati setiap 5 Juli. 

Peringatan ini ditetapkan oleh Badminton World Federation (BWF) untuk mengenang berdirinya International Badminton Federation pada 5 Juli 1934 di London. 

Hari Bulutangkis Sedunia menjadi ajang untuk menghormati sejarah panjang perkembangan olahraga bulu tangkis sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat di berbagai negara agar aktif berpartisipasi dalam olahraga tersebut, baik sebagai atlet maupun sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

3 Momen Penting pada Tanggal 5 Juli 2026

1. Hari Bank Indonesia

Tanggal 5 Juli memiliki arti istimewa dalam sejarah dunia perbankan nasional. 

Pada hari itulah, tahun 1946, pemerintah Republik Indonesia mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank pertama milik negara setelah Indonesia merdeka, dikutip dari laman Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya.

Sebelum kemerdekaan, sistem perbankan di Indonesia masih berada di bawah kendali pemerintah kolonial Belanda melalui De Javasche Bank, yang berfungsi sebagai bank sirkulasi sekaligus bank sentral di Hindia Belanda. 

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada masa Perang Dunia II, lembaga tersebut diambil alih dan dioperasikan dengan nama Nanpo Kaihatsu Ginko.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, pemerintah Indonesia membutuhkan lembaga keuangan nasional yang mampu mendukung jalannya pemerintahan sekaligus memperkuat perekonomian negara yang baru berdiri. 

Atas dasar kebutuhan tersebut, pemerintah membentuk Yayasan Pusat Bank Indonesia yang kemudian dilebur menjadi Bank Negara Indonesia pada 5 Juli 1946.

Pada masa awal berdirinya, BNI menjalankan fungsi sebagai bank sentral Republik Indonesia. 

Salah satu peran pentingnya adalah menerbitkan ORI (Oeang Republik Indonesia), mata uang resmi pertama Republik Indonesia yang menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa setelah lepas dari pengaruh mata uang kolonial.

Perjalanan sistem perbankan Indonesia kemudian mengalami perubahan setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949. 

Dalam kesepakatan tersebut, De Javasche Bank ditetapkan kembali sebagai bank sentral Indonesia dan kemudian dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia melalui Undang-Undang Pokok Bank Indonesia pada tahun 1953. 

Sementara itu, BNI bertransformasi menjadi bank umum yang berperan dalam pembiayaan pembangunan nasional.

Momentum berdirinya BNI pada 5 Juli 1946 kemudian dikenang sebagai Hari Bank Indonesia, yang menjadi pengingat pentingnya kemandirian sistem keuangan nasional dalam mendukung pembangunan ekonomi dan menjaga stabilitas moneter negara.

2. Peringatan Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Peristiwa penting lainnya yang terjadi pada tanggal 5 Juli adalah dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 oleh Presiden Soekarno. 

Dekrit tersebut menjadi salah satu titik balik dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia karena mengakhiri berlakunya Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950 dan memberlakukan kembali Undang-Undang Dasar 1945, dikutip dari laman Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Latar belakang lahirnya dekrit ini tidak terlepas dari situasi politik Indonesia yang saat itu mengalami kebuntuan. 

Berdasarkan amanat Pasal 134 UUDS 1950, Konstituante diberi tugas menyusun undang-undang dasar yang bersifat permanen sebagai pengganti UUDS. 

Namun setelah terbentuk melalui Pemilu 1955, Konstituante tidak berhasil mencapai kesepakatan mengenai dasar negara maupun rancangan konstitusi baru.

Perbedaan pandangan politik dan ideologi yang tajam menyebabkan sidang-sidang Konstituante berlangsung tanpa menghasilkan keputusan. 

Kondisi tersebut berdampak pada ketidakstabilan pemerintahan dan memunculkan desakan dari berbagai kalangan, termasuk TNI dan masyarakat, agar Indonesia kembali menggunakan UUD 1945.

Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 150 Tahun 1959 yang lebih dikenal sebagai Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Isi pokok dekrit tersebut meliputi:

  • Membubarkan Konstituante
  • Menetapkan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 dan menghentikan berlakunya UUD Sementara 1950
  • Memerintahkan pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) dalam waktu sesingkat-singkatnya

Dekrit Presiden membawa dampak besar terhadap arah politik Indonesia. 

Sistem demokrasi parlementer yang berlaku sebelumnya berakhir dan digantikan dengan sistem Demokrasi Terpimpin yang memberikan kewenangan lebih besar kepada presiden. 

Peristiwa ini menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan konstitusi Indonesia dan terus dipelajari sebagai bagian dari sejarah ketatanegaraan nasional.

3. World Badminton Day (Hari Bulu Tangkis Sedunia)

Selain memiliki makna bagi Indonesia, tanggal 5 Juli juga diperingati secara internasional sebagai World Badminton Day atau Hari Bulu Tangkis Sedunia.

Peringatan ini ditetapkan oleh Badminton World Federation (BWF) untuk mengenang lahirnya organisasi internasional yang menaungi olahraga bulu tangkis pada 5 Juli 1934, dikutip dari https://bwfbadminton.com/.

Pada hari tersebut, perwakilan sembilan organisasi bulu tangkis nasional berkumpul di Bush House, London, Inggris. 

Negara-negara yang hadir meliputi Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, Skotlandia, dan Wales.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh A.D. Prebble dari Badminton Association of England. 

Dalam sidang itu disepakati pembentukan International Badminton Federation (IBF) yang kemudian berkembang menjadi Badminton World Federation (BWF) seperti yang dikenal saat ini.

Pembentukan federasi internasional menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya olahraga bulu tangkis memiliki organisasi global yang mengatur peraturan permainan, penyelenggaraan turnamen internasional, hingga pengembangan olahraga ke berbagai negara.

Melalui penetapan World Badminton Day, BWF ingin mengajak masyarakat dunia mengenang sejarah panjang perkembangan bulu tangkis sekaligus mendorong semakin banyak orang untuk berpartisipasi dalam olahraga tersebut. 

Berbagai program seperti Shuttle Time dan AirBadminton juga terus diperkenalkan sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap bulu tangkis, baik sebagai olahraga prestasi maupun aktivitas rekreasi.

Bagi Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan besar bulu tangkis dunia, peringatan ini memiliki makna tersendiri.

 Berbagai prestasi atlet Indonesia di ajang internasional menjadi bukti bahwa bulu tangkis bukan hanya olahraga populer, tetapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa.

(Tribunnews.com/Farra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.