BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jalan di Gang Teluk Mendung, Jalan Antasan Bundan, Mantuil, Banjarmasin Selatan selama ini dalam kondisi yang tidak memadai. Puluhan warga pun memilih patungan untuk memperbaiki jalan tersebut.
Bermodal semen dan pasir, warga bergotong-royong mengangkut material tersebut sepanjang ratusan meter dari depan gang menggunakan kendaraan.
Pekerjaan dimulai dari jalan setapak di ujung gang dengan cara mengecornya dengan adukan semen basah. Meski hasilnya yang diperoleh masih sangat sedikit.
Salah seorang warga, Doni Effendi mengatakan perbaikan jalan di tempatnya berjalan lamban. Pemerintah Kota (Pemko) belum melakukan tindakan apapun.
Sebelum seperti sekarang, menurutnya, akses jalan yang kini ada juga hasil dari kemandirian warga, karena keberadaan jembatan yang telah ada tak diiringi dengan akses jalan yang cukup layak.
"Memang sudah ada jembatan, di turunan jembatan bentuknya masih tanah putih, jadi dibuatlah jalur tanah bisa menjadi jalan dengan cara disiring dan diisi tanah,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Seiring bertambahnya penduduk dan ramainya lalu lalang warga, jalanan dinilai perlu mendapat perhatian lebih untuk segera diperkokoh.
Doni menilai, akses jalan tersebut satu-satunya urat nadi warga dalam menjalankan roda aktivitas sehari-hari, seperti mengangkut hasil pertanian maupun melintas untuk bekerja sebagai buruh pelabuhan maupun bangunan.
Lokasinya juga berdiri persis di samping lahan persawahan, berdekatan dengan Sungai Martapura.
Selama puluhan tahun, ia menilai, akses jalanan di sana nihil tersentuh oleh pemerintah. Namun, upaya warga juga masih jauh dari kata layak.
"Ini akses satu-satunya warga untuk beraktivitas. Selain kondisi jalanan yang kurang layak untuk warga dan anak-anak, jalur ini juga tidak punya penerangan," imbuhnya.
Baca juga: Tak Hanya SPMB SD, SMP-SMP Negeri di Banjarmasin Juga Sepi Pendaftar
Kondisi tersebut kerap memberikan tantangan lebih bagi warga yang memiliki keperluan di malam hari. Tak jarang, mereka hanya mengandalkan senter gawai untuk melihat kondisi jalan.
Selain itu, kondisinya juga dinilai rawan saat malam hari, potensi adanya gangguan hewan melata kerap muncul karena berdekatan dengan area sawah.
Belum lagi, menjelang musim hujan dan pasang, kalanan menjadi becek dan tergenang banjir.
Akibatnya, warga berpotensi mengalami kecelakaan saat melintas menggunakan sepeda motor.
"Sudah banyak warga yang jatuh, entah karena ada lubang akibat becek atau tidak melihat lantaran pasang," ungkap Doni.
Ia berharap, Pemko Banjarmasin dapat memberikan perhatian. Warga juga tidak bisa berharap bantuan sosial terkait infrastruktur kepada pihak swasta, meski bermukim dekat dengan sejumlah perusahaan.
Ketua RT 17, Masli menjelaskan, jalanan di dalam gang tempat warga bermukim memiliki panjang sekitar 560 meter dengan lebar tidak sampai satu meter. Lokasinya di huni lebih dari 100 kepala keluarga (KK).
Diungkapkannya, permohonan untuk mengajukan perbaikan jalan sudah pernah dilakukan. Bahkan cukup sering dilakukan ketua RT sebelum dirinya.
"Sudah sering diajukan perbaikan. Saya habis dilantik April 2026 tadi juga mengajukan ke kelurahan. Sampai sekarang masih belum ada tindak lanjut," bebernya.
Hal lain, seperti penerangan juga diajukan sebanyak 31 titik. Namun sampai sekarang juga belum ditindaklanjuti.
Ia berharap, akses jalan di sana mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Mengingat, kondisi tersebut telah berlangsung puluhan tahun.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Kartika Estaurina menyebut masih perlu melakukan pengecekan.
Pihaknya memastikan terlebih dahulu, masuk ranah atau kewenangan Disperkim atau Dinas PUPR.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)