Wali Kota Dedy Wahyudi Dorong Rakernas Apeksi Punya Target Terukur, Soroti Nasib Kota-Kota Kecil
Rita Lismini July 05, 2026 12:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Medan menjadi momentum bagi para kepala daerah untuk menyampaikan berbagai gagasan strategis bagi kemajuan pemerintah kota di Indonesia. 

Dalam forum yang dihadiri seluruh wali kota se-Indonesia tersebut, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyoroti pentingnya hasil Rakernas yang tidak berhenti pada sebatas diskusi, melainkan menghasilkan target yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi bersama.

Usulan tersebut disampaikan Dedy Wahyudi di hadapan Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi, serta para wali kota yang mengikuti rangkaian penutupan Rakernas XVIII Apeksi di Stand City Hall Kota Medan.

Menurut Dedy, Rakernas Apeksi harus menjadi forum yang mampu melahirkan program nyata yang memiliki indikator keberhasilan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh pemerintah kota.

Sebelum agenda penutupan dilaksanakan, seluruh wali kota diberikan kesempatan menyampaikan masukan, saran, serta rekomendasi strategis mengenai berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy Wahyudi menyampaikan pandangannya mengenai pelaksanaan Rakernas Apeksi yang menurutnya perlu memiliki target capaian yang terukur. 

Ia menilai forum tahunan tersebut tidak cukup hanya menjadi ruang bertukar informasi maupun berbagi program antarwilayah.

Menurutnya, hasil Rakernas harus ditindaklanjuti melalui mekanisme pelaksanaan yang jelas sehingga setiap program dapat dipantau perkembangan dan efektivitasnya.

"Ini penting, menurut saya selain kita bertukar informasi dan bertukar program, juga harus ada capaian sehingga pada Rakernas mendatang ada evaluasi terhadap hasil Rakernas hari ini. Jangan sampai setiap tahun kita hanya membuat program baru tanpa mengetahui sejauh mana progres program sebelumnya," ujar Dedy.

Ia menjelaskan, mekanisme tersebut dapat diwujudkan melalui pembagian tahapan pelaksanaan program hasil Rakernas.

Tahapan pertama difokuskan pada proses perencanaan yang dilakukan pada triwulan pertama. Selanjutnya, pelaksanaan program dilakukan pada triwulan kedua, kemudian memasuki tahap evaluasi pada triwulan ketiga.

Dengan pola tersebut, menurut Dedy, seluruh anggota Apeksi dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan implementasi program yang telah disepakati bersama.

Soroti Transfer ke Daerah untuk Kota-Kota Kecil

Selain membahas evaluasi program, Dedy Wahyudi juga mengangkat persoalan Transfer ke Daerah (TKD) yang hingga kini masih menjadi perhatian banyak pemerintah kota, khususnya daerah dengan kapasitas fiskal yang terbatas.

Dalam forum Rakernas Apeksi, Dedy berharap organisasi tersebut mampu menjadi wadah perjuangan bersama bagi seluruh pemerintah kota dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat.

Menurutnya, apabila pemerintah berencana mengembalikan skema Transfer ke Daerah, maka kebijakan tersebut hendaknya tidak hanya berpihak kepada daerah tertentu, melainkan juga memperhatikan kondisi kota-kota kecil yang masih sangat bergantung terhadap dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Ia menilai pemerataan dukungan fiskal menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah sehingga tidak terjadi kesenjangan antara kota besar dan kota dengan kemampuan keuangan yang masih terbatas.

Minta Apeksi Segera Bertemu Menteri Keuangan

Dalam kesempatan yang sama, Dedy juga menyampaikan harapannya kepada Ketua Dewan Pengurus Apeksi beserta jajaran pengurus agar segera melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan setelah Rakernas Apeksi XVIII selesai dilaksanakan.

Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai aspirasi yang telah disampaikan oleh para wali kota tidak berhenti di tingkat forum, melainkan dapat langsung diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional.

Menurut Dedy, Apeksi memiliki posisi strategis sebagai representasi seluruh pemerintah kota di Indonesia sehingga suara yang disampaikan organisasi tersebut diharapkan memperoleh perhatian serius dari pemerintah.

"Ini penting menurut saya, bagaimana suara Apeksi ini betul-betul didengar," katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan harapan agar Apeksi semakin kuat menjalankan fungsi advokasi terhadap berbagai kepentingan pemerintah kota, terutama terkait kebijakan fiskal maupun pembangunan daerah.

Rakernas Apeksi Diharapkan Hasilkan Rekomendasi Strategis

Penutupan Rakernas Apeksi XVIII di Kota Medan berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi antarpemerintah kota. Forum tersebut menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk bertukar pengalaman, menyampaikan tantangan pembangunan, hingga merumuskan berbagai rekomendasi strategis bagi kemajuan daerah.

Turut mendampingi Wali Kota Bengkulu dalam kegiatan tersebut yakni Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah serta Asisten I Pemerintah Kota Bengkulu Alex Pebriansyah.

Melalui berbagai masukan yang disampaikan para wali kota, Rakernas Apeksi XVIII diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi di atas kertas, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kebijakan konkret yang mendukung pembangunan seluruh kota di Indonesia secara lebih merata.

Usulan yang disampaikan Dedy Wahyudi mengenai target capaian, mekanisme evaluasi, hingga perjuangan terhadap kebijakan Transfer ke Daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi Rakernas Apeksi sebagai forum strategis pemerintah kota. 

Dengan adanya sistem evaluasi yang jelas dan komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah pusat, hasil Rakernas diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap percepatan pembangunan daerah, khususnya bagi kota-kota kecil yang masih membutuhkan dukungan fiskal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.