Teks Misa Sore Minggu 5 Juli 2026 Pekan Biasa XIV Tahun A
Gordy Donovan July 05, 2026 11:57 AM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks teks misa sore Minggu 5 Juli 2026.

Teks misa sore Minggu lengkap renungan harian katolik.

Teks misa sore Minggu disiapkan untuk hari biasa pekan XIV tahun A dengan warna liturgi hijau.

Para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. 

Untuk nyanyian, siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, demi kekhusyukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 5 Juli 2026, Mari Kita Rendah Hati 

 

PERSIAPAN MISA

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata:

P : Penolong kita ialah Tuhan.
U : Yang menjadikan langit dan bumi.

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk Masa Biasa.

1. TANDA SALIB DAN SALAM

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

2. KATA PEMBUKA

P : Hari ini kita merayakan Minggu Keempat Belas dalam Masa Biasa. Bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk merasakan kebaikan Tuhan yang selalu menolong kita. Dalam bacaan pertama, Tuhan hadir sebagai Raja Damai yang membawa kedamaian bagi umat Israel.

Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mengajak kita untuk menyatakan syukur atas rahmat penebusan kita dengan hidup menurut semangat Kristus. Kita perlu meninggalkan semangat daging atau duniawi agar kita dituntun kepada keselamatan kekal.

Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan ajakan Yesus:

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Yesus meminta kita untuk tetap datang kepada-Nya. Dia yang menderita di salib tahu apa artinya penderitaan. Dia berjalan bersama kita dan mau berbagi beban kehidupan kita.

Kita mendoakan juga mereka yang putus asa karena penderitaan yang mereka alami agar mereka dapat menemukan Yesus yang memberikan kekuatan baru kepada mereka untuk menjalani hidup mereka.

(Hening sejenak.)

3. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.

U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian.

Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.

Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

4. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

(Dianjurkan menggunakan Madah Kemuliaan berikut.)

P : Kemuliaan kepada Allah di surga.

U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P : Kami memuji Dikau.

U : Kami meluhurkan Dikau.

P : Kami menyembah Dikau.

U : Kami memuliakan Dikau.

P : Kami bersyukur kepada-Mu karena kemuliaan-Mu yang besar.

U : Ya Tuhan Allah, Raja Surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.

P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang Tunggal.

U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putra Bapa.

P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.

P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.

U : Karena hanya Engkaulah Kudus.

P : Hanya Engkaulah Tuhan.

U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P : Bersama dengan Roh Kudus.

U : Dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

5. DOA PEMBUKA

P : Marilah kita berdoa.

(Hening sejenak.)

Allah Bapa yang Mahamulia, Putra-Mu telah menghampakan diri untuk mengangkat dunia yang telah jatuh dalam kehinaan. Ia membebaskan kami dari dosa-dosa kami.

Semoga umat-Mu yang telah dibebaskan dari kekuasaan dosa, Engkau perkenankan menikmati sukacita dalam iman kepada-Mu.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U : Amin.

6. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

Bacaan dibacakan dari Alkitab.

7. BACAAN PERTAMA (Zak. 9:9–10)

L : Bacaan dari Kitab Zakharia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

8. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN

Refren (Mzm. 145:1)

Aku hendak memuji nama-Mu, ya Allah Rajaku, selama-lamanya.

Mzm. 145:1–2, 8–9, 10–11, 13cd–14

Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja; aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya.

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, hendak memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. (Refren)

TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

TUHAN itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. (Refren)

Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.

Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu. (Refren)

TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. (Refren)

9. BACAAN KEDUA (Rm. 8:9, 11–13)

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma.

Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U : Syukur kepada Allah.

10. ALLELUIA (Mat. 11:25)

P : Alleluia.

U : Alleluia.

P : Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil.

U : Alleluia.

11. INJIL (Mat. 11:25–30)

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.

Pada waktu itu berkatalah Yesus:

"Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

P : Demikianlah Injil Tuhan.

U : Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Bacaan Injil mengisahkan kepada kita ajakan Yesus untuk datang kepada-Nya. Kita dalami dua poin dari ajakan Yesus ini.

Pertama, memikul kuk milik Yesus.

