TRIBUNNEWSMAKER.COM - Perselisihan antara Sarwendah dan Ruben Onsu tak hanya bergulir di meja hijau, tetapi juga memancing reaksi luas di media sosial. Di tengah ramainya perbincangan publik, kini muncul sebuah petisi daring yang mengajak masyarakat memboikot Sarwendah dari ruang digital.
Petisi tersebut menjadi perbincangan setelah diunggah ulang oleh aktris Emma Waroka melalui akun Instagram pribadinya, @emmawarokkaofficial, Sabtu (4/7/2026).
Dalam unggahannya, Emma memperlihatkan tangkapan layar laman petisi bertajuk "Cancel Sarwendah dari Media Sosial".
"Cancel Sarwendah dari sosial media," bunyi unggahan Emma Waroka, dikutip Minggu (5/7/2026).
Emma kemudian menyebut jumlah penandatangan petisi itu terus bertambah dan telah mencapai puluhan ribu orang.
"Nggak main-main netizen sudah sampai 20 ribuan orang lebih yang tanda tangan petisi cancel culture ini," terang Emma Waroka.
Di akhir unggahannya, bintang film Untuk Angeline itu turut memberikan komentar bernada sindiran terkait perkembangan yang terjadi.
"Apa yg akan terjadi selanjutnya? Wallahualam," tandas Bintang film Untuk Angeline tersebut.
"Jadi hari ini kita datang menyerahkan bukti tambahan, sudah ada laporan polisinya, jadi kita melaporkan beberapa akun media sosial yang diduga telah mencemarkan nama baik dari Sarwendah," kata Purbianus.
Tak hanya terkait pencemaran nama baik, laporan tersebut juga mencakup dugaan penyebaran fitnah.
"Dan juga fitnah, jadi kita sudah buat laporan polisi, sudah ada. Sarwendah juga telah diperiksa, diambil keterangannya, ini datang ke sini agendanya menyerahkan bukti tambahan," sambungnya.
Purbianus mengungkapkan akun yang dilaporkan berjumlah lebih dari satu.
"Ada lebih dari satu akun," tambahnya lagi.
Menurutnya, unggahan dari akun-akun tersebut dinilai tidak sesuai fakta sehingga kliennya memilih menempuh jalur hukum.
"Pertimbangannya karena yang disampaikan di akun-akun itu tidak dengan fakta, ada fitnah, ada pencemaran nama baik," ungkapnya.
Di tengah berkembangnya isu tersebut, nama Emma Waroka ikut dikaitkan sebagai salah satu akun yang disebut-sebut masuk dalam laporan.
Menanggapi kabar itu, Emma mengaku tidak merasa khawatir apabila nantinya benar dipanggil oleh penyidik.
"Nggak sabar klarifikasi dan numpahin unek-unek kalau saya dapat panggilan," tulis Emma melalui unggahan media sosialnya. (TribunNewsmaker/BanjarmasinPost)