Dinginnya Gunung Ungaran Tak Surutkan Antusias Pengunjung Terbangkan Lampion di Festival Gedongsongo
muh radlis July 05, 2026 09:56 AM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kabut tipis dan udara dingin khas lereng Gunung Ungaran menyelimuti kawasan Candi Gedongsongo, Bandungan, Sabtu (4/7/2026) malam.

Di tengah hawa yang menusuk, ribuan pengunjung menanti momen yang paling spesial dalam Festival Gedongsongo 2026, yakni menerbangkan lampion ke langit malam.

Sembari menggenggam lampion masing-masing, pengunjung menyalakan api perlahan.
Angin yang bertiup cukup kencang membuat pelepasan lampion tak bisa dilakukan bersamaan. Dengan penuh kesabaran, pengunjung menunggu waktu yang tepat hingga satu per satu lampion berhasil mengudara. Kehadiran lampion menciptakan hamparan cahaya yang mempercantik langit Gedongsongo.

Seorang pengunjung asal Yogyakarta, Elsya Asnawati mengaku, baru pertama kali mengikuti Festival Gedongsongo. Ia sempat terkejut karena menerbangkan lampion ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

"Awalnya excited. Ternyata susah, harus nunggu dan harus sabar. Ekspektasinya bisa terbang bareng-bareng," ujarnya.

Meski demikian, Elsya mengaku, tetap senang akhirnya bisa menerbangkan lampion. Rasa penasaran yang selama ini ia miliki pun terbayarkan.

Sembari melepas lampion hingga perlahan mengudara, Elsya turut memanjatkan doa dan harapan agar semakin jaya di masa mendatang.

Baca juga: Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Minggu 5 Juli 2026, Kini Turun Rp3.650

"Senang ya, karena pertama kali nerbangin lampion. Doanya, semoga semakin jaya," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati mengatakan, Festival Gedongsongo merupakan agenda tahunan yang rutin digelar sejak 2017. Festival tersebut mengangkat tradisi ritual resik candi yang dipadukan dengan berbagai atraksi seni budaya.

Namun, sejak 2024 festival semakin semarak dengan adanya penerbangan lampion dan penampilan artis nasional. Tahun ini, penyanyi Niken Salindry turut memeriahkan acara tersebut.

"Tema tahun ini 'Eksotik Gedongsongo', menggambarkan Gedongsongo yang memancarkan keeksotisan budaya dan sejarah masa lampau untuk menarik kunjungan wisatawan masa kini," ujarnya.

Ia menjelaskan, festival tersebut bertujuan mempromosikan potensi pariwisata unggulan, seni budaya, serta ekonomi kreatif Kabupaten Semarang. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkenalkan dan melestarikan budaya tradisional di kawasan Candi Gedongsongo sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal wisatawan di Kabupaten Semarang.

Tahun ini, Festival Gedongsongo dipadukan dengan Festival Bunga Bandungan yang digelar pada akhir pekan yakni Minggu (5/7/2026). Kolaborasi dua agenda wisata tersebut dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

"Adanya efisiensi anggaran membuat kegiatan di hotel berkurang sehingga tingkat okupansi sempat turun. Karena itu kami padukan dengan Festival Bunga Bandungan. Dampaknya tingkat okupansi hotel di Bandungan meningkat, ekonomi bergerak, baik UMKM maupun usaha pariwisata," jelas Wiwin.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, Festival Gedongsongo kembali mendapat sambutan antusias dengan sekitar 3.000 pengunjung yang memadati kawasan Candi Gedongsongo untuk menikmati pesta lampion dan hiburan musik dari Niken Salindry.

"Kami harapkan ini menjadi sarana promosi Kabupaten Semarang. Setelah Festival Gedongsongo, ada Festival Bunga Bandungan yang pengunjungnya juga sangat besar," ujarnya.

Ia menuturkan, pengembangan sektor pariwisata tidak hanya difokuskan di kawasan Bandungan. Pemerintah Kabupaten Semarang juga terus mengembangkan sejumlah destinasi lain, seperti Bukit Cinta Rawapening yang mampu menarik sekitar 4.000 hingga 6.000 pengunjung, kawasan wisata alam Kopeng, Gajah Mungkur, hingga destinasi yang belakangan semakin diminati wisatawan, yakni Benteng Willem I di Ambarawa.

Selain destinasi yang dikelola pemerintah, Ngesti menyebut sejumlah objek wisata swasta seperti Celosia, Dusun Semilir, Saloka Theme Park, dan berbagai destinasi lainnya turut menjadi penggerak sektor pariwisata di Kabupaten Semarang.

"Kami berharap Kabupaten Semarang benar-benar menjadi surganya pariwisata di Jawa Tengah," katanya.

Menurutnya, bertambahnya berbagai destinasi wisata baru telah mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Semarang hingga penambahan satu juta pengunjung. Pada 2026, pemerintah berharap angka kunjungan tersebut dapat kembali meningkat seiring semakin berkembangnya sektor pariwisata di daerah tersebut.

"Dengan bertambahnya destinasi wisata, peningkatan kunjungan wisata hampir satu juta pengunjung. Pada 2026, harapannya semakin meningkat lagi," katanya. (eyf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.