TRIBUNPALU.COM, PALU - Pertunjukan monolog “Di Balik Langit Gaza” bakal hadir di Gedung Kesenian Kota Palu, Jl Bukit Cina, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Sulawesi Tengah, 11 Juli 2026.
Grup seni Teater Jiwa Jakarta menghadirkan pementasan ini sebagai media untuk menyampaikan pesan kemanusiaan sekaligus menumbuhkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Teater monolog itu mengangkat kisah nyata dr Yumna, seorang dokter perempuan di Jalur Gaza yang tetap mengabdikan diri merawat para korban di tengah konflik bersenjata.
Melalui perjuangan tokoh tersebut, pertunjukan ini menggambarkan keteguhan, pengorbanan, dan harapan yang tetap hidup di tengah situasi perang.
Informasi diperoleh TribunPalu.com, Minggu (5/7/2026), pementasan dimulai pukul 14.00 Wita dan gratis untuk masyarakat umum.
Baca juga: Indonesia Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, Tegaskan Komitmen untuk Perdamaian
Selain pertunjukan teater, penyelenggara juga menggelar diskusi pementasan serta pembacaan puisi sebagai ruang refleksi atas nilai-nilai kemanusiaan yang diangkat dalam pertunjukan.
Naskah sekaligus penyutradaraan digarap Adipatilawe.
Sementara itu, Firly RJ tampil sebagai pemeran utama yang memerankan sosok dr Yumna.
Pertunjukan juga didukung Emhan, Abusultan dan Alya Tsurayya.
Pementasan ini merupakan hasil kolaborasi Teater Jiwa Jakarta bersama, Pelaku Teater Indonesia, serta Adara Relief International.
Kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan pertunjukan seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun kesadaran sosial terhadap persoalan kemanusiaan.
Baca juga: Adik Prabowo Hashim Ungkap Alasan Pemerintah Tak Akan Hentikan Program Makan Bergizi Gratis
Karya “Di Balik Langit Gaza” sejatinya lahir dari rahim Adara Relief International dan pertama kali dipentaskan dalam Palestine Festival 2 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Desember 2025.
Kala itu, pertunjukan melibatkan sejumlah aktor ternama Indonesia seperti David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, Cholidi Asadil Alam, Nadya Angelina, hingga para pemain cilik dan mendapat sambutan luas dari publik.
Kini, semangat karya tersebut kembali dihidupkan dalam format monolog melalui karakter dr Yumna bersama Teater Jiwa Jakarta.(*)