Hadiri Puteri Otonomi Daerah 2026, Bupati Erlina: Saatnya Kenalkan Budaya dan Potensi Mempawah
Rivaldi Ade Musliadi July 05, 2026 05:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam mendukung penguatan otonomi daerah melalui promosi budaya dan potensi lokal kembali ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Mempawah, Erlina, pada malam puncak Grand Final Puteri Otonomi Daerah 2026. 

Ajang yang mempertemukan para finalis terbaik dari berbagai penjuru Indonesia tersebut berlangsung di Grand Ballroom Bhinneka Perkasa, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis malam, 2 Juli 2026.

Grand Final Puteri Otonomi Daerah 2026 diikuti oleh 20 finalis yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. 

Kegiatan ini mengusung tema penguatan otonomi daerah melalui peran generasi muda sebagai upaya mendorong lahirnya figur-figur inspiratif yang mampu menjadi duta promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Bupati Mempawah, Erlina, menilai ajang tersebut memiliki nilai strategis yang jauh melampaui sebuah kompetisi kecantikan. 

Menurutnya, Puteri Otonomi Daerah menjadi wadah penting bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan identitas, budaya, kearifan lokal, serta berbagai potensi unggulan yang dimiliki masing-masing daerah kepada masyarakat luas.

Ia mengatakan, keberagaman latar belakang para finalis menjadi gambaran nyata kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dipromosikan sebagai modal utama dalam memperkuat pembangunan daerah sekaligus mempererat persatuan bangsa.

• DPRD Kalbar Desak PLN Buka Penyebab Pemadaman Listrik, Isu Pasokan Batu Bara Jadi Sorotan

"Melalui ajang Puteri Otonomi Daerah ini, diharapkan berbagai kekayaan dan potensi yang dimiliki setiap daerah di Indonesia dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas, sehingga mampu mendorong kemajuan dan kemandirian daerah," kata Erlina.

Menurutnya, para finalis tidak hanya dituntut memiliki kecantikan dan kemampuan intelektual, tetapi juga harus mampu menjalankan peran sebagai duta daerah yang aktif memperkenalkan berbagai potensi unggulan dari wilayah asal masing-masing.

Potensi tersebut, lanjut Erlina, mencakup kekayaan budaya, destinasi pariwisata, produk ekonomi kreatif, kerajinan lokal, hingga berbagai produk unggulan yang dapat meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.

Ia meyakini promosi daerah yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, terbukanya peluang investasi baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam memperkenalkan daerah dinilai menjadi langkah penting dalam membangun rasa bangga terhadap identitas lokal sekaligus memperkuat semangat otonomi daerah yang berorientasi pada kemandirian dan inovasi.

"Semoga Puteri Otonomi Daerah dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai budaya daerahnya, serta berkontribusi dalam mempromosikan potensi yang dimiliki agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional," tutup Erlina.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.