Mengayuh 28 Km, Kisah ASN Bengkulu Bersepeda ke Kantor Dukung Gerakan Hemat BBM dan Gaya Hidup Sehat
Ricky Jenihansen July 05, 2026 04:40 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kemeja batik lengan panjang yang dikenakannya tampak kontras dengan helm, kacamata hitam, dan sarung tangan yang sudah terpasang.

Sebuah ransel hitam tersandang di punggungnya saat Nugroho Tri Putra mendorong sepeda gunung keluar dari halaman rumah.

Dari jalan lingkungan, ia mulai mengayuh menuju jalan raya.

Rutinitas itu kini dijalaninya satu hari setiap pekan saat berangkat menuju kantor.

Di tengah ajakan pemerintah untuk menghemat energi serta meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM), aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bengkulu itu memilih cara berbeda untuk menjalani aktivitas hariannya.

ASN tersebut adalah Kepala Seksi (Kasi) Statistik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu, Nugroho Tri Putra.

Ia rutin menggunakan sepeda menuju kantor sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan efisiensi energi sekaligus menerapkan gaya hidup sehat.

Menariknya, jarak yang ditempuh Nugroho tidaklah dekat.

Dari kediamannya menuju kantor mencapai sekitar 13,6 kilometer sekali jalan atau hampir 28 kilometer pulang pergi.

Menurut Nugroho, kebiasaan tersebut mulai dijalankannya sejak bulan lalu.

Ia mengaku terinspirasi oleh semangat transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintahan yang mendorong ASN lebih peduli terhadap efisiensi energi.

“Setidaknya dalam satu minggu saya mengalokasikan satu hari untuk berangkat bekerja menggunakan sepeda. Selain menghemat penggunaan bahan bakar, aktivitas ini juga menjadi olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Nugroho dalam Podcast Saksi Kata di Studio TribunBengkulu.com, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan sepeda bukan berarti meninggalkan kendaraan bermotor sepenuhnya.

Bersepeda dilakukan sebagai alternatif agar konsumsi BBM dapat dikurangi secara bertahap.

Selain mendukung kebijakan pemerintah, Nugroho merasakan manfaat lain berupa meningkatnya kebugaran tubuh.

Menurutnya, aktivitas olahraga sering kali sulit dilakukan setelah jam kerja karena padatnya aktivitas.

Dengan bersepeda ke kantor, olahraga dapat dilakukan tanpa harus menambah waktu khusus.

Nugroho berharap gerakan serupa dapat diikuti ASN lainnya, terutama bagi mereka yang memiliki jarak rumah dan kantor relatif dekat.

Minimal satu hari dalam seminggu sudah cukup untuk mulai membiasakan diri menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

BERSEPEDA - Kepala Seksi (Kasi) Statistik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu, Nugroho Tri Putra, saat podcast Saksi Kata di Studio TribunBengkulu.com, Sabtu (4/7/2026). ASN Kota Bengkulu memilih bersepeda sejauh 28 kilometer ke kantor sebagai langkah hemat energi sekaligus menjaga kesehatan.
BERSEPEDA - Kepala Seksi (Kasi) Statistik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu, Nugroho Tri Putra, saat podcast Saksi Kata di Studio TribunBengkulu.com, Sabtu (4/7/2026). ASN Kota Bengkulu memilih bersepeda sejauh 28 kilometer ke kantor sebagai langkah hemat energi sekaligus menjaga kesehatan. (TribunBengkulu.com)

Cara Bersepeda ke Kantor dengan Aman Menurut Kasi Statistik Diskominfo Kota Bengkulu

Berdasarkan pengalaman Nugroho Tri Putra, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memutuskan bersepeda menuju tempat kerja.

1. Pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima

Sebelum berangkat, lakukan pemanasan dinamis pada bagian lutut, betis, dan pinggul untuk mengurangi risiko cedera selama mengayuh sepeda.

2. Jangan berangkat tanpa sarapan

Tubuh membutuhkan energi saat bersepeda.

Karena itu, sarapan dan minum air putih sebelum berangkat menjadi hal penting agar stamina tetap terjaga selama perjalanan.

3. Periksa kondisi sepeda

Pastikan tekanan angin ban sesuai, rantai dalam kondisi baik, serta sistem perpindahan gigi (gear) berfungsi normal agar perjalanan lebih nyaman dan aman.

4. Siapkan perlengkapan keselamatan

Gunakan helm sebagai perlindungan utama.

Sarung tangan membantu menjaga genggaman tetap stabil ketika tangan berkeringat, sedangkan kacamata berguna melindungi mata dari debu dan angin.

5. Bawa pakaian ganti

Karena menempuh perjalanan cukup jauh, Nugroho selalu membawa pakaian dinas dan kaus ganti di dalam tas agar tetap nyaman saat mulai bekerja.

6. Bawa air minum

Ia selalu membawa satu botol air minum berukuran sekitar 500 hingga 600 mililiter untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan.

7. Tentukan rute yang paling aman

Sebelum rutin bersepeda, Nugroho lebih dulu memetakan jalur yang akan dilalui.

Ia memilih rute yang dinilai lebih aman dan tidak terlalu menguras tenaga meski tetap melewati beberapa tanjakan.

8. Utamakan keselamatan di jalan

Saat berhenti di lampu lalu lintas, Nugroho memilih berada di posisi aman di belakang atau di sisi kendaraan bermotor.

Ia juga selalu memastikan kondisi lalu lintas sebelum berpindah jalur.

Ajak ASN Mulai Bersepeda

Menurut Nugroho, masih banyak ASN yang menganggap bersepeda ke kantor sebagai hal yang sulit dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki jarak tempuh cukup jauh.

Namun, pengalaman menempuh hampir 28 kilometer pulang pergi membuktikan bahwa kebiasaan tersebut dapat dilakukan selama memiliki niat, persiapan, dan konsistensi.

Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap budaya bersepeda, termasuk melalui penyediaan jalur sepeda maupun regulasi yang memberikan rasa aman bagi pesepeda di jalan raya.

“Bagi ASN yang jaraknya memungkinkan, tidak harus setiap hari. Mulailah dari satu hari dalam seminggu. Jika dilakukan secara konsisten, manfaatnya akan dirasakan, baik bagi kesehatan maupun dalam mendukung penghematan energi,” tutup Nugroho.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.