Bau Menyengat di Selokan Solo Ternyata Berasal dari Jasad Bayi yang Dibuang Pakai Kresek Hitam
muh radlis July 05, 2026 11:10 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Warga Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi yang terbungkus kantong kresek hitam di sebuah selokan pada Sabtu (4/7/2026).

Penemuan tersebut bermula dari aroma menyengat yang tercium di sekitar permukiman hingga akhirnya mengarah pada jasad bayi yang diduga baru dilahirkan.

Peristiwa itu langsung mengundang perhatian warga sekitar.

Polisi bersama Tim Inafis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum jenazah dievakuasi ke rumah sakit guna kepentingan penyelidikan.

Sopir Ambulans Muslimun Rayhan Adyatma, Muslimun, mengatakan jasad bayi pertama kali ditemukan setelah warga berusaha mencari sumber bau tidak sedap yang berasal dari saluran air di depan salah satu rumah.

"Indikasinya baru lahir, saya ketemu masih kecil banget. Ada bau menyengat dicari terus ketemu.

Depan rumah warga itu ada kayak jalan masuk, kan bawahnya itu ada selokan, di bawahnya situ saluran air," ungkapnya.

Baca juga: Detik-detik Wanita di Pati Nekat Terjang Kerumunan Pemuda Brutal Demi Selamatkan Adik yang Dikeroyok

Muslimun menjelaskan pihaknya menerima informasi mengenai penemuan jenazah bayi sekitar pukul 16.26 WIB.

Setelah menerima laporan, ambulans segera diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.40 WIB.

Saat ambulans tiba, petugas kepolisian bersama Tim Inafis dan anggota Polsek sudah lebih dahulu melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan.

"Ambulans itu ada laporan bahwa ada penemuan jenazah bayi di selokan di daerah Kerten. Kemudian sudah ada dari tim Inafis dan juga Polsek, kemudian dari ambulans baru merapat ke lokasi," terangnya.

 

Polisi Lakukan Olah TKP

Di lokasi kejadian, aparat kepolisian melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap kronologi serta penyebab kematian bayi tersebut.

Usai proses identifikasi selesai, jenazah dievakuasi sekitar pukul 17.10 WIB menuju Instalasi Forensik RSUD Dr. Moewardi menggunakan Ambulans Muslimun Rayhan Adyatma.

"Yang evakuasi dari pihak kepolisian, relawan dan juga ambulans, tapi membawa ke forensik pakai Ambulans Muslimun," jelasnya.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian bayi sekaligus mencari pihak yang diduga membuang jasad tersebut ke dalam selokan.

Hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap identitas bayi, waktu kematian, serta fakta lain yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.