Kuk adalah alat yang diletakkan pada hewan untuk menarik bajak. Biasanya, kuk itu diletakkan pada leher dua ekor hewan sehingga keduanya bisa menarik bajak dengan lebih mudah. Yesus memberikan gambaran yang sama kepada kita. Dia mau memasangkan kuk pada kita. Maksudnya adalah Dia ingin bersama-sama memikul beban kita. Yesus mau agar kita berbagi beban dengan-Nya. Dia tahu apa artinya penderitaan, karenanya Dia mau agar orang itu mendapatkan kelegaan.

Ungkapan Yesus bahwa Ia ingin melegakan hati kita juga memiliki arti bahwa Dia ingin kita lega dan terbebas dari dosa-dosa kita. Ketika kita melakukan dosa, kita merasa tidak nyaman atau tidak tenang. Kita merasa bahwa hidup kita dimata-matai. Kita menjadi terbeban. Yesus mengajak kita untuk datang kepada-Nya, mengakui beban dosa itu, dan membiarkan Dia memikulnya agar kita bisa memulai kehidupan baru dengan hati yang lega.

Pertanyaannya, seberapa sering kita datang kepada Tuhan dan mengakui dosa-dosa kita?

Kedua, belajar dari Yesus.

Yesus mengatakan bahwa Dia adalah pribadi yang lemah lembut dan rendah hati. Bacaan pertama juga mengungkapkan kepada kita bahwa Tuhan kita adalah Raja yang rendah hati.

Rendah hati berarti menerima semua orang apa adanya, sama seperti Yesus. Orang yang rendah hati tidak menghakimi orang lain, tetapi berani belajar yang baik dari orang lain. Orang yang rendah hati selalu berupaya melakukan yang terbaik bagi orang lain dan menghindarkan yang buruk bagi orang lain. Ia tidak memegahkan dirinya sendiri, tetapi selalu bersyukur bahwa ia adalah orang kecil dan Tuhan berkarya melaluinya. Orang yang demikian selalu mendekati sesama dengan hati yang lembut.

Di tengah dunia yang penuh dengan kekerasan saat ini, ajakan untuk rendah hati dan lemah lembut adalah ajakan yang melawan arus. Kita kadang-kadang mengalami bahwa ketika kita rendah hati, orang lain terus menindas kita atau tidak memperhitungkan kita. Ketika kita lemah lembut, orang lain tidak peduli dengan kita.

Yesus mengajak kita untuk memulainya dari diri kita sendiri. Kerendahan hati dan kelemahlembutan adalah kunci memenangkan hati. Karena hati hanya bisa didekati dengan hati, bukan dengan kekerasan atau pemaksaan. Orang yang melakukan kekerasan tidak akan pernah memenangkan hati. Ia sebenarnya sudah gagal dalam memenangkan hati.

Mari kita memulainya dari dalam rumah kita, dari dalam keluarga kita untuk saling mendengarkan. Semoga kekerasan juga dijauhkan dari dalam keluarga kita, entah itu kekerasan fisik maupun kekerasan melalui kata-kata. Semoga Tuhan membantu kita menjadi pribadi-pribadi yang lemah lembut dan rendah hati.

13. HENING SEJENAK

(Hening sejenak.)

14. SYAHADAT

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat.

U : Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa…

15. DOA UMAT

P : Saudara-saudari terkasih, marilah kita berdoa kepada Allah Bapa di surga, agar nilai-nilai serta hidup Putra-Nya, Yesus Kristus, menjadi milik kita juga.

P : Bagi Gereja yang kudus. Semoga Allah berkenan memberi hati yang lembut dan sederhana kepada para pemimpin Gereja, agar mereka mampu melayani dan memberi teladan kelembutan dan kerendahan hati kepada kita. Marilah kita mohon…

P : Bagi para pemimpin negara kita. Semoga Roh Kudus menerangi hati dan budi para pemimpin negara kita, agar mereka dengan kedudukannya mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Marilah kita mohon…

P : Bagi mereka yang miskin, terlantar, cacat, dan terpojok. Semoga Allah Bapa menggerakkan hati sebanyak mungkin orang untuk peduli kepada mereka yang miskin, terlantar, cacat, dan terpojokkan, dengan memberikan bantuan, perhatian dan kasih sayang, serta perlindungan bagi mereka. Marilah kita mohon…

P : Bagi kita sekalian. Semoga Bapa membuka hati kita agar semakin peka mendengarkan bisikan dan dorongan Roh Kudus-Nya di dalam hati kita. Dan semoga kita berani menyampaikan pesan Sabda yang kita dengarkan hari ini serta siap menanggung beban kita sendiri dan tidak meletakkan beban itu ke pundak orang lain. Marilah kita mohon…

P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.

