Profil Kota Pontianak, Kota Khatulistiwa Terus Berkembang dengan Enam Kecamatan dan Luas 118,209 KM
Syahroni July 05, 2026 02:44 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kota Pontianak dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena menjadi salah satu daerah di Indonesia yang dilintasi langsung oleh garis khatulistiwa. 

Selain menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak juga memiliki peran penting sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan jasa di wilayah Kalimantan Barat.

Berdasarkan data geografis, Kota Pontianak memiliki luas wilayah sekitar 118,209 kilometer persegi yang terbagi menjadi enam kecamatan dan 29 kelurahan.

Posisi geografisnya berada di antara 0°02’19,868’’ Lintang Utara hingga 0°05’53,292’’ Lintang Selatan serta 109°16’22,758’’ hingga 109°23’9,618’’ Bujur Timur.

Baca juga: Potret Kecamatan Pontianak Kota, Sungai Jawi Jadi Kelurahan Terluas dan Mariana Paling Kecil

Keunikan utama Kota Pontianak adalah keberadaan garis khatulistiwa yang membelah wilayah kota. Fenomena ini menjadikan Pontianak sebagai salah satu destinasi wisata ilmiah yang terkenal, terutama saat peristiwa kulminasi matahari yang terjadi dua kali setiap tahun.

Dari enam kecamatan yang ada, Kecamatan Pontianak Utara menjadi wilayah terluas dengan luas mencapai sekitar 34,77 persen dari total wilayah kota.

Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Pontianak Selatan dengan luas 13,98 persen, disusul Kecamatan Pontianak Barat 13,86 persen, Kecamatan Pontianak Tenggara 13,64 persen, Kecamatan Pontianak Kota 13,55 persen, dan Kecamatan Pontianak Timur 10,20 persen.

Perjalanan sejarah Kota Pontianak juga cukup panjang.

Pada awalnya, wilayah ini merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan kawasan pesisir Kalimantan Barat.

Seiring perkembangan zaman, pada tahun 1959 Pontianak ditetapkan sebagai Kotapraja dengan status Daerah Otonomi Tingkat II.

Perkembangan administrasi pemerintahan terus berlangsung. Melalui berbagai kebijakan pemekaran wilayah, Kota Pontianak mengalami penyesuaian struktur pemerintahan hingga akhirnya memiliki enam kecamatan seperti saat ini.

Kecamatan termuda adalah Kecamatan Pontianak Tenggara yang resmi terbentuk pada tahun 2008 dan terdiri dari empat kelurahan.

Saat ini enam kecamatan yang membentuk Kota Pontianak meliputi Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, Pontianak Timur, Pontianak Barat, Pontianak Kota, dan Pontianak Utara.

Seluruh kecamatan tersebut menaungi 29 kelurahan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di berbagai bidang.

Sebagai ibu kota provinsi, Kota Pontianak terus berkembang menjadi kawasan perkotaan modern tanpa meninggalkan nilai sejarah dan identitasnya sebagai Kota Khatulistiwa.

Posisi strategis, keberagaman masyarakat, serta pertumbuhan infrastruktur menjadikan Pontianak sebagai salah satu kota penting di Pulau Kalimantan yang terus bergerak maju dari waktu ke waktu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.