5 Populer Internasional: Pemakaman Ali Khamenei - Kecelakaan Tewaskan 9 Biksu di Thailand
Suci BangunDS July 05, 2026 09:38 AM

Mulai Sabtu (4/7/2026), Iran akan mengadakan upacara pemakaman Ali Khamenei selama beberapa hari.

Donald Trump mengklaim AS telah menghentikan negosiasi untuk memberi jalan bagi prosesi pemakaman Ali Khamenei.

Sementara itu, sebanyak 9 biksu Buddha tewas setelah ditabrak truk pikap yang dikendarai bocah 11 tahun di Thailand.

1. Trump Beri 'Libur Seminggu' untuk Pemakaman Ali Khamenei, Klaim Iran Ingin Berdamai dan AS Baik

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan AS.

Donald Trump mengklaim AS telah menghentikan negosiasi untuk memberi jalan bagi prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang terbunuh, yang secara resmi dimulai di Iran.

Mulai Sabtu (4/7/2026), Iran akan mengadakan upacara pemakaman Ali Khamenei selama beberapa hari, dan jenazahnya akan diangkut ke kota-kota di Iran dan negara tetangganya, Irak.

Upacara pemakaman dimulai di Grand Mosalla di Teheran, di mana pihak berwenang berencana untuk menutup jalan dan aktivitas sehari-hari saat para pelayat mengenang kehidupan Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama beberapa dekade dengan tangan besi sambil menghadapi Barat.

Berbicara di Mount Rushmore di South Dakota selama perayaan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, yang dikenal sebagai America 250, Trump memuji rekor militer negaranya.

"Kita telah menciptakan militer terkuat dan paling berpengaruh. Kita telah memenangkan dua perang dunia," katanya, Jumat (3/7/2026), dilansir Anadolu Agency.

Trump juga mengklaim bahwa Perang Dingin telah membuat musuh-musuh Amerika "terpuruk dalam sejarah."

Merujuk pada konflik baru-baru ini, Trump berkata:

“Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kita menghancurkan Iran; mereka sangat ingin berdamai. Mereka sangat ingin berdamai. Kita memberinya libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik.”

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Jenderal Iran Muncul dari Persembunyian Jelang Pemakaman Ali Khamenei, Pemain Utama dalam Negosiasi

Seorang jenderal berpengaruh yang memimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) paramiliter Iran, Jenderal Ahmad Vahidi, muncul dari persembunyian saat Teheran bersiap untuk upacara pemakaman mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang berlangsung selama beberapa hari.

Jenderal Ahmad Vahidi belum terlihat di depan umum sejak 8 Februari 2026, beberapa minggu sebelum perang Iran dimulai.

Mulai Sabtu (4/7/2026), Iran akan mengadakan upacara pemakaman Ali Khamenei selama beberapa hari, dan jenazahnya akan diangkut ke kota-kota di Iran dan negara tetangganya, Irak.

Upacara pemakaman dimulai di Grand Mosalla di Teheran, di mana pihak berwenang berencana untuk menutup jalan dan aktivitas sehari-hari saat para pelayat mengenang kehidupan Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama beberapa dekade dengan tangan besi sambil menghadapi Barat.

Foto-foto yang dipublikasikan secara daring oleh media pemerintah Iran menunjukkan Jenderal Ahmad Vahidi menghadiri pertemuan tentang pemakaman Ali Khamenei, Jumat (3/7/2026).

Jenderal Ahmad Vahidi kemudian duduk di samping peti jenazah Ali Khamenei saat Iran mengadakan upacara yang lebih kecil untuknya pada Kamis (2/7/2026) malam di dekat bekas rumah pemimpin tertinggi di pusat kota Teheran.

Dilansir Al Arabiya, para ahli mengatakan, Vahidi telah menjadi pemain utama dalam merumuskan sikap keras Iran dalam menegosiasikan kemungkinan pengakhiran permanen perang dengan Amerika Serikat (AS).

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Apa Alasan Mojtaba Khamenei Tak Hadiri Pemakaman Ayahnya? Disebut Alami Luka Parah sejak Awal Perang

Iran memulai upacara pemakaman mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (86) yang berlangsung selama beberapa hari pada Sabtu (4/7/2026).

