Nazril Wafa Pandya dan Zahra Terpilih Jadi Nanang dan Galuh Kabupaten Banjar 2026
Irfani Rahman July 05, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Nazril Wafa Pandya dan Galuh Zahra terpilih sebagai Nanang dan Galuh Kabupaten Banjar 2026 pada malam grand final di Ballroom Hotel Grand Qin Banjarbaru, Minggu (5/7/2026).

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Banjar, Sofia Windriaty,  mengataka. pasangan Nanang Galuh terpilih diharapkan mampu menjadi wajah promosi Kabupaten Banjar sekaligus mengangkat potensi budaya dan pariwisata daerah.

"Melalui Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Banjar 2026 diharapkan lahir pemuda-pemudi yang berbudaya, memiliki karakter kuat, dan mampu mempromosikan pariwisata Kabupaten Banjar secara lebih luas," ujar Sofia.

Sofia mengatakan para finalis sebelumnya telah melewati proses audisi, presentasi budaya Banjar, hingga pembekalan mengenai public speaking, kepariwisataan, kebudayaan, serta pengembangan kepribadian sebelum memasuki malam grand final

Baca juga: BREAKING NEWS - Perkelahian di Simpang Bali Banjarmasin, Satu Warga Terluka Pelaku Melarikan Diri

Baca juga: Lowongan Kerja PT Adaro Terbaru, Ada Penempatan Banjarmasin dan Lahat, Cek Syarat dan Kualifikasinya

"Duta wisata tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan aksi nyata untuk memperkuat promosi serta pengembangan pariwisata Kabupaten Banjar,” kata sofia.

Diketahui, Nazril Wafa Pandya dan Galuh Zahra l berhasil mengungguli 16 finalis terbaik, setelah mampu meyakinkan dewan juri melalui pemaparan gagasan terkait peran generasi muda dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang kepariwisataan.

Kepada pers, Nanang Nazril menilai duta wisata tidak cukup hanya memahami potensi destinasi. 

Menurutnya, Nanang Galuh juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkenalkan objek wisata melalui pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan pelaku UMKM.

"Sebagai duta pariwisata, kami harus menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan destinasi wisata baru melalui media sosial. Kolaborasi dengan UMKM lokal juga penting karena potensinya mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah," ujarnya.

Adapun Galuh Zahra menyoroti masih adanya kendala yang dihadapi sejumlah destinasi wisata, mulai dari akses jalan yang rusak, lokasi yang jauh, hingga keterbatasan jaringan internet. 

Menurutnya, Nanang Galuh dapat berperan sebagai penghubung aspirasi masyarakat kepada pemerintah agar persoalan tersebut mendapat perhatian.

"Generasi muda bisa menjadi penghubung masyarakat dengan pemerintah, termasuk menyampaikan aspirasi mengenai akses jalan wisata kepada Dinas PUPR. Di sisi lain, masyarakat juga perlu menjaga destinasi wisata dan aktif mempromosikannya melalui media sosial," katanya.

(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.