Liburan ke Bromo Tak Cuma Sunrise, Jembatan Kaca di Seruni Point Tawarkan Sensasi Uji Nyali
Tim TribunStyle July 05, 2026 01:55 PM

Liburan ke Bromo Tak Cuma Sunrise, Jembatan Kaca di Seruni Point Tawarkan Sensasi Uji Nyali

TRIBUNSTYLE.COM - Liburan ke Gunung Bromo kini punya satu alasan baru untuk masuk daftar perjalanan. Jika selama ini kawasan Bromo identik dengan sunrise, lautan pasir, dan panorama kaldera yang luas. 

Kini wisatawan juga bisa merasakan sensasi lain yang lebih menantang: berjalan di atas Jembatan Kaca Bromo di kawasan Seruni Point, Probolinggo, Jawa Timur.

Objek wisata baru ini langsung mencuri perhatian karena menawarkan pengalaman yang berbeda dari kunjungan Bromo pada umumnya. Bukan sekadar menikmati pemandangan dari gardu pandang, pengunjung kini bisa berdiri di atas lantai kaca transparan dengan ketinggian sekitar 83 meter.

Dari atas sana, hamparan lanskap pegunungan dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terlihat jauh lebih dramatis.

Jembatan Kaca Bromo berada di kawasan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Lokasi ini sebenarnya bukan nama baru bagi wisatawan yang akrab dengan Bromo.

Baca juga: Liburan Sekolah ke Bromo Makin Menantang, Suhu 5 Derajat dan Embun Upas Siap Menyambut

Seruni Point sudah lama dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit, terutama bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama Bromo dari ketinggian tanpa harus berdesakan di titik pandang yang lebih populer. 

Kehadiran jembatan kaca membuat kawasan ini punya daya tarik baru yang terasa lebih modern dan menantang. Secara konstruksi, jembatan ini dirancang sebagai jembatan gantung dengan panjang sekitar 120 meter dan lebar antara 1,8 hingga 3 meter.

JEMBATA KACA - liburan sekolah ke Bromo makin seru di Jembatan Kaca Seruni Point. uji nyali sambil menikmati panorama pegunungan yang memukau.
JEMBATA KACA - liburan sekolah ke Bromo makin seru di Jembatan Kaca Seruni Point. uji nyali sambil menikmati panorama pegunungan yang memukau. (Kompas.com)

Struktur utamanya memadukan rangka baja dengan lantai kaca pengaman berlapis atau laminated glass. Jenis kaca ini disusun dari beberapa lapisan yang direkatkan dengan material khusus agar lebih kuat dan aman saat digunakan banyak orang.

Jadi, meski sensasinya memacu adrenalin, jembatan ini tetap dirancang dengan standar keselamatan yang ketat. Daya tarik utamanya tentu terletak pada sensasi berjalan di atas permukaan kaca yang tembus pandang.

Saat melangkah, pengunjung bisa melihat area di bawah jembatan secara langsung, sesuatu yang bagi sebagian orang terasa mendebarkan, bahkan membuat kaki sedikit gemetar.

Namun justru di situlah letak pengalaman yang dicari. Bagi wisatawan yang suka tantangan atau ingin mencoba hal baru saat ke Bromo, jembatan ini menawarkan kombinasi antara adrenalin dan panorama alam dalam satu waktu.

Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Malang Jawa Timur yang Selalu Jadi Favorit Saat Liburan

Bila cuaca sedang cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan pegunungan Bromo yang terbuka luas dari atas jembatan. Lanskap khas kawasan TNBTS terlihat membentang, dengan kontur perbukitan, lembah, dan langit pegunungan yang berubah warna mengikuti waktu.

Pada pagi hari, suasana di sekitar Seruni Point cenderung lebih segar dengan udara dingin khas dataran tinggi. Inilah alasan mengapa waktu pagi sering disebut sebagai saat terbaik untuk berkunjung ke jembatan kaca tersebut.

Selain pemandangan, pengelola juga menerapkan beberapa aturan untuk menjaga kenyamanan sekaligus keamanan pengunjung. Salah satunya adalah pembatasan jumlah orang dalam satu sesi atau satu waktu tertentu, agar beban di atas jembatan tetap terkontrol.

Pengunjung juga biasanya diwajibkan menggunakan pelindung alas kaki, seperti kaus kaki atau penutup sepatu khusus, supaya permukaan kaca tidak cepat tergores dan tetap jernih untuk dinikmati.

