Penutupan NYD III, Mgr. Maksimus Regus Tekankan Krisis Identitas Bagi Orang Muda
Oby Lewanmeru July 05, 2026 06:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Misa penutupan Nusra Youth Day (NYD) III Bali Nusra di Keuskupan Maumere, Mgr. Maksimus Regus menekankan adanya krisis identitas bagi orang muda. 

Hal itu disampaikan Yang Mulia Maksminus Regus saat homili, dihadapan para Uskup, para imam dan peserta NYD di St. Peter's Hall (SPH) Nita, Minggu (5/7/2026). 

Uskup pertama Keuskupan Labuan Bajo itu mengatakan di zaman media sosial yang luar biasa canggih, nilai manusia sering diukur dari jumlah likes, views, followers.

"Sehingga orang menunggu kapan pengikut fb menembus angka 5 ribu, oleh prestasi, oleh penampilan bahkan validasi orang lain," ungkap Mgr. Maksimus Regus. 

Baca juga: Di NYD, Ukup Agung Ende Ajak OMK Menyikapi Kondisi Demokrasi, Militerisasi, dan Perdagangan Orang

Bagi Uskup Maksimus, perilaku seperti itu tanpa disadari sedang membawa manhsia di dalam Toxic Comparation, suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sehingga ketika tidak memenuhi ekspetasi, orang menjadi minder terhadap diri sendiri. 

"Bagi orang muda, identitas sejati tidak lahir dari pencitraan. Orang Muda Katolik dipanggil hidup secara otentik, jangan hanya salinan trend atau mengejar viral sesaat," tegasnya. 

Yang Mulia Maksimus regus mengutarakan orang muda memiliki panggilan sekaligus martabat. Hidup bukan kebetulan melainkan panggilan. 

"Nilai hidup bukan dari algoritma sosial, melainkan panggilan Allah sejak lahir," kata Mgr. Maksimus Regus.

Misa berlangsung khidmat. Semua yang hadir khusyuk. Suara anggota kor merdu melantunkan nyanyian liturgi dan lagu mengumat menggema menambah khazanah ziarah iman.

Semua peserta hadir memadati aula. Anggota kor tampil anggun mengenakan pakaian adat Sikka, baju tengge berwarna biru muda dan sarung tenun Sikka. (moa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.