Kuota SD Sekolah Rakyat Banyumas Berlum Terpenuhi, Masih Ada 65 Tempat
rika irawati July 05, 2026 10:07 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Wakil Bupati Banyumas mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan keberadaan anak-anak dari keluarga miskin yang belum bersekolah agar bisa masuk Sekolah Rakyat.

Apalagi, kuota Sekolah Rakyat Banyumas untuk jenjang SD belum terpenuhi.

Lintarti mengatakan, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi warga Banyumas, khususnya sekitar lokasi sekolah berada.

Namun, tak menutup kesempatan peserta didik dari wilayah lain di Banyumas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekolah ini juga diperuntukkan bagi anak-anak putus sekolah.

"Sepanjang memenuhi persyaratan, anak-anak yang putus sekolah tetap bisa bersekolah di sini."

"Yang penting, mereka memiliki semangat belajar dan berasa dari sasaran program, Desil 1 dan Desil 2," ungkap Lintarti saat mengecek progres Sekolah Rakyat Banyumas, Jumat (3/7/2026).

Baca juga: Dari Banyumas, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen Tegaskan Peran Strategis Pendidikan Agama

Sekolah Rakyat Banyumas dibangun di wilayah Kecamatan Sumbang.

Sekolah ini akan menampung siswa untuk tiga jenjang pendidikan yakni, SD, SMP, dan SMA.

Masing-masing jenjang disiapkan berkapasitas 90 peserta didik sehingga total daya tampung mencapai 270 siswa.

Kompleks sekolah tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, asrama siswa, ruang makan, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, tempat ibadah, kantin, hingga gedung pertemuan.

Bangunan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dibuat terpisah, namun fasilitas laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, dan gedung pertemuan digunakan secara bersama.

Lintarti mengatakan, belum terpenuhinya kuota SD di antaranya disebabkan orangtua yang belum tega melepas buah hati mereka masuk sekolah berasrama.

"Anak-anak SD usianya masih kecil sehingga banyak orangtua yang belum siap melepas mereka tinggal di asrama," ujarnya.

Antusias Jenjang SMP dan SMA Tinggi

Sementara, Kepala SRMP 13 Banyumas Siti Isbandiyah mengatakan, proses penjangkauan calon peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA telah selesai dengan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

Untuk jenjang SMP, sekitar 360 calon peserta didik berhasil dijangkau, namun hanya 90 siswa yang diterima sesuai kapasitas.

Kondisi serupa terjadi pada jenjang SMA, dengan sekitar 360 peminat dan hanya 90 siswa yang ditetapkan sebagai peserta didik.

Sementara, untuk jenjang SD, baru sekitar 25 calon peserta didik SD yang berhasil terjaring.

"Anak-anak SD masih membutuhkan pengasuhan orangtua." 

"Banyak orangtua yang merasa belum tega melepas anaknya tinggal di asrama."

"Jadi bukan karena tidak ada calon siswa, tetapi lebih karena faktor kesiapan orangtua dan anak," ujar Siti.

Meski demikian, proses penjangkauan peserta didik SD masih terus dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan.

Baca juga: Harga Tiket dan Fasilitas Nice Playland Banyumas, Rp 25 Ribu Sepuasnya

Apabila kuota SD tetap tidak terpenuhi, pihak sekolah telah mengusulkan kepada Kementerian Sosial agar sisa kuota dialihkan ke jenjang SMP dan SMA sehingga seluruh kapasitas sekolah tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pembelajaran Dimulai 13 Juli

Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie menegaskan, Sekolah Rakyat memang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 atau kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah.

Seluruh calon peserta didik, kata Agus, telah melalui proses verifikasi dan penyaringan menggunakan data dari Kementerian Sosial.

Seleksi tidak hanya mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga berbagai indikator lain seperti jumlah anggota keluarga, kondisi sosial ekonomi hingga beban pinjaman yang dimiliki keluarga calon peserta didik.

"Semua sudah melalui proses seleksi sehingga siswa yang diterima benar-benar sesuai sasaran program," katanya.

Agus memastikan, kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Banyumas akan dimulai pada 13 Juli meski pembangunan gedung belum sepenuhnya selesai.

Siswa akan menempati bangunan yang telah rampung terlebih dahulu sambil menunggu penyelesaian fasilitas lain.

"Informasi dari PUPR, siswa akan ditempatkan di bangunan yang sudah siap."

"Masing-masing per jenjang akan mulai belajar sambil menunggu pembangunan selesai seluruhnya," ujarnya.

Baca juga: Imbas BBM Nonsubsidi Naik, Kelompok Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi di Banyumas Raya

Ia memastikan, seluruh kepala sekolah dan guru telah siap mengajar.

Seluruh tenaga pendidik direkrut oleh pemerintah pusat dan telah mengikuti berbagai bimbingan teknis sebagai bekal sebelum pembelajaran dimulai.

Berbagai perlengkapan dasar seperti lemari juga telah tersedia.

Sementara, pengadaan tempat tidur dan kasur masih dilakukan oleh pelaksana proyek dan ditargetkan selesai pada 12 Juli.

Untuk sementara, peserta didik diminta membawa perlengkapan pribadi seperti bantal, selimut, dan sprei.

Ke depan, kebutuhan tersebut dimungkinkan dipenuhi melalui dukungan Dinas Sosial maupun Kementerian Sosial.

Agus menambahkan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial sebagai leading sector.

Pemerintah pusat juga telah menunjuk seorang person in charge (PIC) mendampingi operasional sekolah.

Sistem kepemimpinan sekolah menerapkan satu kepala sekolah yang membawahi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

"Modelnya seperti rektor di perguruan tinggi yang mengoordinasikan seluruh jenjang pendidikan dalam satu kawasan Sekolah Rakyat," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.