SURYA.CO.ID, JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Imbauan ini menyusul insiden kebakaran lahan seluas 500 meter persegi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Pakusari pada Sabtu (4/7/2026).
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh bara puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kondisi angin kencang di lokasi mempercepat rambatan api hingga meluas ke tumpukan sampah kering.
“Kami menerima laporan kebakaran di TPA Pakusari pada Sabtu pukul 12.58 WIB. Dampaknya, asap tebal dari kebakaran ini sempat mengganggu aktivitas warga sekitar,” ujar Edy saat memberikan keterangan pada Minggu (5/7/2026).
Upaya pemadaman melibatkan personel gabungan dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Jember, BPBD, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PRKPLH). Setelah berjibaku dengan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi.
Mengantisipasi kejadian serupa, Edy meminta masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati saat beraktivitas di area terbuka, terutama saat angin kencang berembus di musim kemarau.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati di musim kemarau ini agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari membakar sampah di lahan pada saat angin kencang,” tegas Edy.
BPBD Jember juga memetakan beberapa wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Karakteristik wilayah yang memiliki hutan lebat dan lahan kosong kering menjadi faktor utama pemicu risiko ini.
Beberapa kecamatan yang masuk dalam zona rawan karhutla di Jember meliputi:
Upaya mitigasi dini dari masyarakat, seperti tidak memicu api sekecil apa pun di area kering, sangat diharapkan guna mencegah kerugian materiil maupun dampak buruk polusi asap bagi kesehatan lingkungan.