TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Algha Sanjaya, S.Pd., Gr menjadi salah satu guru asal Sulawesi Utara (Sulut) yang menorehkan prestasi di tingkat nasional pada 2026.
Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMP Negeri 1 Manado tersebut berhasil melaju hingga babak final Lomba Inovasi Karya Guru (Linkar) 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Astra.
Dalam ajang tersebut, Algha mampu bersaing dengan lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah melewati serangkaian proses seleksi, ia masuk daftar 100 karya terbaik sebelum akhirnya memastikan tempat di jajaran 10 besar nasional.
Algha merupakan lulusan Program Studi Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Pada kompetisi tersebut, ia memperkenalkan inovasi bertajuk Aplikasi Manguni, sebuah platform digital yang dirancang untuk mendukung layanan bimbingan karier bagi siswa SMP.
Aplikasi itu dikembangkan dengan memadukan konsep Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) dan nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Utara.
Melalui platform tersebut, siswa dibantu mengenali kemampuan, minat, dan potensi diri sebagai bekal menentukan jenjang pendidikan berikutnya.
Menurut Algha, Aplikasi Manguni memberikan rekomendasi sekolah lanjutan, baik SMA maupun SMK, beserta pilihan jurusan yang sesuai dengan karakteristik setiap peserta didik.
"Saya akan mempresentasikan inovasi ini di depan juru minggu depan. Saya mohon doa rekan-rekan guru, siswa maupun masyarakat," ujarnya kepada Tribunmanado.co.id lewat komunikasi via WhastApp, Jumat 3 Juli 2026 petang.
Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga menyajikan saran mengenai bidang usaha serta prospek pekerjaan yang dinilai relevan dengan potensi masing-masing siswa sehingga dapat menjadi referensi dalam merencanakan masa depan.
Guru kelahiran Maret 1995 itu mengaku bersyukur dapat mencapai tahap final. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri sebagai bagian dari penilaian akhir.
Bagi Algha, keberhasilan menembus 10 besar nasional bukan semata-mata tentang mengejar gelar juara. Ia berharap inovasi yang dikembangkannya mampu memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan, khususnya di Sulawesi Utara.
Selain itu, lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Katolik Atma Jaya tersebut berharap pencapaiannya dapat menjadi penyemangat bagi para pendidik lain agar terus menghadirkan berbagai inovasi dalam proses pembelajaran dan pendampingan siswa demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
"Dengan melangkah sejauh ini, saya juga mau ini menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya untuk tetap semangat, berinovasi demi mencerdaskan anak didik kita," kata Algha lagi.
SMP Negeri 1 Manado merupakan salah satu sekolah menengah pertama negeri tertua dan paling dikenal di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Sekolah ini berada di pusat Kota Manado sehingga memiliki akses yang mudah dijangkau dari berbagai wilayah.
Lokasinya berjarak sekitar 2 kilometer dari Balai Kota Manado atau sekitar 5-10 menit berkendara, serta sekitar 15 kilometer dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dengan waktu tempuh kurang lebih 30-40 menit, bergantung kondisi lalu lintas.
Sebagai sekolah yang telah lama berdiri, SMP Negeri 1 Manado memiliki reputasi sebagai salah satu sekolah favorit di Sulawesi Utara.
Setiap tahun sekolah ini menjadi tujuan banyak calon peserta didik karena dikenal memiliki prestasi yang konsisten di bidang akademik maupun nonakademik.
Selain menitikberatkan pada pencapaian akademik, SMP Negeri 1 Manado juga aktif mengembangkan karakter, kepemimpinan, literasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari olahraga, seni, sains, hingga organisasi siswa, menjadi wadah pengembangan bakat dan minat peserta didik.
Sekolah ini juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, penelitian, dan pengembangan inovasi pembelajaran.
Dukungan terhadap kreativitas tenaga pendidik tersebut tercermin dari berbagai prestasi yang diraih guru maupun siswa di tingkat kota, provinsi, hingga nasional, termasuk keberhasilan Guru Bimbingan dan Konseling Algha Sanjaya menembus 10 besar nasional Lomba Inovasi Karya Guru (Linkar) 2026 melalui pengembangan Aplikasi Manguni. (ndo/ind)