Terpopuler: Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica
GH News July 05, 2026 04:08 PM
Jakarta -

Seekor tapir yang sempat viral karena berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera berakhir disembelih warga dan dimasak menjadi rica-rica. Satwa dilindungi itu dibunuh di Kabupaten Mesuji, Lampung, sedangkan video pemotongan bangkainya beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi 19 detik yang beredar viral terlihat bangkai tapir sudah dalam kondisi dimutilasi. Kepalanya terpisah dari badan, sementara bagian tubuh lainnya telah dipotong dan diletakkan di atas daun pisang di sebuah lahan terbuka.

Beberapa pria tampak berada di lokasi penyembelihan. Salah satunya terlihat menghadap kamera sambil tersenyum dan mengacungkan jari tengah. Tak jauh dari bangkai tapir, terlihat pula senjata tajam yang diduga digunakan untuk membunuh satwa tersebut.

Terdengar pula suara seorang pria dalam video yang mengatakan, "Siapa yang mau makan ini."

Setelah tapir itu dibunuh, ternyata dagingnya dipotong, kemudian dibagi-bagikan lalu dimasak rica-rica oleh para pelaku.

"Dari hasil penangkapan di lokasi, kami temukan sisa tulang daging hewan tersebut dan sisa daging tapir yang dimasak oleh para pelaku, jadi dimasak seperti rica-rica," kata Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

Menanggapi aksi barbar tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung langsung berkoordinasi dengan Polres Mesuji untuk mengusut dugaan pembunuhan satwa dilindungi tersebut.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung Itno Itoyo mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman bersama kepolisian guna memastikan lokasi kejadian, waktu peristiwa, hingga mengidentifikasi pelaku.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Mesuji untuk melakukan pendalaman lebih lanjut. Saat ini masih dilakukan penelusuran terkait lokasi, waktu kejadian, dan pihak-pihak yang terlibat," kata Itno saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/7).

Itno menegaskan tapir atau tenuk merupakan satwa yang dilindungi undang-undang sehingga setiap bentuk perburuan maupun pembunuhan terhadap satwa tersebut dapat diproses secara hukum.

Dia mengatakan tapir masuk dalam kelompok The Big Five Mammals Pulau Sumatera bersama gajah Sumatera, harimau Sumatera, badak Sumatera, dan beruang madu.

Sebelum berakhir dimasak rica-rica, tapir tersebut sempat menghebohkan warga setelah terekam berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera, kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji pada Kamis (2/7).

Dalam video berdurasi sekitar 17 detik yang direkam warga, hewan bercorak hitam putih itu terlihat berjalan di badan jalan. Kemunculannya membuat sejumlah pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraan saat melintas.

Perekam video tampak mengikuti pergerakan tapir dari belakang. Sementara beberapa warga lainnya berhenti di pinggir jalan untuk menyaksikan satwa liar tersebut sebelum akhirnya berjalan menuju tepi jalan dan masuk ke kawasan vegetasi.

Kawasan Register 45 memang masih memiliki potensi menjadi habitat tapir. Karena itu, kemunculan satwa yang dilindungi tersebut masih dimungkinkan terjadi.

Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus pun meminta kepada masyarakat untuk segera melapor jika kembali melihat hewan tersebut.

"Kami mengimbau kepada warga masyarakat, apabila melihat hewan tapir tersebut, segera melaporkan dan memberitahukan atau hubungi Call Center Polri 110. Untuk kami amankan, selanjutnya kami akan menyerahkan hewan tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati (BKSDA) Provinsi Lampung," katanya.

Firdaus juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan perburuan terhadap hewan tersebut. Ia memastikan akan ada tindak pidana jika diketahui ada oknum masyarakat yang berani melakukan perburuan terhadap jenis hewan yang dilindungi.

"Kepada warga, agar hewan Tapir tersebut mendasarkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, bahwasannya hewan tapir tersebut dilindungi oleh negara. Apabila masyarakat memburunya atau melukainya, itu akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang hukumnya ada," ujarnya.

Berita terpopuler detikTravel, Sabtu (4/7/2026):

Tim detikTravel
Jurnalis detikcom. Tim detikTravel berbagi inspirasi perjalanan, panduan destinasi, dan pengalaman wisata yang dikemas informatif serta autentik.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.