Haaland Belakangan, Ancelotti Pakai Susah Payah Argentina ke 16 Besar sebagai Alarm Brasil
Endra Kurniawan July 05, 2026 05:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan timnya tidak menyiapkan strategi khusus untuk mematikan Erling Haaland saat menghadapi Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Ancelotti ingatkan soal Argentina yang nyaris tersingkir.

Brasil akan berhadapan dengan Norwegia di MetLife Stadium, Senin (6/7) pukul 03.00 WIB, dalam perebutan tiket menuju perempat final.

Pemenang laga ini bakal menantang pemenang duel Inggris kontra Meksiko.

Norwegia jelas bukan lawan yang mudah untuk diatasi oleh Brasil. Ketimbang fokus kepada satu-dua pemain, Carlo Ancelotti memilih untuk tampil kolektif.

JERSEY TIMNAS BRASIL - Foto jersey Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026
JERSEY TIMNAS BRASIL - Foto jersey Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026 (Tribunnews.com/Akmal KhoirulHabib)

Sebab, Norwegia tidak sebatas Erling Haaland. The Vikins pada Piala Dunia 2026 bisa dilabeli sebagai skuad generasi emas mereka.

"Norwegia ini memiliki potensi untuk memberikan kejutan karena kualitas skuad dan nasionalitasnya. Sebab Piala Dunia itu tidak bisa dipisahkan dari nasionalitasnya," ujar football enthusiast Gigih dalam podcast Super Taktik berjudul "Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah

"Norwegia bisa dibilang sedang menikmati masa generasi emasnya. Khususnya di lini depan, itu sangat mewah, tetapi yang membedakan Norwegia, mereka memiliki pemain yang bisa meredam egonya," kata Gigih.

Meski Haaland menjadi ancaman utama di lini depan Norwegia, Ancelotti yakin para pemain belakang Brasil sudah sangat memahami karakter striker Manchester City tersebut.

"Saya rasa tidak ada yang namanya rencana 'anti-Haaland'. Saya tidak perlu memberi tahu pemain saya bagaimana cara bertahan karena mereka sudah beberapa kali saling berhadapan," kata Ancelotti dalam konferensi pers, dikutip dari laman ESPN.

"Tim kami berada dalam kondisi yang sangat baik. Namun, kami tetap harus terus berkembang."

Ancelotti juga mengingatkan bahwa Norwegia bukan hanya soal Haaland. Menurut mantan pelatih Real Madrid itu, lawannya memiliki organisasi permainan yang rapi dan kemampuan menyerang yang sangat berbahaya.

Karena itu, Brasil dituntut tampil maksimal jika ingin mengamankan tempat di delapan besar.

Baca juga: Sebaran 20 Gol Lionel Messi di Piala Dunia, La Pulga Sempat Alami Paceklik

"Semua orang tahu bagaimana Haaland bermain. Saya tidak perlu menjelaskan kepada para bek saya bagaimana cara menghadapinya. Mereka sudah beberapa kali melawan dia. Jadi fokus kami hanyalah mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin, memahami karakter dasar lawan, dan kami tahu mereka sangat berbahaya saat menyerang."

"Norwegia adalah tim yang tangguh, punya struktur permainan dan organisasi yang sangat baik. Karena itu kami harus bermain di level terbaik. Saya rasa sekarang kami berada pada momen yang tepat untuk melakukannya," ujar Ancelotti.

Di sisi lain, Ancelotti juga melihat kemungkinan Norwegia seperti halnya Cape Verde yang menyulitkan langkah Argentina lolos ke 8 Besar.

"Kami siap menghadapi situasi apa pun, dan hal itu terlihat saat melawan Jepang di mana mereka mencetak gol lebih dulu ke gawang kami, namun tim tidak panik. Siapa yang menyangka Argentina akan kesulitan melawan Cape Verde, Anda akan kesulitan karena semua lawan memang rumit," lanjutnya.

Rencanakan Vini-Neymar Main Bareng

Selain menilai kekuatan Norwegia, mantan pelatih AC Milan, Everton, hingga Real Madrid ini, menyebut soal kemungkinan Vinicius Junior dan Neymar Junior bermain bersama di lini serang timnas Samba.

“Maaf, tapi saya tidak akan membicarakan strategi di sini. Vinicius sangat berbahaya di sayap, dan di lini tengah pun, dia selalu menjadi ancaman.”

"Tetapi keduanya (Vinicius dan Neymar-red) bisa bermain bersama. Dan saya yakin mereka akan melakukannya," sambung pelatih asal Italia.

Sejauh ini, keduanya belum pernah bermain bersama. Vinicius, dengan kondisi fisiknya yang prima jelas diplot sebagai starter. Sementara Neymar disiapkan sebagai pemain pengganti, dengan tujuan hadir sebagai pembeda di momen krusial.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.