TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL- Polisi mulai menyelediki kasus dugaan penganiayaan terhadap korban yang melaporkan adanya lapak bandar sabu di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Korban diduga melaporkan adanya praktik bandar sabu di wilayah tersebut ke polisi, mengetahui adanya laporan itu kemudian orang yang diduga terlibat praktik jual beli sabu itu tidak senang akhirnya melakukan penculikan dan menganiaya korban.
Atas kejadian itu, korban mengalami luka dibagian pelipis mata diduga di pukul oleh orang yang terlibat jual beli sabu.
Polisi sudah turun ke lokasi kejadian tidak ditemukan korban, menurut keterangan Polisi korban sedang berada di Kota Jambi.
"Kita sudah cek ke Polsek Betara, korban berada di Jambi," kata Kasat Narkoba Polres Tanjung Jabung Barat AKP Agus Purba Minggu (5/7/2026).
Ia menyebut, juga sudah melakukan pengecek laporan korban di Polsek Betara dan Polres Tanjung Jabung Barat namun hingga saat ini korban belum melaporkan kejadian penganiayaan ke polisi.
"Untuk laporan Polisi ke Polsek Betara atau Polres Tanjab Barat belum ada," kata AKP Agus Purba.
Agus menyebut, sebelum nya dua orang terduga pelaku di wilayah tersebut sudah pernah diamankan oleh Satresnarkoba Polres Tanjab Barat.
"Dulu sudah pernah 2 orang kita amankan," ujarnya.
Sebuah unggahan dari akun Instagram @tungkal_barometer memicu keprihatinan mendalam sekaligus peringatan keras bagi masyarakat.
Akun tersebut membagikan ulang sebuah tangkapan layar yang menginformasikan adanya dugaan tindakan penculikan dan penganiayaan sadis terhadap seorang warga.
Korban diduga disiksa lantaran berani melaporkan aktivitas ilegal barak narkoba kepada pihak kepolisian.
Pihak pengelola akun menegaskan bahwa penyebaran informasi ini murni ditujukan demi kemaslahatan publik. (Sopianto/Tribunjambi)
Baca juga: Polisi Dalami Penganiayaan Ayah Kandung di Jaluko Muaro Jambi