Pria AS Curhat Sakit Bahu Mengira Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker
GH News July 05, 2026 05:08 PM
Jakarta -

Seorang laki-laki asal Texas, AS merasa bahunya sakit dan mengira hanya mengalami cedera otot. Namun, ternyata dirinya mengidap kanker.

Dikutip dari laman CBS News, pemeriksaan pertama yang dilakukan mengonfirmasi bahwa lelaki bernama Eric Dillon ini mengalami cedera rotator cuff, kerusakan otot dan tendon yang yang mengelilingi sendi bahu. Terapi fisik dan peregangan membantu meredakan rasa sakitnya.

Selama dua tahun berikutnya, dia sesekali merasa tidak nyaman. Akan tetapi, mengubah posisi tidur atau mengurangi tingkat aktivitas dapat mengatasi gejala yang dirasakan.

Nyeri itu menjadi bagian dari kesehariannya. Pada Mei 2024, Dillon memutuskan kembali memeriksakan diri ke dokter ortopedi. Hasil pemeriksaan MRI mengungkap adanya temuan yang mencurigakan. Setelah itu, ia dirujuk ke dokter onkologi, meski saat itu masih belum mengetahui kondisi yang sebenarnya dialaminya.

"Saya masuk, dan dia langsung bertanya, 'Anda tahu mengapa Anda di sini?' Saya menjawab, 'Saya mendapat rujukan dari dokter lain untuk menemui Anda,'" kenang Dillon. "Dia berkata, 'Saya seorang ahli onkologi ortopedi... Saya menangani kanker.'"

Mendengar perkataan dokter, Dillon terkejut. Pemeriksaan mengonfirmasi bahwa Dillon mengidap multiple myeloma, salah satu bentuk kanker darah yang menyerang sel plasma.

Dillon kemudian memeriksakan diri ke dokter di MD Anderson Cancer Center di Houston, Texas. Pemeriksaan yang dilakukan mengonfirmasi bahwa Dillon mengalami multiple myeloma.

Sel-sel kanker bisa mengganggu pembentukan darah normal, menyebabkan anemia, kerusakan ginjal, dan peningkatan kadar kalsium. Penyakit ini juga bisa merusak bagian keras tulang, yang pada kasus ini menyebabkan nyeri bahu. Dr Hearn Cho yang menangani Dillon mengatakan, tak jarang penyakit ini salah didiagnosis sebagai cedera.

Dillon menjalani delapan siklus pengobatan selama hampir setahun. Dia juga membuat jurnal harian yang merinci proses tersebut.

"Sejak saat itu, semuanya tampaknya berjalan dengan baik. Tidak ada efek samping yang besar, tidak ada dampak besar, atau hal lain apa pun," kata Dillon.

Setelah menyelesaikan uji klinis, masih ada sisa kanker di tulang bahu Dillon. Kanker tersebut berhasil dihilangkan setelah beberapa kali menjalani radiasi tambahan. Dengan pengobatan tersebut, rasa sakit di bahunya akhirnya hilang.

"Rasanya luar biasa bisa bebas dari rasa sakit dan terus maju," kata Dillon. "Sekarang, semuanya indah."

Kini, Dillon dalam kondisi remisi. Dia rutin melakukan pemeriksaan dengan dokter onkologi untuk memastikan kankernya tidak kambuh, serta mengonsumsi satu obat setiap hari untuk menjaga kondisinya. Dillon juga ingin terus meningkatkan kesadaran orang-orang tentang gejala multiple myeloma yang tidak biasa, serta alat-alat yang ada untuk membantu mempercepat diagnosis.

"Ini bukan salah satu jenis kanker yang tidak ada pengobatannya," kata Dillon. "Masa depannya cerah. Peluangnya cerah."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.