Nasib Om Zein Bupati Purwakarta Imbas Lagu Lagu Lalaki Langit, Dipanggil Kemendagri Terancam Sanksi
Azis Husein Hasibuan July 05, 2026 11:09 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Kontroversi seputar lagu berbahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit" ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, kian menggelinding panas. 

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan akan segera memanggil sang bupati untuk memberikan klarifikasi langsung terkait kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, menyatakan bahwa keputusan pemanggilan ini diambil secara resmi setelah pihak internal kementerian melakukan pembahasan mendalam.

"Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat Bupati Purwakarta akan dipanggil ke Kemendagri untuk diminta keterangan atau klarifikasi. Hasil klarifikasi itu nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya," ujar Benny Irwan, Jumat (3/7/2026), dilansir dari Wartakotalive.com

Kemendagri bergerak cepat dan tidak ingin polemik ini berlarut-larut di ruang publik. 

Pihak kementerian menjadwalkan pertemuan tatap muka dengan Om Zein dalam waktu yang sangat dekat.

Proses pemanggilan dijadwalkan terlaksana dalam hitungan hari.

"Kita tunggu dalam satu, dua hari ini," tegas Benny.

LAGU - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein disorot soal lagu ciptaannya yang berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejad. Anggota DPR RI Atalia Praratya mengaku sampai tidak habis pikir.
LAGU - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein disorot soal lagu ciptaannya yang berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejad. Anggota DPR RI Atalia Praratya mengaku sampai tidak habis pikir. (TRIBUN MEDAN)

Respons Om Zein: Hapus Lagu dari Medsos dan Minta Maaf

Merespons derasnya gelombang kritik dari berbagai kalangan, Om Zein memilih mengambil langkah mundur demi meredam situasi. 

Politikus Partai Gerindra tersebut secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Kamis (2/7/2026).

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Om Zein mengumumkan beberapa poin keputusan pribadinya.

Ia mengaku berterima kasih dan menganggap kritik tajam yang diterimanya merupakan sebuah suntikan kepedulian yang positif.

"Sekali lagi Om Zein mohon maaf. Terima kasih atas perhatian semuanya. Saya yakin kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap saya," ucapnya, Kamis (2/7/2026).

Menanggapi tudingan miring terhadap lirik lagunya, Om Zein membeberkan alasan serta latar belakang penciptaan karya tersebut.

Ia menegaskan bahwa lirik itu diadopsi dari puisi yang ditulisnya pada tahun 2020 jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Puisi tersebut, menurutnya, merupakan hasil kontemplasi spiritual atas fase kelam masa lalunya yang ia sebut sebagai seorang pengembara yang tersesat.

"Itu berawal dari sebuah puisi dan kata-kata lagu itu saya buat tahun 2020. Artinya pada saat itu dibuat oleh seorang Om Zein, seorang pengembara yang menurut saya sedang tersesat. Bukan oleh Om Zein seorang bupati, karena tahun 2020 saya belum menjadi bupati," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa lirik tersebut lahir dari rasa syukurnya yang mendalam karena terlahir sebagai laki-laki, mengingat perilaku nakalnya di masa lalu.

"Dalam kategori bragajul, kategori nakal. Sehingga saya merenung dan berpikir, ya Tuhan, untung saya diciptakan jadi laki-laki. Entah kalau jadi perempuan bagaimana jadinya saya. Itulah yang mau saya ungkapkan pada saat itu," tambah Om Zein.

Puisi itu kemudian diaransemen secara gratis oleh seorang seniman pada tahun 2023 menjadi sebuah lagu, yang kini justru memantik gejolak publik.

"Nah tahun 2023 saya juga masih belum jadi bupati. Ada seorang seniman bilang, om ini kita aransemen jadi lagu ya. Saya bilang, ok, enggak masalah, tapi saya enggak mau bayar. Dia bilang gratis. Nah lahirlah lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat yang saat ini menuai kritik dari sebagian pihak," katanya.

Ia juga membantah keras adanya keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pembuatan video klipnya.

"Tidak ada keterlibatan ASN. Itu ditayangkan juga di akun TikTok pribadi, Instagram pribadi, dan YouTube pribadi saya," ujarnya.

Sebelumnya, Lembaga Jabar Bantuan Hukum (JBH) melayangkan somasi terbuka melalui Surat Nomor 023/SOM/JBH/VII/2026 pada Rabu (1/7/2026).

Sebagai lembaga yang fokus pada isu perempuan dan anak, JBH menilai muatan dalam lagu tersebut sudah melampaui batas karya seni.

Ketua JBH, Riyan Bintana, mengungkapkan bahwa hasil analisis semiotika hukum terhadap lirik lagu Om Zein menemukan unsur pelanggaran etika dan moral yang fatal terhadap perempuan.

"Ditemukan fakta hukum yang tidak terbantahkan bahwa lagu tersebut memuat diksi, narasi, dan substansi yang bersifat misoginis, merendahkan derajat eksistensial manusia, serta mendegradasi harkat dan martabat kaum perempuan secara vulgar," tegas Riyan Bintana.

JBH menyoroti tajam tiga bagian lirik yang dianggap menghina kesehatan reproduksi perempuan secara vulgar.

Salah satu penggalan lirik kontroversial yang dipersoalkan berbunyi:

"Cacak mun jadi awewe, SMP kelas tilu tos karuron tujuh kali" (Andai saja jadi perempuan, SMP kelas tiga sudah keguguran tujuh kali).

Sang Kakak Merasa Bangga

Sementara itu, sang kakak, Jazuli Juwaini mengaku bangga dengan adiknya.

Pada videonya di TikTok bersama anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Jazuli tampak sumringah.

"Om Zein, ari maneh nanaonan nyieun lagu teh? Hah? (Om Zein kamu apa-apaan bikin lagu tuh?)," kata Rieke Diah Pitaloka ke arah kamera.

"Tah dengekun nya nasehat si teteh (Tuh dengarkan nasihat teteh)," kata Jazuli.

Menurut Rieke, dirinya langsung mendatangi Jazuli yang merupakan kakak dari Om Zein.

"Tah, disampeurkeun ku urang mah lanceuk na oge langsung, nya kang nya? (Tuh saya datangi langsung kakaknya juga, ya kang?)," kata Rieke lagi.

"Muhun (betul)," kata Jazuli.

Rieke juga mengatakan kalau kritik dan nasihat itu merupakan rasa sayang terhadap Om Zein.

"Nyaah urang teh ka Om Zein teh (sayang saya itu ke Om Zein)," ucapnya.

"Hatur nuhun nasehatna nya (terima kasih nasihatnya ya)," kata Jazuli lagi.

Namun Rieke tampaknya masih geram dengan Om Zein dan akan menemuinya langsung.

"Ngke dijiwir sia ku aku tingali Om Zein, ku aing disampeurkeun sia Om Zein (Nanti saya jewer ya liatin aja Om Zein, saya temui kamu Om Zein)," kata Rieke.

Pada caption video, Jazuli pun mengaku bangga pada sang adik.

"Semakin kita sering mengevaluasi diri dan meminta maaf atas kehilafan , insya Allah akan semakin tinggi drajatnya,,, Kakak bangga padamu Adiku," tulisnya.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.