KAGAMA Serahkan 26 Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Eddy Fitriadi July 05, 2026 09:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Tamiang

​SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menyerahkan sebanyak 26 unit hunian sementara (huntara) kepada masyarakat korban bencana di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026).

​Proses serah terima hasil program KAGAMA Peduli Bencana ini dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP KAGAMA, Nezar Patria, bersama Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Ova Emilia.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir langsung  Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi serta unsur jajaran Forkopimda Pemkab Aceh Tamiang.

Sekda Aceh, M. Nasir, yang juga Ketua KAGAMA Aceh menyebut, bahwa peran alumni UGM dalam penanggulangan bencana telah terbukti nyata, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“KAGAMA telah banyak berperan dalam menanggulangi bencana. Selaku Sekda Aceh, saya berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih dalam membangun Aceh pasca-bencana. Hal ini juga sejalan dengan instruksi Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, untuk mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat terdampak," ujarnya.

Baca juga: Emas London di Aceh Tamiang Tetap Rp8,1 Juta per Mayam, Warga Manfaatkan Dana Jadup untuk Pembelian

​Dalam kunjungan tersebut, M. Nasir turut membawa jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), yakni Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. 

Keterlibatan dinas terkait ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan terintegrasi.

​"Kami sengaja mengajak Kepala Dinas ESDM untuk membantu penanganan kelistrikan melalui penyaluran bantuan lampu solar panel, sementara Kepala BPBA fokus pada distribusi logistik bagi warga," tambahnya.

​Berdasarkan tinjauan di lapangan, akses infrastruktur menuju Desa Sekumur hingga saat ini masih memerlukan perbaikan serius. Selain akses jalan, kondisi hunian masyarakat serta berbagai fasilitas umum lainnya juga masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut.

"​Kehadiran KAGAMA dan Pemerintah Aceh di Desa Sekumur ini diharapkan dapat memberikan motivasi serta meringankan beban masyarakat setempat dalam proses pemulihan pasca-bencana," pungkasnya.

Diketahui, Desa Sekumur merupaka salah satu desa yang berada di pedalaman Aceh Tamiang. Desa tersebut berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota kabupaten. 

Bencana banjir bandang pada akhir tahun 2025 lalu membuat pemukiman warga di desa tersebut mengalami kerusakan cukup parah.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.