Pemakaman digelar beberapa bulan setelah serangan udara menewaskan Ali Khamenei di awal perang yakni pada 28 Februari 2026.

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (56), diperkirakan tidak akan menghadiri pemakaman ayahnya, demikian disampaikan seorang pejabat Iran dan seorang diplomat Timur Tengah kepada NBC News.

Lantas, apa alasan Mojtaba Khamenei tak hadir di pemakaman?

Mojtaba Khamenei yang diangkat sebagai penerus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada Maret 2026, belum terlihat di depan umum atau bahkan mengeluarkan pernyataan audio sejak perang dimulai.

Menurut tiga orang yang mengetahui masalah ini, Mojtaba Khamenei disebut mengalami luka parah dalam serangan yang menewaskan ayahnya di awal perang, dengan luka bakar di wajah dan tubuhnya serta luka yang membutuhkan beberapa operasi pada salah satu kakinya.

Namun, sejauh mana cedera yang dialami Mojtaba Khamenei dan bagaimana cedera tersebut memengaruhi kemampuannya untuk menjalankan tugasnya masih belum diketahui, kata sumber tersebut.

Pemakaman Ali Khamenei dimulai pada Jumat (3/7/2026) dengan kunjungan ke peti jenazahnya oleh para kepala dari tiga cabang pemerintahan Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga merupakan negosiator utama dalam pembicaraan dengan AS, seperti yang ditayangkan dalam video oleh televisi pemerintah.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Putin Minta Rusia Lanjutkan Serangan Skala Besar ke Industri Militer Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.592 pada Sabtu (4/7/2026).

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militer negaranya untuk terus melancarkan serangan skala besar terhadap infrastruktur industri pertahanan Ukraina serta berbagai fasilitas yang mendukung operasi militer Kyiv.

Dalam arahannya, Putin menegaskan bahwa operasi militer terhadap target-target strategis Ukraina harus terus dilanjutkan secara terkoordinasi.

"Dalam hal ini, saya ingin menekankan bahwa tugas melakukan serangan terkoordinasi skala besar terhadap infrastruktur industri pertahanan Ukraina dan fasilitas yang mendukung operasinya harus terus berlanjut," kata Putin, Jumat (3/7/2026).

Selain memerintahkan peningkatan serangan, Putin juga menyatakan Rusia akan memperluas apa yang disebut sebagai "zona keamanan" di sepanjang wilayah perbatasan.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Rusia.

Dalam kesempatan yang sama, Putin kembali mengklaim bahwa seluruh Oblast Luhansk telah berada di bawah kendali Rusia. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai "pembebasan Republik Rakyat Luhansk."

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Kronologi Kecelakaan Maut Tewaskan 9 Biksu di Thailand: Pelaku Bocah 11 Tahun Berkebutuhan Khusus

Kecelakaan maut menimpa sejumlah biksu Buddha di di Provinsi Mukdahan, timur laut Thailand.

Dalam kecelakaan maut tersebut sembilan biksu Buddha tewas, sementara sejumlah lainnya terluka setelah ditabrak sebuah truk pikap yang dikendarai bocah laki-laki berusia 11 tahun.

Menurut kepolisian, rombongan yang terdiri dari 35 biksu dan lima pengikutnya sedang berjalan di sepanjang jalan dalam rangka ziarah saat kecelakaan terjadi.

Lima biksu tewas di lokasi kejadian, sementara empat lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan jubah biksu berwarna kunyit dan barang-barang milik para biksu berserakan di pinggir jalan.

Kendaraan yang menabrak mereka juga terlihat mengalami kerusakan parah.

Polisi mengungkapkan, bocah tersebut mengambil kendaraan milik orang tuanya tanpa izin sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menabrak rombongan biksu.

Pelaku Bocah Berkebutuhan Khusus

Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa mengatakan pihaknya masih menentukan langkah hukum yang akan diambil terkait kasus tersebut, mengutip BBC, Sabtu (4/7/2026).

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.