TRIBUNJAMBI.COM – Sebuah tragedi kemanusiaan kembali terjadi di tengah persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di tanah air.
Seorang pengemudi kendaraan niaga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kabin unit kendaraannya saat tengah mengantre untuk mendapatkan pengisian bahan bakar di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di kawasan jalan lintas Sumatra Selatan.
Evakuasi Tragis di Depan Truk
Berdasarkan rekaman video dokumentasi yang diunggah oleh akun Instagram @dottcom, peristiwa memilukan tersebut memperlihatkan momen-momen mencekam saat sejumlah petugas dan warga bergotong-royong mengevakuasi tubuh korban.
Di lokasi kejadian, tampak satu unit truk berkelir putih bermerek Isuzu Elf dengan nomor polisi B 9653 SCP terparkir di jalur antrean SPBU.
Dalam visualisasi video tersebut, beberapa orang berpakaian seragam dinas cokelat khas pemerintah daerah bersama sejumlah personel TNI dan warga sekitar secara perlahan menurunkan jasad sang sopir dari pintu kabin kemudi.
Korban yang mengenakan kaus berwarna merah tersebut dipindahkan secara hati-hati menuju sebuah tandu darurat bermotif oranye, sebelum akhirnya digotong masuk ke dalam mobil ambulans atau kendaraan jenazah yang sudah bersiap di area SPBU.
Suasana di sekitar SPBU dipadati oleh warga serta sesama pengendara yang menyaksikan prosesi evakuasi tersebut dengan penuh duka.
Baca juga: Sopir Truk Batu Bara Ditemukan Tewas Berbuih di Tanjung Pauh Jambi
Baca juga: Remaja Bersajam Diduga Geng Motor Teror Warga Jambi, Beraksi Siang dan Dini Hari
Diduga Kelelahan dan Mengalami Gangguan Lambung Akibat Solar Langka
Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhirnya ketika kondisi fisiknya memburuk secara drastis saat terjebak dalam antrean panjang solar yang beberapa waktu terakhir dilaporkan langka.
Meskipun demikian, hingga saat ini penyebab pasti kematian pria tersebut belum terkonfirmasi secara resmi oleh tim medis maupun kepolisian setempat.
Dugaan sementara yang santer beredar di kalangan pengguna jalan dan saksi mata menyebutkan bahwa korban mengalami gangguan lambung akut.
Hal ini ditengarai akibat pola makan yang tidak teratur selama menempuh perjalanan jauh demi menjaga posisinya di dalam jalur antrean solar.
Kendati demikian, asumsi medis tersebut masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik atau visum serta pernyataan resmi dari pihak berwenang.
Kejadian ini menjadi alarm keras sekaligus pesan pengingat bagi para pejuang jalanan untuk selalu memprioritaskan kesehatan fisik dan tidak menunda waktu makan di tengah kerasnya rutinitas pekerjaan.
Suasana di kawasan Jalur Lintas Tanjung Pauh, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi mendadak mencekam pada Jumat (19/6/2026) pagi.
Baca juga: Sopir Antre 3-4 Jam Untuk Isi Solar di SPBU Jambi, BBM Nonsubsidi Turun per 1 Juli 2026
Baca juga: Jaringan Narkoba Diduga Culik dan Siksa Pelapor Lapak di Tanjabbar Jambi
Seorang pengemudi angkutan batu bara ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kabin kemudi kendaraan yang tengah terparkir di area depan PT Kaspari/Trona, Tanjung Pauh KM 30.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh seorang pekerja setempat saat hendak memulai aktivitas shif kerjanya.
Saksi yang curiga melihat posisi kendaraan langsung mendekat dan mendapati pemandangan memilukan di dalam kabin.
Korban ditemukan dalam posisi telentang membujur di atas bangku depan dengan kondisi mulut yang mengeluarkan busa putih tebal.
Kendaraan korban diketahui merupakan truk fuso berwarna merah marun dengan nomor polisi wilayah Jambi, yakni BH 8020 HK.
Pihak saksi di lokasi kejadian segera menyebarkan informasi ini ke jejaring media sosial dengan harapan dapat segera tersambung kepada pihak keluarga pemilik armada maupun kerabat korban.
"Bagi yang kenal mobil atau sopirnya, muatan batu bara. Sopir meninggal di dalam mobil, lokasi depan PT.Kaspari/Trona Tanjung Pauh KM.30," ujar perekam video dalam pesan berantai yang diunggah ulang oleh akun Instagram @jambiviraljok.
Rekaman video memperlihatkan sebuah truk angkutan batu bara berwarna merah tua kombinasi hitam yang sedang berhenti di bahu jalan tanah berbatu depan area pabrik.
Kamera kemudian mendekat ke arah kaca jendela pintu depan sebelah kiri yang terbuka setengah.
Di dalam ruang kemudi, terlihat seorang pria paruh baya mengenakan kaos berwarna merah cerah dalam posisi terbujur kaku.
Tampak jelas sisa bercak busa putih di sekitar area mulut dan dagu korban.
Kamera lalu beralih menyorot bagian bemper depan untuk memperlihatkan plat kendaraan dengan nomor polisi BH 8020 HK secara detail.
"Bagi yang kenal mobilnyo atau sopirnyo ko ha.. muatan batu bara, sopir meninggal di dalam mobil. Lokasi depan PT Kaspari, Trona Tanjung Pauh KM 30. Tolong bantu share ya bagi yang kenal unitnyo ko, plat BH 8020 HK," ucap perekam video.
DISCLAIMER
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.
Baca juga: Desain Air Terjun Buatan Aek Tumpah di Batang Hari, Pembangunan Dimulai
Baca juga: Program Kampung Bahagia, Ketua RT: Fasilitas yang Dulu Belum Ada Kini Dilengkapi
Baca juga: Kelakuan 1 Remaja Perempuan di Batang Hari, Rekam 3 Teman Aniaya 1 Anak