Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANGCOM, MAUMERE - Misa penutupan Nusra Youth Day (NYD) III Bali Nusra di Keuskupan Maumere, Uskup Mgr. Maksimus Regus menyoroti krisis identitas bagi Orang Muda.
Hal itu disampaikan Uskup Mgr. Maksminus Regus saat homili dihadapan para Uskup, para imam dan peserta NYD di St. Peter's Hall (SPH) Nita, Minggu (5/7/2026).
Uskup pertama Keuskupan Labuan Bajo itu mengatakan di zaman media sosial yang luar biasa canggih, nilai manusia sering ditukur dari jumlah likes, views, followers.
"Sehingga orang menunggu kapan pengikut fb menembus angka 5 ribu, oleh prestasi, oleh penampilan bahkan validasi orang lain," ungkap Mgr. Maksimus Regus.
Baca juga: Sosok Grace Sugo, Anggota OMK Waioti yang Totalitas Layani Sesama di NYD III Maumere
Bagi Uskup Maksimus, perilaku seperti itu tanpa disadari sedang membawa manhsia di dalam Toxic Comparation, suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sehingga ketika tidak memenuhi ekspetasi, orang menjadi minder terhadap diri sendiri.
"Bagi orang muda, identitas sejati tidak lahir dari pencitraan. Orang Muda Katolik dipanggil hidup secara otentik, jangan hanya salinan trend atau mengejar viral sesaat," tegasnya.
Yang Mulia Maksimus regus mengutarakan orang muda memiliki panggilan sekaligus martabat. Hidup bukan kebetulan melainkan panggilan.
"Nilai hidup bukan dari algoritma sosial, melainkan panggilan Allah sejak lahir," kata Mgr. Maksimus Regus.
Baca juga: Paroki Ili Dikunjungi Peserta NYD, Tokoh Masyarakat Kampung Ili Kokowahor Bangga
Misa berlangsung khidmat. Semua yang hadir khusyuk. Suara anggota kor merdu melantunkan nyanyian liturgi dan lagu mengumat menggema menambah khazanah ziarah iman.
Semua peserta hadir memadati aula. Anggota kor tampil anggun mengenakan pakaian adat Sikka, baju tengge berwarna biru muda dan sarung tenun Sikka. (moa)