6 Tanda Kekurangan Vitamin B12 yang Bisa Terlihat di Wajah dan Mata
Tiara Shelavie July 05, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Vitamin B12 merupakan nutrisi penting yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah, menjaga kesehatan saraf, serta membentuk DNA.

Mengutip verywellhealth.com, ketika kadar vitamin B12 terlalu rendah, berbagai gejala dapat muncul, termasuk tanda-tanda yang terlihat pada wajah, mulut, dan area sekitar mata.

1. Kulit Pucat dan/atau Bagian Dalam Kelopak Mata Terlihat Pucat

Vitamin B12 diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat. Jika kadarnya rendah, tubuh mungkin tidak mampu memproduksi cukup sel darah merah normal sehingga memicu anemia megaloblastik.

Akibatnya, pasokan oksigen ke jaringan tubuh berkurang dan kulit dapat tampak lebih pucat dari biasanya.

Bagian dalam kelopak mata bawah juga bisa memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan.

Tenaga medis terkadang menarik perlahan kelopak mata bawah untuk memeriksa apakah jaringan di dalamnya tampak sangat pucat, yang dikenal sebagai conjunctival pallor. 

Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda anemia, termasuk anemia akibat kekurangan vitamin B12.

Meski demikian, kelopak mata bagian dalam yang pucat saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan vitamin B12.

Gejala tersebut perlu dinilai bersama tanda lain seperti kelelahan, tubuh lemas, atau keluhan lainnya.

Baca juga: Sering Lelah Tanpa Sebab Jelas? Kekurangan Vitamin B12 dan Folat Mungkin Jadi Penyebabnya

2. Sudut Mulut Pecah-Pecah

Retakan yang terasa nyeri di sudut mulut (angular cheilitis) dapat berkaitan dengan kekurangan vitamin B12.

Area yang terkena biasanya tampak kemerahan, kering, nyeri, atau bahkan terbuka. Keluhan ini bisa bertambah parah saat makan, berbicara, atau tersenyum.

Namun, sudut mulut pecah-pecah juga dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi, infeksi jamur, atau kekurangan nutrisi lainnya.

Karena itu, pemeriksaan medis mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

3. Lidah Halus, Merah, atau Bengkak

Perubahan pada lidah merupakan salah satu tanda klasik kekurangan vitamin B12. Sebagian orang mengalami glositis, yaitu peradangan pada lidah yang membuatnya tampak merah, bengkak, halus, atau mengilap.

Benjolan-benjolan kecil di permukaan lidah (papila) dapat mengecil atau menghilang sehingga lidah terlihat licin.

Gejala lain yang dapat menyertai antara lain:

  • Sensasi terbakar pada lidah.
  • Lebih sensitif terhadap makanan pedas.
  • Nyeri saat makan atau menelan.
  • Perubahan kemampuan mengecap rasa.

4. Sariawan dan Bercak Merah di Dalam Mulut

Sariawan yang sering kambuh atau munculnya bercak merah terang di dalam mulut terkadang dapat menjadi tanda kekurangan vitamin B12.

Luka tersebut dapat muncul di lidah, gusi, pipi bagian dalam, maupun bibir.

Sariawan sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun, jika sering kambuh atau tidak kunjung sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

5. Perubahan Penglihatan

Dalam kasus yang sangat jarang, kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi saraf optik yang mengirimkan informasi visual dari mata ke otak.

Kondisi yang dikenal sebagai neuropati optik ini dapat menyebabkan:

  • Penglihatan kabur.
  • Ketajaman penglihatan menurun.
  • Sulit membedakan warna.
  • Muncul titik buta pada penglihatan.
  • Penglihatan ganda pada beberapa kasus.

Para ahli meyakini gejala tersebut terjadi karena vitamin B12 berperan penting dalam menjaga lapisan pelindung saraf. Jika kekurangan vitamin B12 berlangsung lama, kerusakan saraf dapat berkembang secara bertahap.

Apa pun penyebabnya, perubahan penglihatan harus segera diperiksakan ke tenaga kesehatan.

Siapa yang Paling Berisiko?

Siapa pun dapat mengalami kekurangan vitamin B12, tetapi risikonya lebih tinggi pada:

  • Orang yang menjalani pola makan vegan ketat tanpa mengonsumsi suplemen vitamin B12.
  • Penderita penyakit celiac atau penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn.
  • Orang yang pernah menjalani operasi penurunan berat badan atau operasi lambung.
  • Pengguna obat-obatan yang dapat mengganggu penyerapan vitamin B12, seperti penghambat pompa proton (proton pump inhibitor/PPI) dalam jangka panjang atau metformin.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Perubahan pada wajah atau mata saja tidak selalu berarti seseorang mengalami kekurangan vitamin B12.

Namun, jika Anda mengalami gejala yang menetap seperti kulit pucat, bibir pecah-pecah, perubahan pada lidah, gangguan penglihatan, mati rasa, kesemutan, mudah lelah, atau tubuh terasa lemah, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui apakah kadar vitamin B12 rendah dan apakah diperlukan penanganan.

Diagnosis dini sangat penting karena beberapa komplikasi pada saraf dapat menjadi lebih sulit dipulihkan jika kekurangan vitamin B12 dibiarkan dalam waktu lama.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.