Untuk urusan operasional, Jembatan Kaca Bromo buka setiap hari pukul 06.00–17.00 WIB. Meski bisa dikunjungi hingga sore, pagi hari tetap menjadi waktu yang paling direkomendasikan.

Selain pencahayaan alami lebih bagus untuk melihat pemandangan dan berfoto, kondisi cuaca di pagi hari umumnya lebih cerah. Menjelang siang atau sore, kabut pegunungan kadang mulai turun dan bisa mengurangi jarak pandang.

Soal tarif, harga tiket jembatan kaca ini dibedakan berdasarkan kategori pengunjung dan hari kunjungan. Untuk wisatawan nusantara, tarifnya dipatok Rp75.000 per orang pada hari kerja dan Rp85.000 per orang saat akhir pekan atau hari libur.

Sementara untuk wisatawan mancanegara, tarifnya Rp185.000 pada hari kerja dan Rp215.000 pada akhir pekan atau hari libur. Perlu dicatat, tarif tersebut umumnya belum termasuk tiket masuk utama kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru maupun biaya transportasi menuju Seruni Point.

Akses menuju lokasi jembatan biasanya terhubung dengan area wisata Seruni Point. Wisatawan yang datang ke Bromo dari arah Probolinggo bisa melanjutkan perjalanan menuju kawasan ini menggunakan kendaraan wisata seperti jeep, ojek lokal, atau berjalan kaki dari titik tertentu.

Karena berada di kawasan perbukitan, sebagian rute menuju Seruni Point memang menanjak dan membutuhkan tenaga ekstra, tetapi itu sebanding dengan pemandangan yang menunggu di atas.

Kehadiran Jembatan Kaca Bromo juga menambah warna baru dalam pilihan wisata di kawasan Bromo. Selama ini, wisatawan umumnya datang untuk menikmati sunrise, naik jeep melintasi lautan pasir, berkuda ke kaki gunung, atau mendaki tangga menuju kawah.

JEMBATA KACA - liburan sekolah ke Bromo makin seru di Jembatan Kaca Seruni Point. uji nyali sambil menikmati panorama pegunungan yang memukau. (Kompas.com)

Kini, ada pilihan aktivitas lain yang lebih kekinian dan bisa menarik segmen wisatawan baru, terutama mereka yang suka berburu pengalaman visual, foto estetik, sekaligus sensasi ekstrem ringan.

Dari sisi pariwisata, objek wisata seperti ini juga memperkuat posisi Bromo sebagai destinasi yang terus berkembang. Bukan hanya mengandalkan keindahan alam yang sudah terkenal, tetapi juga menambahkan atraksi baru yang bisa membuat wisatawan punya alasan untuk datang kembali.

Bagi pengunjung yang mungkin sudah pernah beberapa kali ke Bromo, jembatan kaca ini bisa menjadi pengalaman yang memberi nuansa berbeda dari kunjungan sebelumnya.

Meski demikian, wisatawan tetap perlu mempersiapkan diri sebelum berkunjung. Karena lokasinya berada di dataran tinggi, udara di kawasan Bromo cenderung dingin, terutama pada pagi hari.

Informasi Jembatan Kaca Bromo

  • Lokasi: Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
  • Tarif:
    - Wisatawan Nusantara: Rp75.000 (weekday), Rp85.000 (weekend)
    - Wisatawan Mancanegara: Rp185.000 (weekday), Rp215.000 (weekend)
  • Catatan: Buka setiap hari pukul 06.00–17.00 WIB. Tarif umumnya belum termasuk tiket masuk kawasan TNBTS dan transportasi menuju Seruni Point.

Jaket tebal, sepatu yang nyaman, dan perlengkapan pribadi lain tetap penting dibawa, apalagi jika perjalanan ke jembatan kaca digabungkan dengan agenda berburu sunrise atau menjelajahi spot lain di kawasan Bromo.

Pada akhirnya, Jembatan Kaca Bromo bukan hanya sekadar tempat foto baru, tetapi juga simbol bagaimana kawasan wisata alam bisa dikembangkan dengan cara yang lebih variatif.

Ada unsur petualangan, ada sensasi memacu adrenalin, dan tentu saja ada pemandangan yang menjadi alasan utama orang datang ke Bromo. Jadi, jika dalam waktu dekat Anda berencana liburan ke Jawa Timur dan ingin merasakan sisi lain dari Bromo, Jembatan Kaca di Seruni Point bisa menjadi destinasi yang patut dipertimbangkan.

(Kompas.com/TribunStyle.com/Farah Aulya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.