(Hening sejenak, lalu dilanjutkan.)

P : Ya Bapa Maha Pengasih dan Penyayang, jadikanlah hati kami lembut seperti hati Yesus, Putra-Mu. Kuatkanlah kami ketika harus menanggung beban hidup ini agar kami tetap setia mengikuti Engkau di jalan kebenaran-Mu. Tinggallah bersama kami, kini dan sepanjang masa.

U : Amin.

16. KOLEKTE

Selanjutnya diadakan pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan, kemudian dihantar dan diletakkan di depan mimbar, diiringi lagu persembahan bertema syukur kepada Tuhan atau ajakan berbagi.

17. DOA PUJIAN

Sesudah kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar. Umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah telah mengutus Sang Sabda ke dunia untuk menerangi jalan hidup kita. Maka marilah kita berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Bapa yang maharahim, Sabda-Mu adalah pelita bagi langkah kami dan terang bagi jalan hidup kami. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Sabda-Mu adalah Roh dan kehidupan. Setiap orang yang percaya kepada-Mu akan hidup selama-lamanya. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Engkau memanggil kami untuk mendengarkan Sabda-Mu; Engkau mendorong kami untuk merenungkan Sabda-Mu itu; Engkau menerangi budi kami untuk memahaminya dan menguatkan kehendak kami. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Sabda-Mu penuh daya, pangkal kebijaksanaan, sumber kehidupan, dan bukti kehangatan cinta-Mu terhadap kami. Maka kami berseru:

U : Terpujilah Engkau di surga.

P : Maka, ya Bapa, dengan gembira hati, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

(Menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur.)

Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua 
kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) 
tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati 
komuni batin/rindu (lihat cara B). 

18A. CARA A: DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar, kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan meletakkannya di atas kain korporale.

Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat.

Sesudah itu, Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus. Maka, dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

(Hening sejenak.)

19A. BAPA KAMI

(Berdiri)

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam Damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat.

Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

(Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat.)

P : Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.

Pemimpin dan umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dahulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:

P : Tubuh Kristus.

U : Amin.

Penyambutan Komuni diiringi dengan nyanyian komuni.

18B. CARA B: TANPA KOMUNI

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni Kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI

(Berdiri)

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka, sebagai putra-putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN

(Berlutut/Berdiri)

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan, antara lain sebagai berikut.

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda:

"Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku." (Yoh. 15:3–4).

(Hening sejenak.)

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu. Jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.

(Hening sejenak.)

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
Lalu diberi saat hening secukupnya.
Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu syukur.

21. MENDOAKAN MAZMUR 23

(Didoakan bersama-sama.)

TUHAN adalah gembalaku,takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan akudi padang yang berumput hijau,

Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku.

Ia menuntun aku di jalan yang benaroleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,di hadapan lawanku;

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belakaakan mengikuti aku seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah mendengar kabar gembira dari Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Dia selalu rela menolong kita. Kita perlu belajar kerendahan hati Tuhan kita ini. Kita bisa saling menolong dengan semangat kerendahan hati. Semoga kita bisa saling meringankan penderitaan kita. Mari kita saling menolong.

23. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa.

Allah Bapa kami, sumber belaskasih, dengan kerahiman-Mu yang amat luar biasa, Engkau memperhatikan mereka yang sederhana dan rendah hati. Segarkanlah hidup kami dengan kekuatan Putra-Mu dan buatlah agar kami selalu belajar untuk menjadi rendah hati dan lemah lembut seperti Putra-Mu.

Demi Kristus, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.

U : Amin.

24. MOHON BERKAT TUHAN

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini, marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

(Hening sejenak.)

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

(Sambil membuat tanda salib pada diri sendiri.)

Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

U : Amin.

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U : Syukur kepada Allah.

25. PENGUTUSAN

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk saling meneguhkan iman kepada Tuhan.

U : Amin.

26. LAGU PENUTUP. (Dilanjutkan dengan lagu penutup yang sesuai.)

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.