Ada Luka Sayatan di Leher, Polisi Duga Pemuda Pekalongan Jadi Korban Pembunuhan
rival al manaf July 05, 2026 06:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Polisi menduga kematian seorang pemuda berinisial DF (21), Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, merupakan tindak pidana pembunuhan.

Dugaan tersebut menguat, setelah korban ditemukan meninggal dunia dengan luka sayatan di bagian leher. Meski demikian, kepolisian masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Pekalongan, Rachmad C. Yusuf, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada Minggu (5/7/2026), sekitar pukul 06.30 WIB mengenai penemuan seorang warga yang meninggal dunia di dalam rumahnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Korban diketahui berinisial DF (21), yang sehari-hari bekerja sebagai anak buah kapal (ABK). Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani visum.

"Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, korban mengalami luka robek atau sayatan di bagian leher."

"Panjang luka diperkirakan sekitar 3 hingga 5 sentimeter, namun kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematiannya," kata AKBP Rachmad.

Menurutnya, dugaan sementara kasus tersebut mengarah pada tindak pidana pembunuhan.

Namun, penyidik belum dapat menyimpulkan secara pasti karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Untuk sementara memang dugaan kami mengarah pada pembunuhan, tetapi kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil visum dari rumah sakit terkait luka yang dialami korban," ujarnya.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah anggota keluarga yang berada di rumah saat kejadian.

Selain itu, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi lain, termasuk menelusuri informasi mengenai keberadaan dua orang yang disebut sempat berada di sekitar rumah korban pada malam sebelum korban ditemukan meninggal.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

"Selain itu, telepon genggam milik korban juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan," imbuhnya.

AKBP Rachmad menegaskan, penyidik masih terus mendalami seluruh fakta di lapangan guna mengungkap motif, kronologi, serta pelaku di balik kematian korban.

"Kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan memeriksa para saksi, mengumpulkan alat bukti, dan menunggu hasil visum agar penyebab kematian korban dapat dipastikan secara ilmiah," pungkasnya. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.