Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Rangkaian event yang digelar sepanjang Juli 2026 di Kabupaten Jember, Jawa Timur diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Dampaknya tidak hanya dirasakan penyelenggara dan peserta kegiatan, tetapi juga pelaku UMKM, hotel, restoran, usaha oleh-oleh, hingga sektor transportasi.
Sejumlah agenda besar telah disiapkan di Jember pada bulan ini, mulai Kauje Fest 2026, kegiatan gowes dalam rangka Hari Bhayangkara, event sepeda motor trail, hingga Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Pelaku usaha oleh-oleh dan makanan khas Jember, Rendra Wirawan, mengatakan banyaknya event dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di sejumlah sektor.
Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai memberi peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.
Menurutnya, sektor yang paling terasa dampaknya antara lain tempat makan, usaha oleh-oleh, penginapan, serta hotel. Semakin besar skala kegiatan dan jumlah peserta yang datang, semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di Jember.
“Ada tempat makan, juga oleh-oleh yang terdampak jika ada banyak event. Termasuk juga sektor penginapan atau hotel,” ujar Rendra, Minggu (5/7/2026).
Baca juga: TPA Pakusari Jember Terbakar, BPBD Ungkap Dugaan Api Berasal dari Puntung Rokok
Rendra mencontohkan pelaksanaan Kauje Fest 2026 yang digelar selama tiga hari. Dua rangkaian kegiatan dalam event tersebut melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia membuka stan di lokasi pelaksanaan Kauje Fest 2026 di Universitas Jember. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap penjualan produk oleh-oleh dan makanan khas Jember.
“Saya mendirikan stand yang nyewa itu. Saat pelaksanaan JGN, kami menerima paket pembelian oleh-oleh yang jumlahnya lumayan, dan beberapa permintaan pengiriman,” ujar pengusaha oleh-oleh dan makanan khas Jember ini.
JGN atau Jalan Gembira Nasional digelar pada Sabtu (4/7/2026) dan dilanjutkan dengan kegiatan Kauje Run pada Minggu (5/7/2026).
“Jadi intinya kalau ada banyak event, tentu itu akan berdampak kepada pelaku UMKM,” tegas Rendra.
Ia berharap lebih banyak event dapat digelar di Kabupaten Jember agar pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan dan menjual produknya.
Kehadiran event sebagai salah satu jalan masuk untuk membangun daerah juga disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar yang juga Ketua Umum PP Keluarga Alumni Universitas Jember, M Sarmuji.
Dalam gala dinner di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Sabtu (4/7/2026) malam, Sarmuji mengatakan banyaknya event di Jember dapat membantu mendorong pembangunan daerah.
“Dengan kehadiran banyak event di Jember, semoga bisa membantu pembangunan daerah. Semoga Jember bisa bersinar lagi,” ujar Sarmuji.
Selain Kauje Fest 2026, sejumlah event lain juga dijadwalkan berlangsung sepanjang Juli. Pada akhir pekan depan, akan digelar kegiatan gowes dalam rangka Hari Bhayangkara, kemudian disusul event sepeda motor trail.
Puncak agenda Juli 2026 adalah Jember Fashion Carnaval 2026 yang akan digelar pada 24 hingga 26 Juli 2026. JFC 2026 mengusung tema HEAL yang merupakan singkatan dari human, earth, life.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember Tegoeh Soeprajitno berharap rangkaian event tersebut dapat memberi dampak positif bagi sektor hotel dan restoran.
Ia mengatakan tingkat hunian hotel di Jember biasanya meningkat setiap penyelenggaraan JFC, terutama menjelang puncak karnaval atau grand carnival.
“Biasanya ada peningkatan okupansi hunian hotel. Tingkat keterisian bisa 80 persen, dan paling banyak nanti H-1 grand carnival,” ujar Tegoeh.